Kalau biasanya orang rela berdesakan demi konser musik atau berburu diskon besar di pusat perbelanjaan, Sabtu pagi (1/8/2026) suasananya berbeda di Jalan El Tari, Kota Kupang. Ribuan warga justru datang sejak matahari belum benar-benar menyapa bumi, bukan untuk membeli sesuatu atau menyaksikan pertunjukan, melainkan hanya ingin melihat seorang pria berbaju putih yang berjalan santai di tengah keramaian. Pria itu adalah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.
Pagi itu, Jalan El Tari seperti kehilangan fungsinya sebagai sekadar ruang olahraga. Car Free Day berubah menjadi lautan manusia. Anak-anak bertengger di pundak ayahnya, para ibu mengangkat telepon genggam setinggi mungkin, sementara sebagian warga memilih berdiri di atas trotoar, pagar, bahkan bak kendaraan agar tidak kehilangan kesempatan melihat Jokowi dari dekat. Seolah-olah, siapa yang berhasil mengabadikan satu foto bersama Jokowi telah memenangkan undian paling berharga hari itu.
Tak sedikit yang berseloroh, "Kalau begini ramainya, pedagang kopi saja mungkin bingung melayani pesanan." Candaan itu menggambarkan antusiasme warga yang begitu besar. Namun di balik tawa itu, tersimpan satu kenyataan: Jokowi masih memiliki daya tarik yang membuat orang rela meluangkan waktu hanya untuk berjabat tangan atau sekadar bertukar senyum.
Dengan langkah yang tenang, Jokowi menyusuri kerumunan tanpa terlihat tergesa-gesa. Ia berhenti ketika warga meminta swafoto, menyalami tangan-tangan yang terulur, sesekali menyapa anak-anak, dan membalas senyum masyarakat yang telah lama menantikan kehadirannya. Tidak ada jarak yang terasa kaku. Yang tampak justru suasana akrab, seperti seorang kerabat yang pulang setelah lama merantau.
Bagi banyak warga Kupang, kehadiran Jokowi bukan hanya tentang seorang mantan presiden yang datang berkunjung. Ada rasa kedekatan yang sulit dijelaskan dengan angka atau statistik. Barangkali itulah sebabnya ribuan orang rela berpanas-panasan hanya demi beberapa detik berjumpa. Sebab, tidak semua pertemuan diukur dari lamanya waktu, tetapi dari kesan yang ditinggalkannya.
Ketika langkah Jokowi perlahan menjauh, keramaian mulai kembali menjadi aktivitas biasa. Namun pagi itu meninggalkan sebuah cerita yang akan lama dikenang. Bak seorang artis yang pulang kampung dan disambut keluarga besarnya, Jokowi datang tanpa panggung hiburan, tetapi mampu menghadirkan pertunjukan yang sesungguhnya: senyum, tawa, dan kerinduan ribuan warga yang tumpah di Jalan El Tari.
✒️: kl
