KUPANG, NTT– Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, mengungkapkan bahwa Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo direncanakan akan mengunjungi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam waktu dekat. Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus) DPW PSI NTT di Hotel Harper Kupang, Jumat (12/6/2026).
Menurut Grace, kunjungan tersebut masih dalam tahap pematangan agenda bersama berbagai pihak. Namun jika tidak ada aral melintang, Jokowi dijadwalkan menyapa langsung masyarakat NTT pada bulan depan.
"Kalau tidak ada aral melintang, rencananya bulan depan Pak Jokowi akan menyapa masyarakat NTT. Jadi memang beliau ini sayang sekali dengan NTT. Lama tidak berkeliling dan pasca menyelesaikan masa jabatannya, salah satu daerah yang akan beliau kunjungi pertama kali adalah NTT," ujar Grace Natalie.
Ia menjelaskan bahwa saat ini agenda kunjungan masih terus disusun. Dalam waktu dekat sejumlah pengurus PSI, termasuk Ketua DPW PSI NTT yang juga Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dijadwalkan bertemu langsung dengan Jokowi untuk mematangkan agenda kunjungan tersebut.
"Nah, itu agendanya sedang disusun. Makanya Bro Kris juga sebagai Pak Wali Kota dalam waktu dekat akan bertemu dengan beliau untuk berdiskusi secara langsung, mematangkan rencana. Karena pasti banyak yang mau ditemui dan banyak yang mau dikerjakan. Bagaimana mengefektifkan waktu kunjungan itu nanti sedang dalam proses diskusi bersama Pak Jokowi," katanya.
Selain membahas rencana kunjungan Jokowi, Rakorwilsus PSI NTT juga difokuskan pada percepatan pembentukan struktur partai hingga tingkat desa dan kelurahan sebagai persiapan menghadapi verifikasi partai politik menjelang Pemilu 2029.
"Ini dalam rangka agar segera melengkapi struktur sampai dengan tingkat desa dan kelurahan. Jadi tidak hanya di NTT, tetapi serentak di berbagai daerah lain juga sedang berlangsung. Karena tahun depan kita sudah masuk verifikasi," jelas Grace.
Menurutnya, pembenahan struktur tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menyambut bergabungnya secara formal Dewan Pembina PSI yang berinisial "J". PSI ingin memastikan seluruh perangkat partai telah siap sehingga roda organisasi dapat langsung bergerak cepat.
"Kita ingin agar ketika Bapak Dewan Pembina resmi masuk dan memakai jaket PSI, semuanya sudah siap. Roda partai tidak hanya bergerak, tetapi langsung berlari," ujarnya.
Grace optimistis NTT dapat menjadi salah satu basis kekuatan PSI pada masa mendatang.
"Kalau kemarin ada yang bilang Jawa Tengah akan menjadi kandang gajah, maka NTT juga harus bisa menjadi kandang gajah, kandangnya anak-anak gajah," katanya.
Sementara itu, Ketua DPW PSI NTT dr. Christian Widodo menegaskan bahwa partainya telah menyiapkan target politik yang cukup ambisius pada Pemilu 2029.
Menurut Christian, PSI menargetkan terbentuknya fraksi partai di setiap kabupaten dan kota di NTT, sekaligus mengirimkan wakil ke DPR RI dari dua daerah pemilihan di provinsi tersebut.
"Kalau target kita nanti pada Pemilu 2029, setiap daerah harus punya satu fraksi. Kalau DPR RI-nya juga kita berharap setiap dapil, karena ada dua dapil di NTT, masing-masing bisa mengirimkan satu kursi PSI ke Senayan," tegas Christian.
Saat ditanya mengenai kemungkinan Ketua Umum PSI maju sebagai calon legislatif dari Daerah Pemilihan NTT II, Christian menyebut keputusan tersebut masih menjadi pertimbangan internal partai.
"Itu kita semua belum tahu. Mas Ketum punya beberapa opsi. Tentu beliau akan memilih yang terbaik untuk kepentingan PSI. Jadi kita semua bersabar karena ini masih menuju 2029," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Grace Natalie juga menegaskan dirinya akan kembali maju sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2029 dari daerah pemilihannya di Jakarta.
"Saya pasti akan maju kembali. Apalagi kali ini kami optimistis akan bisa sampai ke Senayan. Dua pemilu yang lalu saya berhasil memperoleh suara terbanyak di Jakarta, tetapi belum dilantik. Jadi kali ini saya optimistis bisa mendapatkan kesempatan itu," katanya.
Rakorwilsus PSI NTT juga menjadi momentum pengenalan sejumlah tokoh baru yang bergabung dengan partai berlambang gajah tersebut. Salah satu yang menarik perhatian adalah bergabungnya Yuven Turun, tokoh yang selama ini dikenal sebagai kader Partai NasDem.
Selain Yuven Turun, PSI juga memperkenalkan sejumlah tokoh lainnya, di antaranya Ketua Pemuda GMIT Eren S. Blegur, Ursula, mantan Ketua Klasis Kota Kupang, serta sejumlah tokoh masyarakat yang secara simbolis menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI.
Christian Widodo mengatakan masuknya berbagai tokoh dari latar belakang yang berbeda menunjukkan bahwa PSI semakin terbuka dan menjadi rumah bersama bagi masyarakat yang memiliki visi yang sama untuk membangun daerah dan bangsa.
"Kita ini sudah menjadi partai yang super terbuka. Kita inklusif. Siapa saja boleh bergabung selama DNA-nya sama. Hari ini secara simbolis ada lima orang yang menerima KTA, tetapi sebenarnya masih banyak yang sudah menyatakan minat untuk bergabung dengan PSI," ungkapnya.
Menutup Rakorwilsus, baik Grace Natalie maupun Christian Widodo menyatakan optimisme bahwa PSI akan terus berkembang di NTT melalui penguatan struktur organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung agenda perubahan yang diusung partai tersebut.
"Kami optimistis dengan kerja-kerja yang dilakukan teman-teman PSI di NTT. Semangatnya luar biasa dan kami yakin PSI akan semakin besar di NTT," pungkas Christian Widodo.
✒️: kl
