Maumere, NTT — Bukan pesta, tetapi kemanusiaan yang menjadi prioritas. Pemerintah Kabupaten Sikka resmi membatalkan seluruh rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tingkat Kabupaten Sikka.
Keputusan tegas ini diambil setelah rapat koordinasi di Posko BPBD Kabupaten Sikka, Sabtu (15/8/2026), yang dihadiri Bupati Sikka, Wakil Bupati Sikka, Plt. Sekda, Kalaksa BPBD, Asisten Sekda, staf ahli Bupati, pimpinan perangkat daerah, para camat dan lurah.
Keputusan tersebut diambil menyusul kondisi darurat pascagempa berkekuatan 7,7 magnitudo dengan kedalaman sekitar 10 kilometer yang berdampak hingga Kabupaten Sikka.
Ratusan gempa susulan mengguncang wilayah terdampak. Rumah warga dan fasilitas publik mengalami kerusakan.
Warga pun berbondong-bondong meninggalkan rumah demi keselamatan.
Situasi di sejumlah titik pengungsian hingga kini masih memprihatinkan.
Data Pemerintah Kabupaten Sikka mencatat 1.264 orang dari 306 KK mengungsi di Gelora Samador Maumere.
Sementara itu, 70 orang dari 8 KK mengungsi di DPRD Kabupaten Sikka, 292 orang berada di Lapangan Seminari Bunda Segala Bangsa, dan 68 jiwa bertahan di halaman SD Wairklau.
Sebagian warga lainnya memilih mengungsi di rumah keluarga maupun rumah warga di sejumlah desa dan kelurahan.
UPACARA 17 AGUSTUS DITIADAKAN
Dalam keputusan tersebut, Pemkab Sikka menetapkan dua hal penting:
1. Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 Tahun 2026 ditiadakan.
2. Seluruh rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 tingkat Kabupaten Sikka yang telah direncanakan mulai 15 Agustus 2026 dan seterusnya tidak dilaksanakan.
Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan keselamatan masyarakat, kondisi kemanusiaan, serta penanganan warga terdampak gempa yang hingga kini masih berada di sejumlah lokasi pengungsian.
Ketika sebagian warga masih berada di pengungsian, ketika rasa takut masih menghantui setiap getaran, pemerintah memilih menempatkan keselamatan rakyat di atas kemeriahan perayaan.
Pembatalan perayaan HUT RI ke-81 ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa semangat kemerdekaan tidak harus dirayakan dengan pesta, tetapi dapat diwujudkan melalui kepedulian, solidaritas dan kehadiran negara bagi masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
Surat resmi terkait pembatalan seluruh rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 tingkat Kabupaten Sikka saat ini sedang dipersiapkan oleh panitia.
MAUMERE MASIH BERDUKA.
KINI, KESELAMATAN DAN KEMANUSIAAN MENJADI PRIORITAS.
