Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Rektor Upg 1945 NTT: KKN Harus Jadi Pengabdian Nyata Bagi Masyarakat

Jumat, 29 Mei 2026 | Mei 29, 2026 WIB Last Updated 2026-05-29T01:42:13Z

 


KUPANG, NTTRektor Universitas Persatuan Guru 1945 NTT, Ully Riwu Kaho, menegaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) harus menjadi bentuk pengabdian nyata mahasiswa bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan formalitas akademik semata.


Hal itu disampaikan Rektor saat memberikan sambutan dalam kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Eltari, Jumat, 29 Mei 2026.


Dalam sambutannya, Ully Riwu Kaho mengajak seluruh mahasiswa peserta KKN agar tetap menjaga kesehatan, semangat, serta menjalankan pengabdian dengan penuh tanggung jawab.


“Kegiatan ini bukanlah sekadar sesuatu yang bersifat formalitas sebelum keberangkatan. Hari ini adalah titik awal pengabdian saudara-saudara kepada masyarakat,” ujar Rektor.


Ia menegaskan bahwa KKN merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat.


Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki tanggung jawab moral dan sosial terhadap bangsa dan daerah.


“KKN bukan hanya kewajiban akademik, tetapi bentuk tanggung jawab moral dan sosial mahasiswa terhadap bangsa dan daerahnya,” tegasnya.


Rektor menjelaskan bahwa tema besar pendidikan tinggi saat ini adalah bagaimana menghadirkan perguruan tinggi yang berdampak nyata bagi masyarakat.


Karena itu, kampus tidak boleh hanya menjadi tempat belajar teori semata, melainkan harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.


“Kampus tidak boleh hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi harus mampu memberikan dampak sosial dan solusi atas persoalan masyarakat,” katanya.


Ia menambahkan, filosofi KKN adalah menjadi jembatan antara teori dan praktik, antara dunia akademik dan kebutuhan nyata masyarakat.


Mahasiswa disebut harus hadir sebagai agen perubahan, agen pemberdayaan, sekaligus agen kemanusiaan.


“Mahasiswa tidak boleh menjadi menara gading yang jauh dari rakyatnya. Kampus harus hadir untuk masyarakat,” ujarnya.


Dalam sambutannya, Ully Riwu Kaho juga menyoroti berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hingga persoalan sosial lainnya yang membutuhkan kepedulian dan kontribusi nyata dari mahasiswa.


Ia menyampaikan bahwa Universitas Persatuan Guru 1945 NTT terus bergerak menjadi kampus yang adaptif, inovatif, produktif, dan berdampak bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia.


Menurutnya, kondisi kampus saat ini terus menunjukkan perkembangan yang positif melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola kampus, pengembangan program studi, peningkatan kualitas penelitian, hingga penguatan pengabdian kepada masyarakat.


“Kampus ini harus menjadi ruang lahirnya generasi muda yang kritis, kreatif, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ungkapnya.


Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan dunia pendidikan ke depan tidaklah mudah, terutama bagi perguruan tinggi swasta yang harus terus bersaing meningkatkan kualitas dan daya saing.


Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental, matang secara emosional, dan memiliki integritas dalam setiap tindakan.


Kepada seluruh peserta KKN, Rektor menyampaikan sejumlah pesan penting.


Pertama, mahasiswa diminta menjaga nama baik almamater UPG 1945 NTT di tengah masyarakat.


“Saudara-saudara hadir membawa identitas Universitas Persatuan Guru 1945 NTT. Sikap, ucapan, dan tindakan saudara akan menjadi penilaian masyarakat terhadap kampus,” katanya.


Kedua, mahasiswa diminta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen di lokasi KKN.


Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak datang dengan sikap merasa paling tahu, tetapi hadir untuk belajar bersama masyarakat sekaligus membantu menyelesaikan persoalan yang ada.


“Datanglah untuk belajar dan membantu masyarakat, bukan merasa paling pintar,” pesannya.


Ketiga, mahasiswa diminta bekerja secara disiplin dan bertanggung jawab dengan menghadirkan program-program yang realistis, bermanfaat, dan sesuai kebutuhan masyarakat.


Rektor juga menekankan pentingnya menjaga etika selama berada di tengah masyarakat.


Selain itu, mahasiswa diminta memanfaatkan KKN sebagai ruang pembelajaran hidup, mulai dari kepemimpinan, komunikasi, pengambilan keputusan, manajemen konflik, kolaborasi hingga kerja sosial yang tidak selalu diperoleh di ruang kuliah.


Di akhir sambutannya, Ully Riwu Kaho turut menitipkan mahasiswa kepada seluruh dosen pembimbing lapangan (DPL).


Ia berharap para DPL tidak hanya menjadi pengawas administratif, tetapi juga menjadi pembimbing, motivator, dan teladan bagi mahasiswa selama menjalankan pengabdian di lokasi KKN.


“Kehadiran dosen pembimbing sangat penting agar proses pengabdian berjalan baik, terarah, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

✒️: kl