Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Dinas Pertanian Kota Kupang Perkuat Pendampingan Petani untuk Dongkrak Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Senin, 13 Juli 2026 | Juli 13, 2026 WIB Last Updated 2026-07-13T04:58:45Z


 


Kota Kupang, NTTDinas Pertanian Kota Kupang berkomitmen memperkuat pendampingan kepada kelompok tani guna meningkatkan perekonomian masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan musim kemarau, keterbatasan lahan, serta tingginya harga bahan pangan. Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Hery da Costa, kepada media, Senin (13/7/2026).


Hery da Costa mengatakan, penguatan sektor pertanian menjadi salah satu strategi untuk menggerakkan ekonomi masyarakat Kota Kupang, khususnya bagi petani yang selama ini menggantungkan penghasilan dari usaha pertanian.


Menurutnya, Dinas Pertanian akan terus melakukan pendampingan kepada kelompok tani melalui tenaga penyuluh pertanian agar produktivitas petani tetap terjaga meski menghadapi berbagai tantangan.


"Kami akan melakukan pendampingan kepada kelompok-kelompok tani yang ada di Kota Kupang. Kami sudah berkoordinasi dengan tenaga penyuluh untuk turun langsung ke titik-titik kelompok tani, terutama yang berada di Kecamatan Alak dan Kecamatan Maulafa, serta sebagian di Kecamatan Kelapa Lima," ujarnya.


Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi memang berdampak terhadap kemampuan pemerintah dalam menyediakan bantuan bibit dan pupuk. Namun demikian, Dinas Pertanian tetap berupaya memenuhi kebutuhan petani melalui perencanaan anggaran Tahun 2027.


"Walaupun kondisi keuangan daerah sangat terbatas, kami tetap mengupayakan agar kebutuhan petani, seperti bibit dan pupuk, dapat disediakan sehingga mereka tetap bisa berproduksi," katanya.


Selain pendampingan, Dinas Pertanian juga mengembangkan konsep urban farming sebagai solusi atas semakin terbatasnya lahan pertanian di Kota Kupang.


Sebagai contoh, Dinas Pertanian telah memanfaatkan lahan pekarangan di lingkungan kantor dengan menanam berbagai komoditas hortikultura menggunakan pot dan polybag. Program tersebut diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat dalam memanfaatkan lahan sempit untuk menghasilkan pangan.


"Kami ingin menunjukkan bahwa lahan pekarangan yang terbatas tetap bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan sayuran. Ke depan kami akan mengundang kelompok tani untuk melihat langsung contoh yang sudah kami lakukan," jelas Hery.


Ia menambahkan, seluruh jajaran Dinas Pertanian juga akan turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari keterbatasan air, pupuk, bibit, hingga sarana produksi lainnya.


"Kami ingin mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi petani sehingga program yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan mereka," katanya.


Di sisi lain, Dinas Pertanian juga menjalin koordinasi dengan program MBG guna membuka peluang pasar bagi hasil pertanian lokal. Menurut Hery, pihak MBG telah menyatakan kesiapan membantu petani melalui penyediaan bibit dan pupuk sesuai kebutuhan komoditas yang akan dipasok.


"Hasil koordinasi kami menunjukkan bahwa pihak MBG siap membantu petani melalui penyediaan bibit dan pupuk. Kami berharap kerja sama ini dapat meningkatkan produksi pertanian sekaligus mendukung kebutuhan pangan program MBG di Kota Kupang," ujarnya.


Berdasarkan data sementara, terdapat lebih dari 300 kelompok tani yang terdaftar di Dinas Pertanian Kota Kupang. Namun, sekitar 290 kelompok di antaranya masih aktif menjalankan kegiatan pertanian.


Meski demikian, Hery menegaskan pihaknya akan melakukan pembaruan data secara berkala agar bantuan pemerintah benar-benar diberikan kepada kelompok tani yang masih aktif dan membutuhkan.


"Saya tidak ingin hanya menerima data di atas kertas. Kami akan memperbarui data dari bulan ke bulan agar benar-benar mengetahui kondisi kelompok tani di lapangan. Yang kami butuhkan adalah data yang valid sehingga seluruh program pemerintah tepat sasaran," tegasnya.


Ia menjelaskan, lahan sawah di Kota Kupang saat ini tersebar di Kecamatan Alak, Maulafa, Kelapa Lima, dan sebagian wilayah Oebobo. Sementara lahan hortikultura yang menghasilkan sayur-mayur dan kacang-kacangan didominasi oleh wilayah Kecamatan Maulafa dan Alak.


Hery berharap berbagai program pendampingan, pengembangan urban farming, penyediaan sarana produksi, serta pembaruan data kelompok tani dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Kupang.

✒️: kl