Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Rektor UPG 1945 NTT: PMB Gelombang III Dibuka, Pendaftar Sudah Tembus 1.000 Orang

Selasa, 23 Juni 2026 | Juni 23, 2026 WIB Last Updated 2026-06-23T02:12:08Z


Kupang, NTT – Rektor Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT, Ully Riwu Kaho, mengungkapkan rasa syukur atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027. Hingga pelaksanaan tes PMB Gelombang II pada Selasa (23/6/2026), jumlah peserta yang mendaftar dan mengikuti tes telah menembus angka 1.000 orang, bahkan masih bertambah melalui jalur daring.


Menurut Ully Riwu Kaho, capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap UPG 1945 NTT terus meningkat dari tahun ke tahun.


"Kami bersyukur kepada Tuhan karena masyarakat NTT ternyata masih percaya, bahkan semakin percaya kepada UPG 1945 NTT. Indikatornya terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti tes PMB. Gelombang pertama dan kedua saja sudah mencapai lebih dari seribu peserta, ditambah peserta yang mengikuti secara online," ujar Ully saat diwawancarai di Kampus UPG 1945 NTT, Kupang.


Ully menjelaskan, tingginya minat calon mahasiswa tidak terlepas dari visi kampus yang berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang terjangkau bagi masyarakat NTT.


Menurutnya, UPG 1945 NTT hadir untuk menjawab tantangan ekonomi masyarakat dengan menawarkan biaya kuliah yang murah namun tetap mengedepankan kualitas pendidikan.


"Kami selalu menyampaikan bahwa UPG menghadirkan pendidikan tinggi yang murah, tetapi bukan murahan. Fokus kami adalah memberikan akses pendidikan kepada masyarakat yang mungkin memiliki keterbatasan ekonomi, tanpa mengurangi mutu pendidikan yang diberikan," tegasnya.


Ia menilai kepercayaan masyarakat merupakan modal penting bagi kampus untuk terus berkembang sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTT.


Selain menyediakan pendidikan yang terjangkau, UPG 1945 NTT juga berkomitmen mendukung program nasional peningkatan angka partisipasi pendidikan tinggi.


Ully menyoroti masih rendahnya angka lulusan SMA yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di NTT. Berdasarkan data yang dipaparkannya, hanya sekitar tiga persen lulusan yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.


"Ini menjadi tantangan besar bagi NTT. Kalau angka partisipasi pendidikan tinggi masih rendah, tentu akan berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Karena itu UPG hadir untuk membantu meningkatkan angka tersebut," katanya.


Ia menambahkan, meskipun secara nasional jumlah mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi swasta mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, UPG justru mencatat peningkatan signifikan.


"Tahun ini kami membuat lompatan besar. Secara kuantitas hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Ini menunjukkan masyarakat semakin percaya kepada UPG," ujarnya.


Meski jumlah peserta sudah melampaui target awal, UPG 1945 NTT masih membuka kesempatan bagi lulusan SMA/SMK yang ingin melanjutkan pendidikan melalui PMB Gelombang III.


Menurut Ully, pembukaan gelombang ketiga merupakan bagian dari komitmen kampus untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada generasi muda NTT mengakses pendidikan tinggi.


"Kami masih membuka Gelombang III. Kami ingin membuka tangan selebar-lebarnya bagi anak-anak NTT yang ingin kuliah. Kalau biaya kuliah di tempat lain dirasa cukup tinggi, maka UPG bisa menjadi solusi," jelasnya.


Salah satu faktor yang membuat minat masyarakat terus meningkat adalah hadirnya berbagai program unggulan yang berpihak kepada mahasiswa.


UPG 1945 NTT memiliki program Gong Prestasi, yang memberikan penghargaan dan bantuan pendidikan kepada mahasiswa berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik.


Selain itu, kampus juga menghadirkan program Jamkesmawa (Jaminan Kesehatan Mahasiswa) yang memberikan perlindungan kepada mahasiswa dalam kondisi tertentu.


"Kami punya program Gong Prestasi untuk mahasiswa yang berprestasi. Kami juga memiliki Jamkesmawa. Bahkan jika ada mahasiswa yang sakit atau mengalami musibah hingga meninggal dunia, kampus hadir membantu dan menanggung biaya sesuai program yang tersedia," ungkapnya.


Menurut Ully, program-program tersebut menjadi bukti bahwa kampus tidak hanya berfokus pada proses perkuliahan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan mahasiswa.


UPG 1945 NTT juga terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik.


Mahasiswa didorong aktif dalam kegiatan olahraga, seni, organisasi, hingga pengembangan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja.


"Kami ingin menghasilkan lulusan yang bukan hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kompetensi dan keterampilan yang membuat mereka mampu bersaing di dunia kerja," jelasnya.


Ia optimistis peningkatan jumlah mahasiswa baru tahun ini akan menjadi momentum penting bagi UPG 1945 NTT untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di NTT.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan anak-anaknya kepada UPG 1945 NTT. Kami akan terus menjaga kepercayaan itu dengan menghadirkan pendidikan yang bermutu, berkualitas, dan berbudaya," pungkasnya.

✒️: kl