Maumere, NTT — Di tengah ketakutan yang masih membayangi warga pascagempa, Tim BAGUNA PDI Perjuangan terus bergerak menyambangi posko-posko pengungsian. Selasa (18/8/2026), tim turun langsung ke Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, membawa bantuan sembako bagi warga terdampak gempa.
Kedatangan BAGUNA disambut rasa syukur oleh para pengungsi. Bantuan tersebut menjadi berarti bagi warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian dengan kondisi serba terbatas.
Namun, di balik rasa syukur tersebut, warga juga mengungkapkan kekecewaan. Mereka mengaku sejak hari pertama gempa hingga saat ini belum ada pihak pemerintah yang datang secara langsung mengunjungi lokasi pengungsian mereka.
“Sejak hari pertama gempa sampai sekarang belum ada pihak pemerintah yang datang mengunjungi kami. Barusan hari ini kami mendapatkan bantuan dari BAGUNA PDI Perjuangan,” ungkap salah seorang warga.
Anggota Tim BAGUNA, Lusia Adinda Lebu Raya, mengatakan kehadiran mereka merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar seluruh jajaran partai bergerak membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Menurut Lusia, instruksi tersebut tidak hanya ditujukan kepada kelompok tertentu, tetapi kepada seluruh struktur partai dari tingkat pusat hingga daerah.
“Ibu Megawati memerintahkan semua struktur partai, dari tingkat nasional, DPP, DPD, DPC, sampai PAC, semuanya bergerak untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Lusia.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan di lapangan, pembagian wilayah dilakukan agar gerakan kemanusiaan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat terdampak di Pulau Flores.
“Kami diinstruksikan langsung oleh Ketum PDIP, Ibu Megawati, untuk turun langsung. Pak Ganjar dan Ibu Risma di bagian Flores Barat, sementara kami menyisir bagian Maumere,” jelasnya.
Tim BAGUNA yang turun ke Desa Reroroja terdiri dari Benediktus Lukas Raja atau Dicky Raja, Lusia Adinda Lebu Raya, dan Emanuel Konfridus.
Mereka mendatangi langsung lokasi pengungsian dan menyerahkan bantuan sembako kepada warga. Kehadiran tersebut tidak hanya membawa bantuan pangan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat kondisi para pengungsi dan mendengarkan keluhan mereka.
Warga berharap perhatian terhadap para pengungsi tidak berhenti pada bantuan sembako. Mereka masih membutuhkan berbagai kebutuhan dasar selama berada di lokasi pengungsian, seperti makanan, air bersih, layanan kesehatan, tempat berlindung, serta kebutuhan anak-anak dan kelompok rentan.
Terlebih, warga masih diliputi trauma dan kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Bagi warga Reroroja, kehadiran langsung di lokasi pengungsian sangat berarti. Mereka berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait segera turun melihat kondisi mereka secara langsung serta memastikan kebutuhan dan keselamatan warga tetap menjadi prioritas.
Di tengah warga yang masih bertahan dalam ketakutan, instruksi Megawati diterjemahkan jajaran PDI Perjuangan dengan turun langsung ke lapangan. Dari pusat hingga daerah bergerak, menyisir posko-posko pengungsian dan memastikan bantuan menjangkau warga yang membutuhkan.
