MAKASSAR, 28 Juli 2026 – Keterbatasan modal bukan lagi penghalang bagi Frengky Fendi Fant Hunter (48). Perantau asal Maumere, Nusa Tenggara Timur, yang akrab disapa Hercules itu membuktikan bahwa kerja keras yang didukung akses permodalan mampu mengubah nasib. Berawal dari pinjaman KSP Kopdit Pintu Air Cabang Akkareso Makassar, kini ia sukses menjalankan usaha buah dengan omzet yang mampu menembus Rp7 juta per hari.
Hercules telah menetap di Kota Makassar selama lebih dari 28 tahun. Hampir delapan tahun terakhir, ia menekuni usaha penjualan buah di kawasan Kompleks Baruga Antang. Produk andalannya adalah Alpukat Mentega Maumere, yang didatangkan langsung dari kampung halamannya. Selain itu, ia juga menjual matoa, nangka, dan mangga yang dipasok dari petani lokal Sulawesi Selatan.
Di balik keberhasilannya saat ini, Hercules mengaku pernah mengalami kesulitan mengembangkan usaha karena keterbatasan modal.
Titik balik usahanya dimulai ketika bergabung sebagai anggota Kopdit Pintu Air sekitar empat tahun lalu dan memperoleh pinjaman modal usaha.
"Saya usaha alpukat ini dapat modal dari Kopdit Pintu Air.
Menurut saya Pintu Air sangat membantu karena dari situ saya memperoleh modal awal sehingga bisa menjual alpukat dan melancarkan pekerjaan saya," ujar Hercules.
Modal tersebut dimanfaatkannya untuk memperbesar usaha dan memperkuat pasokan buah. Berkat ketekunan dan pengelolaan usaha yang baik, usahanya terus berkembang hingga dikenal masyarakat Makassar.
Hercules mengungkapkan, pada musim ramai, terutama selama bulan Ramadan, permintaan buah meningkat tajam.
Kondisi itu membuat omzet penjualannya melonjak hingga mencapai Rp6 juta sampai Rp7 juta per hari, dengan alpukat sebagai komoditas yang paling banyak diburu pembeli.
"Kalau ramai seperti bulan puasa, omzet bisa mencapai Rp6 juta sampai Rp7 juta per hari. Yang paling banyak dicari pembeli adalah alpukat," ungkapnya.
Kesuksesan tersebut mendorong Hercules mengajak masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang masih terkendala modal usaha, agar tidak ragu bergabung menjadi anggota Kopdit Pintu Air.
"Harapan saya, teman-teman yang belum bergabung bisa segera menjadi anggota Pintu Air.
Kehadiran koperasi ini sangat membantu, khususnya bagi kami yang ingin memulai usaha tetapi belum memiliki modal awal," katanya.
Sementara itu, Ketua Komite KSP Kopdit Pintu Air Cabang Akkareso Makassar, Petrus Simon, menjelaskan bahwa Frengky Fendi Fant Hunter merupakan anggota aktif dengan nomor anggota 216.091 yang sehari-hari menjalankan usaha sebagai pedagang buah di kawasan Kompleks Baruga Antang.
Menurut Petrus, Kopdit Pintu Air tidak hanya memberikan akses pembiayaan kepada anggotanya, tetapi juga membangun budaya disiplin dalam mengelola keuangan.
Salah satunya melalui edukasi agar anggota menyisihkan sebagian hasil penjualan mingguan ke dalam SIBUHAR (Simpanan Bunga Harian).
Dana yang tersimpan dalam SIBUHAR kemudian dimanfaatkan untuk membayar angsuran pinjaman secara otomatis setiap akhir bulan. Cara ini membuat pembayaran lebih ringan tanpa mengganggu perputaran modal usaha anggota.
"Edukasi keuangan yang kami berikan adalah menyisihkan sebagian hasil penjualan mingguan ke dalam SIBUHAR. Dengan begitu, saat angsuran jatuh tempo, pembayaran dapat dilakukan langsung dari tabungan sehingga usaha tetap berjalan lancar," jelas Petrus.
Ia menambahkan, manfaat menjadi anggota koperasi bukan hanya memperoleh pinjaman modal, tetapi juga menikmati pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) setiap tahun.
"Beliau menyampaikan terima kasih karena setiap tahun rutin menerima SHU dari koperasi. Itulah keuntungan nyata hidup berkoperasi.
Anggota bukan hanya memperoleh modal untuk mengembangkan usaha, tetapi juga ikut menikmati hasil perkembangan koperasi," tutup Petrus.
Kisah Hercules menjadi bukti bahwa koperasi bukan sekadar lembaga simpan pinjam, melainkan mitra yang mampu membuka jalan bagi masyarakat untuk bangkit secara ekonomi. Dari sebuah lapak sederhana di pinggir jalan, seorang perantau asal Maumere kini mampu membangun usaha yang menghasilkan omzet jutaan rupiah setiap hari dan menjadi inspirasi bagi banyak pelaku UMKM untuk berani memulai usaha melalui koperasi.
✒️; Albert Cakramento
