FLORES TIMUR, NTT – Komitmen melawan stunting tidak cukup hanya dengan slogan. Hal itu dibuktikan oleh Mahasiswa KKN Tematik Gentaskin Batch II yang turun langsung ke tengah masyarakat Desa Bilal, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, Sabtu (18/7/2026), melalui penyuluhan pencegahan stunting sejak dini serta pelayanan Posyandu bagi bayi, balita, ibu hamil, dan lansia.
Sebanyak 10 mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi berkolaborasi dalam kegiatan ini, yakni IFTK Ledalero, Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere, STPM Ende, STKIP Citra Bakti Ngada, STIPER Bajawa, Universitas Flores (UNFLOR), dan UNIKA Ruteng.
Kegiatan dipimpin oleh Jopaula Altariah Saleh, mahasiswa Program Studi Pembangunan Sosial STPM Ende selaku Koordinator KKN. Bersama para kader Posyandu Desa Bilal, para mahasiswa memberikan edukasi kepada orang tua yang memiliki bayi dan balita serta ibu hamil mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan.
Selain penyuluhan, mahasiswa juga melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan bayi dan balita, pemeriksaan tekanan darah dan berat badan bagi para lansia, serta pendataan anak-anak yang mengalami stunting dan ibu hamil.
Data tersebut akan menjadi dasar pendampingan lanjutan melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah warga, sehingga upaya pencegahan stunting tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dengan pemantauan dan pendampingan yang berkesinambungan.
Semangat kolaborasi antara mahasiswa, kader Posyandu, dan masyarakat Desa Bilal diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi yang lebih sehat, kuat, dan bebas dari stunting demi masa depan Flores Timur yang lebih baik.
