KUPANG, NTT – Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT kembali mencatat lonjakan minat calon mahasiswa baru pada pelaksanaan Tes Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Gelombang II yang berlangsung di Kampus UPG 1945 NTT, Selasa (23/6/2026). Tingginya jumlah peserta membuat pihak kampus optimistis target penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 akan tercapai bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
Ketua Panitia PMB sekaligus Dekan Fakultas Pertanian UPG 1945 NTT, Henny A. Raga, SP., MP, mengungkapkan jumlah peserta yang mengikuti tes secara luring mencapai lebih dari seribu orang. Sementara peserta yang mengikuti tes secara daring tercatat lebih dari 500 orang.
"Kami cukup berbangga karena UPG 1945 NTT masih menjadi pilihan masyarakat. Ini menunjukkan kepercayaan orang tua dan calon mahasiswa terhadap kampus kami terus meningkat dari tahun ke tahun," ujar Henny.
Menurutnya, pada PMB Gelombang I sebelumnya jumlah peserta mencapai sekitar 600 orang. Dengan tambahan lebih dari seribu peserta pada gelombang kedua, target penerimaan mahasiswa baru sebanyak 1.500 orang diyakini dapat tercapai bahkan berpotensi melampaui target.
"Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Dengan jumlah peserta yang datang saat ini, kami optimistis target tahun ini bisa tercapai bahkan melebihi yang kami rencanakan," katanya.
Meski PMB Gelombang II sedang berlangsung, UPG 1945 NTT masih membuka kesempatan bagi calon mahasiswa yang belum sempat mendaftar. Kampus tersebut berencana membuka PMB Gelombang III pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.
Henny menjelaskan, beberapa program studi masih menjadi favorit calon mahasiswa. Di antaranya Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), serta sejumlah program studi lain yang selama ini banyak melahirkan atlet berprestasi tingkat daerah maupun nasional.
"Kami terus memberikan dukungan kepada mahasiswa berprestasi, termasuk atlet yang mengharumkan nama NTT. Karena itu minat terhadap program studi tersebut cukup tinggi setiap tahun," jelasnya.
Ia menilai meningkatnya jumlah pendaftar tidak terlepas dari kondisi sosial ekonomi masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan tinggi dengan biaya yang terjangkau namun tetap berkualitas.
Menurut Henny, sebagai perguruan tinggi swasta di bawah Yayasan Pendidikan Gereja di Indonesia (PGLI), UPG 1945 NTT lebih mengedepankan pelayanan pendidikan dibanding orientasi keuntungan.
"Kami fokus membantu masyarakat mendapatkan pendidikan tinggi dengan biaya yang terjangkau. Bukan mengejar keuntungan semata. Kami ingin setiap keluarga di NTT memiliki anggota yang mengenyam pendidikan tinggi," tegasnya.
Ia juga memastikan kualitas pendidikan di UPG 1945 NTT tetap terjaga dengan dukungan dosen yang sesuai kompetensi dan bidang keilmuan masing-masing. Selain itu, banyak alumni kampus tersebut yang telah berhasil menduduki berbagai posisi strategis di pemerintahan maupun sektor lainnya.
Henny menambahkan, UPG 1945 NTT juga memiliki berbagai program pendampingan mahasiswa, termasuk program bantuan sosial bagi mahasiswa yang mengalami musibah.
Karena itu, ia mengajak para lulusan SMA/SMK yang belum mendapatkan tempat kuliah untuk tidak ragu memilih UPG 1945 NTT sebagai tempat melanjutkan pendidikan.
"Jika masih ada adik-adik yang belum mendapatkan tempat kuliah, jangan ragu memilih UPG 1945 NTT. Kami menawarkan pendidikan berkualitas dengan biaya yang tidak memberatkan orang tua," pungkasnya.
✒️: kl
