Kupang, NTT — Aktivitas kegempaan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, masih berlangsung setelah gempa utama berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.
Berdasarkan data BMKG Stasiun Geofisika Kupang yang diperbarui pada 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 2.768 kejadian gempa bumi susulan setelah gempa utama tersebut.
Dari ribuan gempa susulan yang tercatat, BMKG mencatat magnitudo gempa berada pada rentang M1,1 hingga M6,2. Artinya, gempa susulan dengan kekuatan terbesar yang tercatat mencapai Magnitudo 6,2.
BMKG juga mencatat terdapat 24 kejadian gempa susulan dengan magnitudo M≥5. Sementara itu, sebanyak 81 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
Data tersebut menunjukkan aktivitas seismik di Flores masih cukup tinggi dan rangkaian gempa susulan masih terus berlangsung.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa utama maupun gempa susulan.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang tidak berasal dari sumber resmi. Setiap perkembangan aktivitas gempa dan informasi kebencanaan sebaiknya merujuk pada kanal resmi BMKG dan pemerintah daerah.
Dengan masih berlangsungnya gempa susulan, masyarakat diminta tetap mengikuti arahan petugas di lapangan serta menghindari bangunan yang dinilai tidak aman.
Data BMKG Stasiun Geofisika Kupang per 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB:
- Gempa utama: M7,7
- Gempa susulan: 2.768 kejadian
- Magnitudo terbesar: M6,2
- Magnitudo terkecil: M1,1
- Gempa susulan M≥5: 24 kejadian
- Gempa susulan dirasakan: 81 kejadian
Sumber: BMKG Stasiun Geofisika Kupang.
✒️: kl
