Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Diduga “KABUR” Lewat Pintu Belakang, Bupati Sikka Diburu Pedagang Pasar Alok Yang Murka

Kamis, 11 Juni 2026 | Juni 11, 2026 WIB Last Updated 2026-06-11T14:33:28Z


MAUMERE, NTT – Suasana panas mewarnai Kantor DPRD Kabupaten Sikka, Kamis (11/6/2026). Puluhan pedagang Pasar Alok, yang mayoritas merupakan kaum ibu, mengamuk dan mengejar mobil dinas Bupati Sikka, Juventinus Prima Yoris Kago, setelah orang nomor satu di Kabupaten Sikka itu diduga meninggalkan gedung DPRD melalui pintu belakang saat massa menuntut audiensi.


Aksi dramatis tersebut terjadi usai rapat paripurna DPRD dengan agenda Keterangan Pemerintah atas Pemandangan Umum Fraksi terhadap Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2025.


Sejak pagi, puluhan pedagang telah memadati area DPRD Sikka. Mereka datang untuk menyampaikan protes keras atas pembongkaran lapak dagangan di Pasar Alok yang dinilai telah menghancurkan sumber penghidupan mereka.


Massa berharap dapat bertemu langsung dengan Bupati Sikka untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban atas kebijakan penertiban yang berujung pada pembongkaran lapak.


 Sesuai kesepakatan, audiensi dijadwalkan berlangsung setelah rapat paripurna berakhir.


Namun, harapan para pedagang pupus. Saat memasuki ruang rapat, mereka hanya mendapati Ketua DPRD Sikka, Stef Sumandi, bersama sejumlah anggota dewan. Kursi yang sebelumnya ditempati Bupati telah kosong.


Menyadari Bupati tidak berada di lokasi, massa langsung bergerak ke luar gedung. Informasi yang beredar menyebutkan Bupati telah meninggalkan area DPRD melalui pintu belakang.


Puluhan pedagang kemudian berlarian melakukan pengejaran. Beberapa emak-emak bahkan nekat mengejar mobil dinas bernomor polisi EB 1 yang melaju meninggalkan kompleks DPRD menuju Kantor Bupati.


"Itu dia, kejar-kejar! Bupati pengecut, Bupati tidak bertanggung jawab!" teriak salah seorang pedagang dengan nada kecewa. 


Pedagang lainnya juga meluapkan kemarahan.

"Bupati lari tinggalkan kami masyarakat.

 Gunanya apa ada Bupati kalau tidak mau dengar rakyat?" serunya.


Meski sempat melakukan pengejaran, massa gagal menghentikan kendaraan dinas tersebut. Audiensi akhirnya tetap dilanjutkan bersama pimpinan DPRD dan Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi.


Di dalam ruang pertemuan, suasana kembali memanas. Para pedagang bergantian menyampaikan kekecewaan terhadap sikap pemerintah yang dianggap menghindari dialog langsung dengan masyarakat yang sedang menghadapi dampak pembongkaran lapak usaha mereka.


Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, Bupati Sikka Juventinus Prima Yoris Kago membantah tudingan bahwa dirinya melarikan diri dari kejaran massa pedagang Pasar Alok.


Menurutnya, kepergiannya dari gedung DPRD dilakukan karena adanya agenda penting lain yang telah dijadwalkan sebelumnya.


"Saya tidak melarikan diri. Ada agenda penting yang harus saya hadiri," ujar Bupati membantah tudingan tersebut.


Terlepas dari bantahan itu, peristiwa kejar-kejaran antara pedagang dan mobil dinas Bupati menjadi sorotan publik. Insiden ini memperlihatkan tingginya tensi dan kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan penataan Pasar Alok yang hingga kini masih menyisakan polemik di tengah warga Kabupaten Sikka.

✒️: Albert Cakramento