KUPANG, NTT – Perjalanan Victor Dethan dari Tarus, Kabupaten Kupang, hingga menembus Tim Nasional Indonesia disebut menjadi bukti bahwa anak-anak muda Nusa Tenggara Timur mampu bersaing di level nasional. Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan San Pedro, Jhonson Dethan, dalam kegiatan jumpa fans bersama Victor Dethan di Kampus San Pedro, Senin (1/6/2026), yang sekaligus menjadi ajang motivasi bagi generasi muda NTT untuk berani bermimpi dan berjuang meraih prestasi.
Dalam sambutannya, Jhonson Dethan mengungkapkan bahwa perjalanan Victor menuju level sepak bola nasional bukan sesuatu yang mudah. Ia menilai keberhasilan Victor menjadi pemain tim nasional lahir dari perjuangan panjang, disiplin, dan pengorbanan besar sejak usia muda.
“Victor bukan lagi milik keluarga atau San Pedro. Dia sudah menjadi kebanggaan NTT dan Indonesia karena sudah berjuang untuk negara,” ujarnya.
Ia menceritakan, sejak memperkuat kelompok usia muda tim nasional, Victor mulai dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Makassar dan Flores yang memiliki kultur sepak bola sangat kuat.
“Kalau di Jawa atau Makassar, Victor punya foto ada di mana-mana karena dia pemain timnas. Waktu saya ke Flores juga banyak orang langsung kenal Victor,” katanya.
Menurut Jhonson Dethan, keberhasilan Victor harus menjadi motivasi bagi anak-anak muda NTT agar percaya bahwa mereka juga memiliki peluang untuk sukses di bidang olahraga maupun bidang lainnya.
Ia menegaskan bahwa untuk menjadi pemain nasional dibutuhkan perjuangan yang tidak mudah karena harus bersaing dengan jutaan anak muda lain di Indonesia.
“Masuk dalam tim nasional saja sudah susah, apalagi jadi pemain inti. Semua harus melalui seleksi ketat dan bersaing dengan pemain-pemain terbaik,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Jhonson Dethan juga menyebut beberapa pemain asal NTT lain yang dinilai berhasil mengharumkan nama daerah di sepak bola nasional, seperti Ferdinand dan Frankie Misa.
Menurutnya, NTT sebenarnya memiliki banyak talenta luar biasa, baik di sepak bola maupun cabang olahraga lain seperti atletik dan lari jarak jauh.
“NTT ini sebenarnya hebat-hebat. Banyak anak muda berbakat. Tinggal bagaimana kita dorong dan siapkan mereka supaya berkembang,” katanya.
Ia juga menceritakan latar belakang kehidupannya yang berasal dari Tarus, Kabupaten Kupang. Baginya, jika seseorang dari daerah sederhana mampu melahirkan pemain tim nasional seperti Victor, maka generasi muda lain juga memiliki peluang yang sama untuk berhasil.
“Saya ini dari Tarus. Kalau dari kampung saja bisa melahirkan Victor, berarti anak-anak muda lain juga bisa berhasil kalau mau berjuang,” ujarnya.
Selain membahas sepak bola, Jhonson Dethan turut memperkenalkan konsep pengembangan Kampus San Pedro yang ingin dibangun berbeda dari kampus pada umumnya.
Ia menjelaskan bahwa San Pedro tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga membuka peluang kerja dan pengalaman internasional bagi mahasiswa.
Saat ini, pihak yayasan sedang mengirim mahasiswa mengikuti program kerja dan pelatihan ke Israel dan Jepang agar mahasiswa memperoleh pengalaman global sekaligus penghasilan.
“Kami mau buat San Pedro berbeda. Kuliah bukan hanya keluar uang, tetapi juga bisa dapat uang dan pengalaman,” katanya.
Ia menjelaskan, mahasiswa yang mengikuti program luar negeri tersebut mendapatkan fasilitas lengkap, mulai dari tiket perjalanan, tempat tinggal, hingga penghasilan selama menjalani program.
Melalui kegiatan jumpa fans bersama Victor Dethan, pihak yayasan berharap generasi muda NTT semakin termotivasi untuk berani bermimpi besar, bekerja keras, dan terus berjuang meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Jangan takut bermimpi. Anak-anak NTT bisa bersaing dan bisa berhasil kalau mau berjuang,” tutup Jhonson Dethan.
✒️: kl
