Kota Kupang, NTT – Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menegaskan bahwa budaya bukan hanya warisan dari leluhur, tetapi juga titipan yang harus dijaga untuk generasi mendatang. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menutup rangkaian kegiatan Malam Budaya GMIT Maranatha Oebufu, Senin malam (1/6/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya dengan penuh tanggung jawab karena nilai-nilai budaya akan diwariskan kembali kepada anak cucu di masa depan.
“Kebudayaan itu bukan hanya warisan dari leluhur kita, tetapi juga pinjaman dari anak cucu kita. Kalau kita berpikir hanya warisan, kita bisa suka-suka merubah atau memanipulasi. Tetapi kalau kita sadar ini juga pinjaman dari anak cucu, maka kita akan menjaga dengan baik,” ujar Christian Widodo.
Ia kemudian mengibaratkan budaya seperti jam tangan warisan keluarga yang harus dirawat dengan baik agar tetap utuh ketika suatu saat diwariskan kembali kepada generasi berikutnya.
Menurutnya, menjaga budaya bukan sekadar mempertahankan tradisi, tetapi juga menjaga identitas dan nilai kehidupan yang diwariskan para leluhur kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Christian Widodo turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaat GMIT Maranatha Oebufu yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam perjalanan pembangunan Kota Kupang selama bertahun-tahun.
“Kita baru saja merayakan HUT Kota Kupang ke-140 tahun dan 30 tahun menjadi daerah otonom. Itu perjalanan panjang yang dipenuhi pengorbanan, kerja keras, kesabaran, dan cinta dari banyak orang. Karena itu saya ingin menyampaikan terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam kepada warga jemaat GMIT Maranatha Oebufu,” katanya.
Ia menilai GMIT Maranatha Oebufu telah melahirkan banyak tokoh yang berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan, mulai dari pemerintahan, pendidikan, sosial, budaya, hingga pelayanan masyarakat.
“Saya tahu banyak dokter, profesor, ASN, dan tokoh-tokoh hebat lahir dari gereja ini. Karena itu malam ini saya hadir untuk memberikan penghormatan dan apresiasi yang tinggi,” ungkapnya.
Malam budaya tersebut juga bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Kupang menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak hanya dihafalkan dalam kegiatan seremonial.
“Pancasila bukan hanya dihafal di sekolah atau diucapkan saat upacara. Tetapi harus hidup nyata dalam cara kita memperlakukan sesama dengan kasih, persaudaraan, dan kebersamaan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan budaya seperti yang digelar GMIT Maranatha Oebufu menjadi contoh nyata pengamalan nilai Pancasila, khususnya dalam memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini orang saling bertemu, saling mengenal, bekerja bersama, dan membangun persaudaraan. Itu adalah wujud nyata Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Christian Widodo juga mengajak masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk bangga karena lahirnya Pancasila memiliki hubungan erat dengan bumi NTT, khususnya Kota Ende.
“Bung Karno pernah berkata, di kota ini kutemukan lima butir mutiara. Kita harus bangga karena Pancasila lahir di bumi kita. Itu adalah sumbangsih paling berharga masyarakat NTT untuk Indonesia,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Wali Kota Kupang mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan demi membangun Kota Kupang yang harmonis dan maju.
“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, saya Wali Kota Kupang dengan resmi menutup malam budaya GMIT Maranatha Oebufu,” pungkasnya.
✒️: kl
