Kota Kupang, NTT – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Kupang menggelar Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Data Kemiskinan Ekstrem, Senin (13/7/2026), guna meningkatkan akurasi data penerima bantuan sosial. Kepala Balitbangda Kota Kupang, Ir. Solvie Lukas, mengatakan data yang akurat menjadi kunci agar anggaran penanggulangan kemiskinan dapat disalurkan secara tepat sasaran dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan yang diikuti Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Sosial, Bappeda, pemerintah kelurahan, akademisi, serta masyarakat tersebut merupakan bagian dari riset Balitbangda untuk mengevaluasi kualitas data kemiskinan ekstrem yang menjadi dasar berbagai kebijakan ekonomi dan perlindungan sosial di Kota Kupang.
Menurut Solvie Lukas, keberhasilan program pengentasan kemiskinan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang disiapkan pemerintah, tetapi juga oleh akurasi data penerima manfaat. Data yang tidak tepat berpotensi menyebabkan bantuan sosial salah sasaran sehingga efektivitas penggunaan anggaran menjadi berkurang.
"Pemerintah pusat telah menyatakan angka kemiskinan ekstrem mencapai nol persen. Namun, di lapangan masih ditemukan masyarakat yang seharusnya menerima bantuan tetapi belum masuk dalam data, sementara ada juga yang sebenarnya sudah tidak memenuhi kriteria tetapi masih menerima bantuan," ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi alasan Balitbangda melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pendataan agar setiap program bantuan sosial benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Dengan data yang valid, pemerintah juga dapat menyusun kebijakan ekonomi yang lebih tepat dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
"Masih adanya keluhan masyarakat menunjukkan bahwa kualitas data perlu terus diperbaiki. Ada warga yang merasa layak menerima bantuan tetapi belum terdata, sementara ada penerima yang dinilai sudah tidak lagi memenuhi syarat. Hal-hal seperti ini harus dievaluasi bersama," katanya.
Dalam FGD tersebut, seluruh pemangku kepentingan berdiskusi mengenai proses pengumpulan data, verifikasi, validasi, hingga pembaruan data kemiskinan. Hasil diskusi akan menjadi bahan penelitian untuk mengidentifikasi kendala yang menyebabkan bantuan sosial belum sepenuhnya tepat sasaran.
"Kami ingin mendapatkan benang merah mengenai proses pendataan sehingga diketahui di mana letak persoalannya. Dengan demikian, masyarakat yang benar-benar masuk kategori kemiskinan ekstrem dapat terdata dengan baik dan memperoleh haknya," jelas Solvie.
Ia menegaskan, penelitian ini bukan untuk menyatakan data yang dimiliki instansi pemerintah tidak valid, melainkan sebagai upaya memperbaiki kualitas data agar lebih akurat dan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan ekonomi daerah.
Selain melibatkan instansi pemerintah, Balitbangda juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam memperbarui data sosial ekonomi masing-masing melalui pemerintah kelurahan. Menurut Solvie, kejujuran masyarakat dalam melaporkan kondisi ekonomi menjadi faktor penting dalam menghasilkan data yang akurat.
"Masyarakat harus jujur menyampaikan kondisi ekonominya. Jika ada perubahan, segera dilaporkan melalui kelurahan agar data dapat diperbarui. Dengan begitu, bantuan sosial dapat diterima oleh mereka yang benar-benar berhak," ujarnya.
Sebagai bagian dari penelitian, tim Balitbangda akan melanjutkan pengumpulan data di lima kelurahan di Kota Kupang. Seluruh hasil penelitian akan dirumuskan menjadi kesimpulan dan rekomendasi yang disampaikan kepada Pemerintah Kota Kupang sebagai dasar penyempurnaan kebijakan penanggulangan kemiskinan.
Solvie berharap hasil riset tersebut dapat memperkuat efektivitas penggunaan anggaran pemerintah, meningkatkan ketepatan sasaran program bantuan sosial, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Tujuan akhirnya adalah menghadirkan data yang lebih akurat sehingga anggaran pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan. Dengan data yang berkualitas, program pengentasan kemiskinan akan lebih efektif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang," pungkasnya.
✒️: kl
