KUPANG, NTT – Di tengah persaingan ketat dunia akademik internasional, seorang putra terbaik Nusa Tenggara Timur kembali mengharumkan nama Indonesia. Guru Besar Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Yantus A.B. Neolaka, S.Pd., M.Si., berhasil menembus jajaran Top 5% Scientists Worldwide 2026 berdasarkan pemeringkatan terbaru yang dirilis SciRank Global.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kualitas riset dan publikasi ilmiah dari kawasan timur Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia. Nama Prof. Yantus kini sejajar dengan para ilmuwan terbaik dunia yang dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan melalui karya-karya penelitian yang berdampak luas.
Berdasarkan data yang dihimpun Humas Universitas Nusa Cendana, pemeringkatan SciRank Global dilakukan melalui analisis jutaan peneliti aktif dari berbagai negara menggunakan basis data ilmiah terbuka OpenAlex. Dalam penilaian tersebut, SciRank mengukur produktivitas publikasi sekaligus dampak penelitian melalui tingkat sitasi yang diterima setiap karya ilmiah.
Keberhasilan masuk dalam kelompok lima persen ilmuwan terbaik dunia menunjukkan bahwa karya-karya akademik Prof. Yantus tidak hanya produktif dipublikasikan, tetapi juga menjadi rujukan penting bagi komunitas ilmiah internasional.
Bagi dunia pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur, capaian ini bukan sekadar prestasi individu. Pengakuan global tersebut sekaligus menjadi simbol kemajuan riset dan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki Universitas Nusa Cendana.
Prof. Yantus dikenal sebagai akademisi yang konsisten mengembangkan penelitian di bidang kimia serta aktif menghasilkan publikasi pada berbagai jurnal ilmiah bereputasi internasional. Konsistensi itulah yang mengantarkannya meraih berbagai pengakuan global dalam beberapa tahun terakhir.
Prestasi terbaru dari SciRank Global melengkapi deretan rekognisi internasional yang sebelumnya telah diraih. Pada tahun 2024 dan 2025, Prof. Yantus juga masuk dalam daftar World's Top 2% Scientist yang dirilis Stanford University bekerja sama dengan Elsevier, salah satu pemeringkatan ilmuwan paling bergengsi di dunia akademik.
Keberhasilan yang diraih secara beruntun tersebut menunjukkan bahwa pencapaian Prof. Yantus bukanlah hasil sesaat, melainkan buah dari dedikasi panjang, disiplin akademik, dan komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Dalam perspektif yang lebih luas, prestasi ini juga membawa pesan penting bahwa letak geografis bukanlah penghalang untuk meraih pengakuan internasional. Dari kampus yang berada di ujung timur Indonesia, karya ilmiah yang berkualitas tetap mampu menembus batas negara dan mendapat apresiasi dunia.
Bagi Universitas Nusa Cendana, capaian tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat reputasi sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada riset, inovasi, dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi masyarakat.
Lebih dari itu, keberhasilan Prof. Yantus diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda NTT untuk terus menekuni dunia akademik dan penelitian. Prestasi tersebut membuktikan bahwa ilmuwan dari daerah memiliki peluang yang sama untuk berdiri sejajar dengan para peneliti terbaik dunia selama mampu menjaga konsistensi, kualitas, dan integritas dalam berkarya.
Masuknya nama Prof. Yantus Neolaka dalam daftar Top 5% Scientists Worldwide 2026 menjadi penegasan bahwa dari Timur Indonesia lahir sumber daya manusia unggul yang mampu memberi kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan global.
Di tengah tantangan pembangunan pendidikan dan riset nasional, pencapaian ini menjadi kabar membanggakan sekaligus harapan bahwa semakin banyak putra-putri Indonesia, khususnya dari Nusa Tenggara Timur, yang mampu menorehkan prestasi serupa di masa mendatang.
✒️: kl
