Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

AI Masuk Ruang Kelas, UPG 1945 NTT Hadirkan Seminar Pendidikan Masa Depan

Jumat, 12 Juni 2026 | Juni 12, 2026 WIB Last Updated 2026-06-23T02:34:05Z

 


Kupang, NTT – Transformasi digital dalam dunia pendidikan terus bergerak cepat. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT bekerja sama dengan Pengurus Besar PGRI, PGRI Provinsi Nusa Tenggara Timur, Acer Indonesia, dan Bank NTT menggelar Seminar dan Workshop bertajuk “AI in Education: Innovations for Future-Ready Learning” di Aula Ora et Labora UPG 1945 NTT, Kupang, Kamis (12/6/2026).


Kegiatan yang diikuti ratusan guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai daerah di NTT ini menjadi momentum penting dalam mempersiapkan dunia pendidikan menghadapi era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Selain membahas pemanfaatan teknologi AI dalam pembelajaran, kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UPG 1945 NTT dan Acer Indonesia sebagai langkah strategis memperkuat transformasi pendidikan digital.


Rektor UPG 1945 NTT menegaskan bahwa perkembangan teknologi AI telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pendidikan. Karena itu, tenaga pendidik dituntut untuk terus beradaptasi agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal dalam proses belajar mengajar.


Menurutnya, pemanfaatan AI bukan lagi sekadar tren, tetapi telah menjadi kebutuhan yang harus dipahami oleh guru dan lembaga pendidikan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi masa depan.


“Pendidikan harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Kehadiran AI memberikan banyak peluang bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membantu peserta didik mengembangkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21,” ujarnya.


Seminar dan workshop tersebut mendapat sambutan positif dari peserta yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur. Mereka memperoleh berbagai materi mengenai pemanfaatan AI dalam pendidikan, strategi pembelajaran berbasis teknologi, hingga tantangan dan peluang dunia pendidikan di era digital.


Para peserta juga mendapatkan kesempatan berdiskusi langsung dengan para narasumber terkait penerapan teknologi dalam lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi.


Antusiasme peserta menunjukkan semakin tingginya kesadaran tenaga pendidik terhadap pentingnya penguasaan teknologi digital sebagai bagian dari peningkatan kompetensi profesional.


Dalam kegiatan tersebut, Acer Indonesia menghadirkan berbagai inovasi teknologi yang dapat mendukung proses pembelajaran berbasis AI.


Narasumber dari Acer memaparkan bagaimana kecerdasan buatan dapat membantu guru dalam menyusun materi ajar, melakukan evaluasi pembelajaran, mengembangkan metode belajar yang lebih personal, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan kelas.


Teknologi AI juga dinilai mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik sehingga peserta didik dapat belajar sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.


Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UPG 1945 NTT dan Acer Indonesia.


Kerja sama ini bertujuan memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan industri teknologi dalam pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan digital.


Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak akan mendorong peningkatan kompetensi digital mahasiswa dan dosen, penguatan literasi teknologi, pengembangan program inovatif, serta pemanfaatan teknologi pendidikan yang lebih luas di lingkungan kampus.


Kolaborasi ini juga diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang mendukung terciptanya ekosistem pendidikan modern dan berdaya saing.


Tidak hanya membahas teknologi AI, kegiatan ini juga menghadirkan Bank NTT sebagai mitra edukasi yang memberikan materi mengenai tata kelola keuangan dan literasi finansial di era digital.


Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, penggunaan layanan perbankan digital secara aman, hingga cara menghindari berbagai risiko kejahatan digital yang semakin berkembang.


Kehadiran Bank NTT menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak di tengah perkembangan ekonomi digital.


Ketua PGRI Provinsi NTT menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan kompetensi guru menghadapi perubahan zaman.


Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi AI dan memahami literasi keuangan merupakan dua aspek penting yang harus dimiliki tenaga pendidik agar mampu menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masa depan.


“Guru harus terus belajar dan beradaptasi. AI bukan ancaman, tetapi peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan jika dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.


Melalui seminar dan workshop ini, peserta diharapkan mampu menerapkan berbagai pengetahuan yang diperoleh dalam lingkungan kerja masing-masing.


Kolaborasi antara UPG 1945 NTT, PGRI, Acer Indonesia, dan Bank NTT menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang modern, inklusif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan transformasi digital.


Dengan semakin berkembangnya teknologi kecerdasan buatan, dunia pendidikan dituntut untuk bergerak lebih cepat agar mampu menghasilkan generasi yang kompetitif, kreatif, dan siap menghadapi perubahan global.

✒️: kl