Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

4 Hektare Lahan Terbakar di Hoder, Babinsa dan Warga Berjibaku Lawan Api Pakai Daun Basah

Jumat, 28 Agustus 2026 | Agustus 28, 2026 WIB Last Updated 2026-08-27T23:11:57Z

 



Maumere, NTT — Kobaran api melahap lahan milik warga di Dusun Wairbleler, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (27/8/2026) malam.


Kebakaran yang diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 18.00 WITA itu dengan cepat membesar. Kondisi rumput ilalang yang mengering membuat api mudah menjalar hingga menghanguskan lahan seluas kurang lebih empat hektare.


Bukan mobil pemadam kebakaran dengan peralatan lengkap yang terlihat di lokasi. Di tengah kepungan api, keterbatasan air, dan minimnya peralatan, Babinsa Desa Hoder, Kopka Yoseph Win Benny, bersama warga Stefanus Thomas Tara berjibaku memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya.


Bahkan, daun basah digunakan untuk melawan kobaran api.


Sekitar pukul 19.00 WITA, Yoseph bersama warga mendatangi lokasi kebakaran yang berada di wilayah RT 011A, RW 05, Dusun Wairbleler.


“Perkiraan luas lahan kebakaran kira-kira empat hektare,” ungkap Yoseph.


Api tidak hanya membakar ilalang kering. Sejumlah tanaman milik warga turut terdampak, di antaranya pohon jati, pohon asam, dan jambu mete.


Situasi semakin sulit karena kawasan tersebut dikenal minim sumber air. Keterbatasan peralatan pemadam membuat penanganan kebakaran dilakukan secara manual.


“Di sini memang tempat kesulitan air. Kami dengan warga hanya pakai daun yang basah untuk berusaha memadamkan api,” kata Yoseph.


Hingga Kamis malam, api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Kobaran masih terlihat di sejumlah titik di kawasan lahan yang terbakar.


Kondisi gelap, medan lahan, serta sulitnya memperoleh air menjadi tantangan tersendiri bagi Babinsa dan warga yang terus berupaya mengendalikan api agar tidak merambat lebih jauh.


Besarnya kerugian material juga belum dapat dipastikan. Pendataan terhadap tanaman maupun aset warga yang terdampak baru akan dilakukan pada Jumat (28/8/2026) pagi.


“Untuk kerugiannya kita belum bisa perkirakan karena ini malam. Mungkin besok pagi baru kita cari keterangan terkait kerugian material,” ujarnya.


Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.


Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Masyarakat juga belum dapat memastikan dari mana sumber api pertama kali muncul.


Namun, kondisi lahan yang dipenuhi ilalang kering membuat kawasan tersebut sangat mudah terbakar. Menurut Yoseph, kebakaran lahan serupa bahkan kerap terjadi setiap tahun ketika memasuki musim kering.


Ia mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membuang puntung rokok di sekitar lahan kering.


“Kadang masyarakat lewat buang puntung rokok saja sudah terjadi kebakaran. Karena memang lahan-lahan ilalang yang sudah kering, potensi kebakaran sangat tinggi,” tegasnya.


Malam itu, Babinsa dan warga tidak menunggu api semakin membesar. Dengan keterbatasan air dan peralatan, mereka memilih berjibaku di tengah ancaman kobaran untuk mencegah api merambat ke area yang lebih luas.

✒️: Albert Cakramento