Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Sepak Bola Menyatukan, Hoaks Memecah Belah! Nobar Piala Dunia 2026 di Waingapu Gaungkan Persatuan

Senin, 22 Juni 2026 | Juni 22, 2026 WIB Last Updated 2026-06-22T09:20:21Z

 


WAINGAPU, NTTNobar Piala Dunia 2026 di Waingapu tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola dunia, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi untuk melawan hoaks dan memperkuat persatuan masyarakat. Melalui kegiatan yang digelar GKS Manubara bersama komunitas Ojol Waingapu, warga diajak bijak bermedia sosial, menolak provokasi, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman.


Kegiatan berlangsung di Pastori GKS Manubara, Kelurahan Kamalaputi, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Minggu (21/6/2026). Nobar pertandingan penyisihan Piala Dunia 2026 antara Selandia Baru dan Mesir itu menjadi ruang silaturahmi lintas masyarakat sekaligus panggung penyadaran publik tentang bahaya penyebaran informasi palsu yang dapat mengganggu persatuan bangsa.


Di hadapan peserta yang hadir, Pendeta Aprianus Meta Djangga Uma menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.


"Kita harus terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan mudah terprovokasi oleh isu maupun hoaks yang dapat merusak kerukunan umat beragama dan kehidupan bermasyarakat. Kedamaian yang telah terbangun harus dijaga bersama," ujarnya.


Menurutnya, media sosial harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab agar tidak menjadi sarana penyebaran informasi yang memicu konflik di tengah masyarakat.


Pesan serupa juga disampaikan Koordinator Ojol Waingapu, Ari Suprato. Ia menilai kegiatan nobar menjadi wadah efektif untuk mempererat hubungan sosial antarwarga sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga persaudaraan.


"Kegiatan nobar ini bukan hanya soal sepak bola. Ini juga menjadi sarana silaturahmi agar masyarakat saling mengenal dan semakin dekat. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi," katanya.


Ari menambahkan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan modal utama dalam membangun daerah dan bangsa. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama menjaga suasana yang aman, damai, dan harmonis.


Suasana nobar berlangsung penuh keakraban. Warga dari berbagai latar belakang tampak antusias mengikuti jalannya pertandingan sambil berbincang dan mempererat hubungan sosial. Semangat sportivitas yang ditampilkan dalam ajang Piala Dunia menjadi simbol bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan dalam damai.


Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna tersebut, GKS Manubara dan Ojol Waingapu menunjukkan bahwa menjaga persatuan tidak selalu dilakukan melalui forum formal. Dari layar pertandingan sepak bola lahir pesan kuat agar masyarakat Sumba Timur tetap solid, waspada terhadap hoaks, serta menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi mengancam kerukunan dan kebersamaan.


"Sepak bola menyatukan, hoaks memecah belah. Karena itu, mari menjaga persaudaraan dan merawat Indonesia dari Sumba Timur," menjadi pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.

✒️: Albert Cakramento