![]() |
KUPANG, NTT – Sebanyak 367 siswa baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMK Negeri 5 Kupang. Di tengah tingginya minat masyarakat, program keahlian Teknik Otomotif kembali menjadi jurusan favorit dengan jumlah pendaftar mencapai lebih dari seratus orang. Namun, keterbatasan ruang belajar dan tenaga guru membuat sekolah hanya mampu menerima dua rombongan belajar sehingga puluhan calon siswa terpaksa ditolak.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMKN 5 Kupang, Jack B. Bura, Jumat (17/7/2026), mengatakan sekolah tahun ini memperoleh kuota 14 rombongan belajar (rombel) dengan total 367 peserta didik yang telah menyelesaikan proses pendaftaran, verifikasi, dan kini mengikuti kegiatan MPLS.
Para siswa tersebut tersebar di sembilan program keahlian yang dimiliki sekolah.
Menurut Jack, materi MPLS tahun ini tidak hanya berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun karakter dan menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi peserta didik.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan kurikulum, profil sekolah, wawasan Wiyata Mandala, hingga edukasi tentang pencegahan kekerasan terhadap anak.
Hal yang berbeda pada MPLS tahun ini adalah keterlibatan orang tua dalam materi parenting yang dibawakan psikolog. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sekolah Ramah Anak setelah SMKN 5 Kupang membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Anak.
"Kami menghadirkan orang tua karena keberhasilan sekolah ramah anak tidak cukup hanya dilakukan di sekolah. Harus ada kolaborasi dengan keluarga sehingga pola pengasuhan di rumah sejalan dengan pendidikan di sekolah," ujar Jack.
Ia menjelaskan, apabila lingkungan rumah masih mempertontonkan kekerasan, maka nilai-nilai yang diajarkan di sekolah tidak akan berjalan maksimal.
Jack mengungkapkan, dibandingkan delapan program keahlian lainnya, Teknik Otomotif tetap menjadi jurusan paling diminati.
Kuota yang tersedia hanya dua rombongan belajar atau maksimal 72 siswa, sementara jumlah pendaftar mencapai lebih dari 100 orang.
Akibatnya, puluhan calon peserta didik tidak dapat diterima.
"Teknik Otomotif memang menjadi program yang paling diminati dari tahun ke tahun. Sayangnya kami hanya bisa membuka dua rombel karena keterbatasan ruang kelas dan jumlah guru produktif," jelasnya.
Menurutnya, peluang kerja yang luas serta fasilitas praktik yang cukup lengkap menjadi alasan utama tingginya minat masyarakat terhadap jurusan tersebut.
SMKN 5 Kupang memiliki fasilitas praktik otomotif yang memadai, termasuk kendaraan yang digunakan siswa untuk praktik maupun pelatihan mengemudi sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.
Jack mengakui sekolah sebenarnya telah berupaya mencari solusi agar kuota Teknik Otomotif bisa ditambah.
Bahkan pihak sekolah telah mengkaji kemungkinan memanfaatkan area bengkel sebagai ruang belajar tambahan.
Namun, persoalan terbesar justru terletak pada keterbatasan guru produktif.
Ia mengatakan penambahan rombongan belajar tidak mungkin dilakukan apabila jumlah guru tidak memenuhi analisis kebutuhan.
Menurutnya, sekolah juga tidak lagi memiliki kewenangan merekrut guru honorer secara mandiri.
"Kendala utama bukan hanya ruang, tetapi juga guru. Kalau rombel ditambah sementara gurunya tidak ada, pelayanan pendidikan tidak akan maksimal," katanya.
Selain berasal dari Kota Kupang dan berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur, SMKN 5 Kupang juga menerima siswa dari luar pulau.
Sebagian besar peserta didik berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi kurang mampu.
Tahun ini sekolah juga menerima sembilan anak dari panti asuhan yang memperoleh pembebasan biaya pendidikan.
Selain itu terdapat program afirmasi pendidikan (ADEM) yang membantu kebutuhan pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu.
Dalam kesempatan tersebut Jack menegaskan bahwa disiplin menjadi fokus utama pembinaan siswa baru.
Menurutnya, keberhasilan seseorang sangat ditentukan oleh kedisiplinan sehingga sekolah akan menerapkan tata tertib secara konsisten dengan melibatkan orang tua.
Siswa yang melanggar aturan, termasuk ketentuan seragam sekolah, akan diminta pulang mengganti pakaian dan orang tua akan langsung diberi pemberitahuan.
"Harapan kami, sejak kelas X anak-anak sudah dibiasakan disiplin sehingga ketika lulus nanti mereka benar-benar siap memasuki dunia kerja dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat maupun dunia industri," pungkasnya.
✒️: kl
