Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Lepas 671 Siswa PKL, Frengky Lesiangi: Pergi 671, Pulang Harus Tetap 671

Jumat, 12 Juni 2026 | Juni 12, 2026 WIB Last Updated 2026-06-12T01:42:15Z

 


KUPANG, NTT – Plt Kepala SMKN 1 Kupang, Frengky Lesiangi, memberikan pesan tegas kepada 671 siswa kelas XII yang akan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama enam bulan. Dalam arahannya, Frengky menekankan bahwa seluruh siswa yang diberangkatkan harus kembali dalam jumlah yang sama, sehat, selamat, dan tanpa masalah. 


"Pergi 671, pulang 671. Tidak boleh kurang satu atau bertambah satu," tegas Frengky saat melepas peserta PKL di halaman SMKN 1 Kupang, Jumat (12/6/2026).


Menurut Frengky, para siswa yang berdiri di hadapannya kini telah berada pada jenjang pendidikan tertinggi di sekolah dan menjadi teladan bagi adik-adik kelas mereka.


"Hari ini Anda berdiri di depan saya dengan status kelas XII. Kemarin kelas XI, hari ini kelas XII. Artinya secara tingkatan pendidikan, Anda berada pada tingkatan akhir atau yang paling senior. Saat Anda berada di lapangan ini, Anda juga ditonton oleh adik-adik kelas yang akan mengikuti jejak Anda," ujarnya.


Ia mengajak seluruh siswa untuk bersyukur karena dapat mencapai tahap tersebut dan memperoleh kesempatan mengikuti PKL sebagai bagian dari proses pendidikan menuju dunia kerja.


Dalam kesempatan itu, Frengky mengingatkan bahwa saat meninggalkan lingkungan sekolah, setiap siswa membawa tanggung jawab besar untuk menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan almamater. 


"Saat Anda keluar dari SMKN 1 Kupang, ada tiga hal yang Anda bawa di pundak Anda. Pertama nama baik diri sendiri, kedua nama baik orang tua dan keluarga, dan ketiga nama baik bapak-ibu guru serta almamater sekolah," katanya.


Frengky menjelaskan bahwa PKL merupakan bagian penting dari proses pendidikan sekaligus salah satu syarat kelulusan siswa kelas XII. Karena itu, para siswa harus menunjukkan kemampuan terbaik selama berada di dunia industri dan dunia kerja.


"Enam bulan kami memberikan izin dan mempercayakan Anda berada di luar sekolah. Itu bukti bahwa bapak-ibu guru percaya Anda sanggup melaksanakan tugas ini dengan baik. Untuk itu lakukan yang terbaik," ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya disiplin selama menjalani PKL. Menurutnya, budaya kerja berbeda dengan kehidupan sekolah sehingga siswa harus mampu menyesuaikan diri dengan aturan dan waktu kerja yang berlaku.


"Kalau tempat kerja mengharuskan masuk pukul 07.00, maka pukul 07.00 Anda sudah harus siap bekerja. Bahkan kalau perlu pukul 06.59 Anda sudah berada di lokasi," tegasnya.


Selain disiplin, Frengky mengingatkan para siswa agar selalu menerapkan budaya 5S yang selama ini menjadi bagian dari karakter SMKN 1 Kupang, yakni Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun. 


"Rajinlah tersenyum, rajin menyapa, rajin memberi salam, serta tunjukkan sikap sopan dan santun. Itu adalah karakter yang Anda bawa dari rumah dan harus terus ditunjukkan di tempat kerja," pesannya.


Lebih lanjut, Frengky mengungkapkan bahwa selama menjalani PKL, para siswa tetap diwajibkan mengikuti pendalaman materi setiap hari Sabtu, khususnya untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Program tersebut disiapkan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA).


Menurutnya, hasil TKA nantinya dapat menjadi salah satu modal penting bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja.


"Tes Kompetensi Akademik membantu mengukur kemampuan siswa dan dapat menjadi nilai tambah bagi mereka yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri," jelasnya.


Berdasarkan data panitia, jumlah peserta PKL Tahun Pelajaran 2026/2027 mencapai 671 siswa yang berasal dari lima program keahlian. Program Keahlian MPLB sebanyak 139 siswa, AKL 136 siswa, ULP 130 siswa, PS 127 siswa, dan TJKT 139 siswa.


Dari total peserta tersebut, sebanyak 639 siswa ditempatkan di berbagai Dunia Usaha, Dunia Industri dan Dunia Kerja (DUDIKA) di Kota Kupang, sedangkan 32 siswa lainnya menjalani PKL di luar Kota Kupang.


Untuk Program Keahlian AKL, sebanyak 134 siswa ditempatkan di Kota Kupang dan dua siswa menjalani PKL di Cipta Sarana Cendikia, Malang. Program Keahlian ULP menempatkan seluruh 130 siswanya di Kota Kupang.


Sementara itu, Program Keahlian PS menempatkan 131 siswa pada 49 DUDI di Kota Kupang dan 48 siswa pada 48 DUDI di luar Kota Kupang, termasuk dua siswa yang menjalani PKL di Lotte Mart Surabaya.


Adapun Program Keahlian TJKT menempatkan 164 siswa pada 56 DUDI di Kota Kupang dan delapan siswa pada sejumlah DUDI di luar Kota Kupang.


Pelaksanaan PKL tersebut didampingi oleh 86 guru pembimbing yang terdiri dari guru mata pelajaran umum, guru kejuruan dari lima program keahlian, serta koordinator terkait.


Frengky juga mengingatkan para siswa agar menjaga kesehatan, keselamatan, dan menjauhi berbagai tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun sekolah selama menjalani PKL.


"Jaga diri baik-baik, makan teratur supaya tidak sakit, pulang tepat waktu, dan jangan melakukan hal-hal yang tidak perlu. Saya berharap tahun ini tidak ada kasus yang harus ditangani selama pelaksanaan PKL," katanya.


Mengakhiri arahannya, Frengky secara resmi melepas 671 siswa SMKN 1 Kupang untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan selama enam bulan, terhitung mulai 15 Juni hingga 15 Desember 2026.


Pelepasan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para siswa, guru, dan orang tua yang hadir, menandai dimulainya perjalanan para peserta didik untuk mengasah keterampilan, memperluas pengalaman kerja, serta mempersiapkan diri memasuki dunia kerja maupun pendidikan tinggi.

✒️: kl