Maumere, NTT– Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melakukan visitasi di Desa Wisata Umauta, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, dalam rangka penilaian terhadap Cletus Beru, yang berhasil masuk lima besar nominasi Local Hero in Tourism (Pejuang Pariwisata Indonesia) pada ajang Wonderful Indonesia Awards 2026.
Visitasi tersebut merupakan tahapan akhir untuk memverifikasi dokumen sekaligus melihat secara langsung dampak nyata yang telah dihasilkan Cletus Beru dalam membangun pariwisata berbasis budaya bersama masyarakat Desa Wisata Umauta.
Ika Kusuma Purnamasari, Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kementerian Pariwisata RI, menjelaskan bahwa penghargaan Wonderful Indonesia Awards telah diselenggarakan sejak tahun 2020 dan salah satu kategorinya adalah Local Hero in Tourism, yang diberikan kepada individu yang memiliki dedikasi tinggi dalam memajukan pariwisata Indonesia.
Menurutnya, proses seleksi diawali dari usulan pemerintah daerah, asosiasi, perguruan tinggi, maupun organisasi masyarakat. Para kandidat merupakan sosok yang selama sedikitnya tujuh tahun telah memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan pariwisata dan membawa manfaat bagi masyarakat.
"Dari seluruh nominasi yang masuk, dewan juri menyeleksi 50 besar sebelum akhirnya menetapkan lima besar calon Local Hero in Tourism. Tahap visitasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh dokumen yang diajukan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan, termasuk melihat dampaknya bagi masyarakat, dukungan pemerintah daerah, serta kolaborasi yang dibangun," jelasnya.
Ia mengatakan, indikator utama penilaian adalah kebermanfaatan yang dihasilkan, baik terhadap ekonomi masyarakat, pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, maupun kemampuan membangun kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra.
Secara khusus, Ika menilai Desa Wisata Umauta memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis budaya yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
"Ketika wisatawan datang ke desa ini, akan tercipta multiplier effect bagi ekonomi masyarakat. Tidak hanya pelaku seni yang memperoleh manfaat, tetapi masyarakat juga dapat menjual berbagai produk lokal sehingga kesejahteraan warga ikut meningkat," ujarnya.
Menurutnya, kekuatan Desa Wisata Umauta tidak hanya terletak pada kekayaan seni dan budaya yang dimiliki, tetapi juga pada semangat gotong royong masyarakat yang masih terjaga dengan baik.
"Saya melihat masyarakat di sini bekerja bersama-sama. Gotong royong menjadi kekuatan utama.
Sanggar ini tidak hanya menghidupkan seni budaya, tetapi juga memperkuat persatuan masyarakat. Nilai kebersamaan inilah yang menjadi modal penting dalam melestarikan budaya sekaligus mengembangkan pariwisata secara berkelanjutan," katanya.
Sebelumnya, Paulus Histo Safrodan, Kepala Sub Bagian Kepegawaian dan Umum Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyampaikan bahwa Cletus Beru merupakan sosok yang memilih kembali ke kampung halaman untuk membangun peradaban melalui pelestarian budaya.
Di saat banyak orang memilih merantau demi mengejar kemapanan, Cletus Beru justru pulang ke Desa Wisata Umauta untuk melanjutkan perjuangan orang tuanya dan membangkitkan kembali seni budaya yang sempat meredup.
"Penghargaan sesungguhnya bukanlah piala yang dipajang, melainkan ketika anak-anak kembali berani menari, generasi muda mencintai budayanya, tradisi kembali hidup, dan budaya mampu menjadi jalan menuju kesejahteraan masyarakat," ungkap Paulus.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi NTT telah beberapa kali mendukung pengembangan Desa Wisata Umauta.
Namun, menurutnya, Cletus Beru tetap berkarya meskipun tanpa menunggu bantuan pemerintah.
"Beliau tidak bekerja demi sorotan kamera.
Beliau bekerja dalam sunyi, tetapi hasilnya kini berbicara. Budaya kembali hidup, masyarakat bergerak, dan Desa Wisata Umauta semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya," ujarnya.
Kunjungan tim Kementerian Pariwisata RI ini menjadi bukti bahwa kerja keras Cletus Beru bersama masyarakat Desa Wisata Umauta mendapat perhatian di tingkat nasional. Besar harapan, dedikasi dalam melestarikan budaya, memperkuat gotong royong, dan mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat tersebut mampu mengantarkan Cletus Beru meraih predikat Local Hero in Tourism – Wonderful Indonesia Awards 2026, sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Sikka dan Provinsi Nusa Tenggara Timur di kancah nasional.
✒️: Albert Cakramento
