Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

UNIPA Bukan Hanya Mewisudahkan Sarjana, Tapi Membuka Jalan Anak Flores Bekerja di Jepang

Senin, 11 Mei 2026 | Mei 11, 2026 WIB Last Updated 2026-05-11T08:14:45Z


Maumere, NTT, 11 Mei 2026 — Universitas Nusa Nipa (UNIPA) kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan sarjana, tetapi juga sebagai jembatan masa depan bagi generasi muda Flores untuk memasuki dunia kerja global, termasuk Jepang.


Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Career Expo Nusa Nipa, yang menghadirkan berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) mitra resmi kampus, di antaranya LPK Musubu Goes To Japan dan LPK Jafa Indo Corpora.


Kegiatan ini dihadiri oleh para wisudawan, mahasiswa semester akhir, serta civitas akademika dari berbagai fakultas yang antusias mencari informasi terkait peluang kerja dan jalur karier internasional.


Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNIPA Dr. Jonas K. G. D. Gobang, S.Fil., M.A. menyampaikan bahwa kerja sama antara UNIPA dan LPK mitra telah berjalan selama kurang lebih dua tahun. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini terus diperkuat untuk membuka akses kerja luar negeri bagi lulusan, khususnya ke Jepang.


Sementara itu, pihak LPK Musubu Goes To Japan, yakni Yofania R. R. Francis Yuki, S.E., M.M., M.S.M., yang akrab disapa Vonny Francis, dalam wawancara media menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mempersiapkan peserta secara menyeluruh mulai dari pelatihan bahasa Jepang, pembentukan mental kerja, hingga pendampingan keberangkatan dan penempatan kerja di Jepang.


Ia menegaskan bahwa peluang kerja ke Jepang kini terbuka luas bagi generasi muda Flores, khususnya bagi mereka yang serius mengikuti proses pelatihan dan memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan.


Dalam pemaparan bersama LPK lainnya, dijelaskan bahwa sektor kerja yang tersedia meliputi keperawatan, perikanan, pertanian, peternakan, pengolahan hasil peternakan, hingga konstruksi.


Adapun syarat utama peserta adalah berusia 18–39 tahun, laki-laki maupun perempuan, berbadan sehat, tidak bertato, tidak bertindik, serta wajib melengkapi dokumen seperti ijazah, KTP, KK, akta kelahiran, dan kartu pencari kerja (AK1).


Selanjutnya, peserta akan mengikuti pelatihan bahasa Jepang di UNIPA sebagai tahap awal, sebelum melanjutkan pelatihan lanjutan dan ujian kompetensi di Bali atau Jawa Tengah.


Khusus bidang keperawatan, peserta akan menjalani pendidikan intensif selama enam bulan di Bali hingga memperoleh sertifikasi kompetensi sebelum diberangkatkan ke Jepang.


Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan capaian nyata program ini. Salah satu alumni UNIPA, Yuliana Plahan asal Wailamun, Kecamatan Talibura, lulusan 2024, kini telah bekerja di Jepang selama kurang lebih satu tahun dua bulan dan menjadi inspirasi bagi banyak peserta.


Saat ini sekitar delapan peserta lainnya masih dalam proses pelatihan dan pendampingan.


Mereka dijadwalkan akan diberangkatkan secara bertahap mulai Juli, November, hingga Desember 2026 sesuai hasil kelulusan dan kesiapan masing-masing program.


UNIPA menegaskan bahwa Career Expo ini menjadi ruang penting bagi generasi muda Sikka, mengingat tingginya jumlah penduduk usia produktif yang mencapai sekitar 60 persen dari total 350 ribu lebih penduduk Kabupaten Sikka, namun belum semuanya memiliki akses informasi peluang kerja yang memadai.


“Selama ini banyak anak muda punya mimpi bekerja di luar negeri, tetapi tidak tahu jalurnya. Melalui kegiatan ini, mereka mulai mendapatkan jalan yang jelas,” demikian disampaikan dalam sesi pemaparan.


Melalui Career Expo Nusa Nipa, UNIPA bersama para mitra LPK membuktikan bahwa kampus tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga membuka akses nyata menuju dunia kerja internasional, khususnya Jepang, bagi anak-anak muda Flores.

✒️: Albert Cakramento