Maumere, NTT, 16 Agustus 2026 — PALUE BELUM SEPENUHNYA TENANG. Hingga saat ini, warga Kecamatan Palue masih merasakan guncangan gempa susulan setelah gempa utama menyebabkan kerusakan parah di sejumlah wilayah.
Warga memilih bertahan di luar rumah karena khawatir bangunan yang telah mengalami kerusakan kembali roboh akibat guncangan berikutnya.
Situasi semakin sulit karena listrik masih padam dan jaringan telekomunikasi mengalami gangguan.
Meski komunikasi masih dapat dilakukan di beberapa titik, jaringan belum sepenuhnya normal sehingga warga maupun petugas mengalami kendala dalam menyampaikan informasi dan melakukan koordinasi.
Gangguan komunikasi ini menjadi persoalan serius di tengah kondisi darurat.
Informasi mengenai korban, kerusakan bangunan, kebutuhan logistik hingga kondisi desa-desa yang terdampak belum seluruhnya dapat disampaikan secara cepat.
Sejumlah akses jalan juga masih lumpuh akibat longsor. Kondisi tersebut membuat proses pendataan dan penanganan di beberapa wilayah Palue semakin terkendala.
Berdasarkan laporan sementara hingga pukul 22.00 WITA, sedikitnya 141 rumah mengalami rusak berat di lima desa. Selain itu, satu warga dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah warga lainnya mengalami luka berat.
Namun, angka tersebut belum final. Tiga desa lainnya masih dalam proses pendataan karena petugas menghadapi keterbatasan akses dan komunikasi.
Di tengah situasi tersebut, warga Palue harus melewati masa darurat dengan penerangan terbatas, akses yang terganggu, serta terus dibayangi guncangan gempa susulan.
Pemerintah dan tim gabungan diharapkan segera mempercepat pembukaan akses yang tertutup longsor, pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi, serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera terpenuhi.
Demikian laporan sementara yang dihimpun media ini dari kondisi terkini di Palue.
✒️: Albert Cakramento
