Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Kadin Rote Ndao Fasilitasi 5 Pemuda Ikuti Program Working Holiday Visa Australia

Senin, 15 Juni 2026 | Juni 15, 2026 WIB Last Updated 2026-06-15T05:23:37Z

 

Diaspora for Rote NTT dan Kadin Rote Ndao membuka peluang kerja internasional bagi generasi muda melalui program Working Holiday Visa Australia yang diawali dengan kursus bahasa Inggris di Kupang.


Kupang, NTT, 15 Juni 2026 – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Rote Ndao memfasilitasi lima orang putra-putri daerah yang memiliki KTP Rote Ndao untuk mengikuti program Working Holiday Visa (WHV) ke Australia.


Program tersebut dikoordinasikan oleh Diaspora for Rote NTT dan didukung penuh oleh Kadin Rote Ndao sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka akses kerja internasional bagi generasi muda daerah.


Ketua Kadin Rote Ndao, Simson Polin, mengatakan program ini merupakan langkah awal untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak muda Rote Ndao memperoleh pengalaman kerja dan pembelajaran di luar negeri.


Menurut Simson, para peserta yang nantinya berhasil bekerja di Australia diharapkan dapat kembali ke daerah dan menerapkan ilmu, pengalaman, kedisiplinan kerja, serta keterampilan yang diperoleh selama berada di luar negeri.


"Kami berharap lima pemuda yang difasilitasi ini dapat memanfaatkan kesempatan dengan baik. Ketika kembali ke Rote Ndao, mereka dapat membawa pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan yang diperoleh untuk diterapkan dalam pembangunan daerah masing-masing," ujar Simson Polin.


Sekretaris Diaspora for Rote NTT, Hengky Mesang, menjelaskan bahwa lima peserta yang terpilih akan terlebih dahulu mengikuti kursus bahasa Inggris di Kota Kupang yang dijadwalkan mulai pada 20 Juni 2026.


Pelatihan bahasa Inggris tersebut menjadi tahapan awal yang harus diikuti peserta sebelum memasuki proses seleksi Working Holiday Visa Australia.


"Peserta akan mengikuti kursus bahasa Inggris terlebih dahulu. Setelah itu mereka akan mengikuti tes IELTS atau TOEFL yang direncanakan dilaksanakan di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang maupun Universitas Nusa Cendana," jelas Hengky.


Ia menambahkan, peserta yang memperoleh nilai sesuai standar persyaratan Working Holiday Visa akan melanjutkan ke tahapan seleksi administrasi dan pemeriksaan kesehatan sebagai syarat pengurusan visa dan paspor.


Selain kemampuan bahasa, salah satu syarat utama program WHV adalah kepemilikan dana awal yang dibuktikan melalui rekening tabungan. Sesuai ketentuan program, peserta harus memiliki saldo sekitar Rp50 juta sebagai bukti kemampuan finansial saat memasuki Australia.


Untuk membantu memenuhi persyaratan tersebut, Diaspora for Rote NTT bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao sedang mengupayakan skema fasilitasi melalui Bank NTT.


"Dana tersebut direncanakan dapat difasilitasi melalui pinjaman Bank NTT. Setelah peserta memperoleh pekerjaan di Australia, pinjaman tersebut akan dikembalikan sesuai mekanisme yang berlaku," kata Hengky.


Menurutnya, peluang program Working Holiday Visa ini juga telah dibahas dalam pertemuan antara Bupati Rote Ndao dengan Wakil Wali Kota Darwin, Amy Un, yang difasilitasi oleh Diaspora for Rote NTT.


Dalam pertemuan tersebut, Bupati Rote Ndao memberikan respons positif terhadap peluang yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda daerah melalui program Working Holiday Visa.


Selain itu, Diaspora for Rote NTT juga telah melakukan pertemuan dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur NTT menyambut positif program WHV dan berharap ke depan semakin banyak anak-anak NTT yang memperoleh kesempatan serupa.


"Gubernur NTT memberikan respons yang sangat baik terhadap program ini. Beliau berharap ke depan tidak hanya anak-anak Rote Ndao yang bisa mengikuti Working Holiday Visa, tetapi semakin banyak anak-anak NTT yang mendapatkan kesempatan yang sama untuk bekerja dan memperoleh pengalaman internasional di Australia," ujar Hengky.


Sementara itu, Ketua Diaspora for Rote, Alfred Zakharias, berharap lima peserta yang difasilitasi pada tahap awal ini dapat menjadi pelopor bagi generasi muda Rote Ndao lainnya.


Ia menjelaskan bahwa program tersebut dirancang agar manfaatnya terus berkembang dan dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.


"Kami berharap jika mereka berhasil lolos dan bekerja di Australia, ini menjadi motivasi dan contoh bagi anak-anak Rote lainnya untuk mengikuti jejak yang sama," kata Alfred.


Menurut Alfred, terdapat komitmen yang telah disepakati sejak awal bahwa peserta yang berhasil dan telah bekerja di Australia nantinya wajib membantu satu orang saudara atau anak muda asal Rote Ndao untuk mengikuti program yang sama.


"Sesuai kesepakatan yang telah dibangun sejak awal, peserta yang berhasil dan sudah bekerja nantinya wajib memfasilitasi serta membiayai satu orang saudara atau anak muda asal Rote Ndao untuk mengikuti program ini. Dengan cara ini kesempatan yang diperoleh tidak berhenti pada satu orang saja, tetapi terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Rote secara berkelanjutan," tegasnya.


Program Working Holiday Visa Australia sendiri merupakan program yang memberikan kesempatan kepada kaum muda untuk bekerja sambil berlibur di Australia dalam jangka waktu tertentu. Program ini menjadi salah satu jalur yang banyak diminati karena membuka peluang memperoleh pengalaman kerja internasional sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa dan keterampilan kerja.


Pendaftaran program Working Holiday Visa Australia umumnya dibuka setiap tahun pada periode September hingga Oktober. Karena itu, para peserta yang mengikuti program persiapan saat ini diharapkan telah siap menghadapi seluruh tahapan seleksi ketika pendaftaran dibuka.


Melalui kolaborasi antara Diaspora for Rote NTT, Kadin Rote Ndao, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, dan dukungan Pemerintah Provinsi NTT, diharapkan semakin banyak generasi muda daerah yang mampu bersaing di tingkat global serta membawa manfaat bagi pembangunan Rote Ndao dan Nusa Tenggara Timur di masa mendatang.

✒️: kl