Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Pasca Kunjungan Wapres, Usulan Masyarakat Amfoang untuk Jembatan Kapsali dan Termanu Mulai Ditindaklanjuti

Jumat, 05 Juni 2026 | Juni 05, 2026 WIB Last Updated 2026-06-05T08:07:46Z

 


KUPANG, NTT Usulan masyarakat Amfoang terkait pembangunan kembali Jembatan Kapsali dan Jembatan Termanu yang disampaikan langsung kepada Wakil Presiden saat kunjungannya ke Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu kini mulai ditindaklanjuti pemerintah pusat. Kedua jembatan yang mengalami kerusakan akibat Badai Seroja tersebut dipastikan masuk dalam skema penanganan melalui dana bencana dan saat ini telah memasuki tahap persiapan teknis.


Kabar tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi NTT, Simson Polin, usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II dan instansi terkait di Kupang, Jumat (5/6/2026).


Menurut Simson, perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan infrastruktur di wilayah Amfoang mulai terlihat setelah aspirasi masyarakat disampaikan secara langsung kepada Wakil Presiden dalam kunjungan kerja ke NTT beberapa waktu lalu.


"Jembatan Kapsali dan Jembatan Termanu menjadi perhatian khusus karena kerusakannya terjadi akibat Badai Seroja. Tadi dalam rapat disampaikan bahwa penanganannya akan menggunakan dana bencana dan saat ini sudah masuk tahap persiapan," ujar Simson.


Ia menjelaskan, perwakilan Balai Jalan Nasional dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa survei lapangan terhadap kedua jembatan sudah dilakukan. Hasil survei tersebut akan menjadi dasar penyusunan langkah lanjutan hingga pelaksanaan pembangunan.


Menurutnya, pemerintah pusat menaruh perhatian serius terhadap infrastruktur yang terdampak bencana karena memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan dan daerah terpencil seperti Amfoang.


Selain membahas jembatan, rapat juga mengupas usulan perubahan status sejumlah ruas jalan daerah menjadi jalan nasional. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka akses pendanaan dari APBN sehingga pembangunan jalan yang selama ini sulit ditangani melalui APBD dapat segera direalisasikan.


Simson menyebut total ruas jalan yang diusulkan untuk perubahan status mencapai sekitar 1.012 kilometer yang tersebar di berbagai wilayah NTT, termasuk Pulau Flores dan Pulau Sumba.


"Kalau statusnya berubah menjadi jalan nasional, maka pembiayaannya dapat ditangani oleh pemerintah pusat melalui APBN. Ini tentu akan sangat membantu daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur," jelasnya.


Ia menambahkan, selain Jembatan Kapsali dan Termanu, terdapat sejumlah jembatan lain yang juga menjadi perhatian Balai Jalan Nasional untuk ditangani sesuai tingkat prioritas dan sumber pendanaan yang tersedia.


Masyarakat Amfoang sendiri selama ini berharap pembangunan kembali kedua jembatan tersebut segera dilakukan karena memiliki peran vital dalam menunjang mobilitas warga, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi masyarakat.


Dengan mulai ditindaklanjutinya usulan tersebut, masyarakat kini berharap proses penganggaran dan pelaksanaan pembangunan dapat berjalan lancar sehingga akses transportasi yang sempat terganggu akibat bencana dapat kembali normal dan lebih aman digunakan.

✒️: kl