Kupang, NTT, 11 Agustus 2026 — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang kembali mendorong penguatan budaya literasi anak melalui Lomba Bertutur Siswa/Siswi SD/MI Sederajat Tingkat Kota Kupang Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung 11–13 Agustus 2026 tersebut dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, dengan melibatkan 75 peserta dari 75 sekolah dasar/MI di wilayah Kota Kupang.
Peserta lomba merupakan siswa dan siswi kelas IV dan/atau kelas V SD/MI sederajat, baik dari sekolah negeri maupun swasta.
Lomba bertutur ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi bagi siswa, tetapi dirancang sebagai bagian dari upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat, menumbuhkan kegemaran membaca, serta memperkuat kecintaan anak-anak terhadap karya budaya bangsa melalui buku dan berbagai bahan bacaan.
Melalui lomba tersebut, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang juga ingin mempopulerkan buku-buku cerita budaya daerah yang mengandung nilai-nilai kehidupan.
Cerita bernuansa kepahlawanan dan legenda diharapkan dapat menjadi media untuk membangun karakter bangsa sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda.
Kegiatan ini juga diarahkan untuk mempersiapkan generasi muda agar dapat menjadi panutan dalam membangun kebiasaan membaca di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Sejalan dengan pelaksanaan lomba bertutur, Bunda Literasi Dr. Widya Cahya mengungkapkan adanya rencana menghadirkan pojok baca pada kegiatan Car Free Day setiap hari Sabtu.
Di lokasi tersebut nantinya akan disediakan berbagai buku bacaan sehingga anak-anak yang datang ke Car Free Day tidak hanya berolahraga, tetapi juga memiliki kesempatan untuk membaca.
“Anak-anak yang datang ke Car Free Day selain mungkin bisa berolahraga, mereka juga bisa mengambil waktu 15 sampai 30 menit untuk duduk membaca,” ujar Widya.
Program tersebut rencananya akan dikolaborasikan dengan Dinas Pendidikan, termasuk menghadirkan guru pendamping di pojok baca.
“Anak-anak bukan hanya kita lepas membaca, tetapi nanti ada pendampingan dari guru-guru,” katanya.
Widya mengatakan program tersebut masih membutuhkan persiapan dan koordinasi antarlembaga. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat segera terlaksana.
Selain pojok baca, upaya menghidupkan kembali perpustakaan-perpustakaan di kelurahan juga menjadi bagian dari strategi memperkuat budaya literasi di Kota Kupang.
Di tengah perkembangan digitalisasi dan kecerdasan buatan atau AI, Widya menegaskan bahwa teknologi tidak harus dijauhi. Namun, kemampuan membaca dan memahami informasi secara utuh tetap menjadi fondasi penting.
“Kalau kita bilang di era digitalisasi, kita bukan berarti antipati dengan AI. Tetapi menurut saya, buku, membaca itu adalah fondasi,” katanya.
Menurut dia, kemudahan teknologi terkadang membuat orang memilih jalan pintas untuk memperoleh informasi.
“Kadang kita mau gampang, tidak mau baca, langsung search di AI. Tetapi esensinya akan berbeda ketika kita membaca. Kita mengerti secara keseluruhan,” ujarnya.
Karena itu, penggunaan teknologi menurutnya perlu berjalan beriringan dengan budaya membaca.
“AI memang jalan pintas, tapi jalan pintasnya kadang-kadang tidak selalu benar. Jadi tetap kita mendorong anak-anak, budaya baca itu sebagai fondasi,” tegasnya.
Ia juga tidak menutup mata terhadap manfaat teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
“Di era modernisasi kita tidak mungkin mengatakan anak-anak tidak boleh memakai teknologi, karena kadang-kadang itu membantu juga untuk kehidupan kita,” tambahnya.
Lomba Bertutur Tingkat Kota Kupang Tahun 2026 menyasar 75 siswa dari 75 SD/MI sederajat.
Sebelum pelaksanaan lomba, proses pendaftaran peserta berlangsung pada 15–17 Juli 2026 di Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang.
Selanjutnya, technical meeting dilaksanakan pada 28 Juli 2026 pukul 09.00 WITA di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang.
Sementara perlombaan berlangsung selama tiga hari, yakni 11–13 Agustus 2026, bertempat di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.
Untuk memberikan apresiasi kepada peserta terbaik, panitia menyediakan penghargaan berupa piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan.
Rincian:
Juara I: Rp5.000.000
Juara II: Rp4.000.000
Juara III: Rp3.000.000
Juara Harapan I: Rp2.000.000
Juara Harapan II: Rp1.500.000
Juara Harapan III: Rp1.000.000
Kegiatan Lomba Bertutur Siswa/Siswi SD/MI Sederajat Tingkat Kota Kupang Tahun 2026 tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Dana Bantuan Pengembangan Sekolah Dasar/MI Program Perpustakaan Daerah Tahun 2026.
“Semua Adalah Pemenang”
Bunda Literasi Dr. Widya Cahya juga memberikan pesan khusus kepada seluruh peserta lomba agar tidak takut tampil dan tetap percaya diri.
“Pesan saya untuk anak-anak, tetap semangat, jangan takut untuk tampil. Buat saya, semua adalah pemenang hari ini,” katanya.
Ia menilai setiap peserta telah melalui proses persiapan yang tidak mudah. Mereka harus membaca materi berulang kali, memahami isi bacaan, kemudian menyampaikannya di hadapan juri dan penonton.
Belum lagi, kata dia, para peserta harus mampu mengatasi rasa cemas dan gugup ketika berada di atas panggung.
“Mereka mempersiapkan diri dengan baik, membaca materi berulang-ulang, memahami materi yang mereka baca. Ketika tampil, mereka harus menghadapi rasa cemas, rasa deg-degan. Jadi buat saya mereka semua adalah juara,” ungkapnya.
Meski demikian, karena kegiatan tersebut merupakan perlombaan, tetap ada penilaian untuk menentukan pemenang.
Widya percaya para juri akan menjalankan tugas secara objektif dan profesional.
“Saya yakin juri-juri kita yang hadir hari ini juga sangat luar biasa, akan menilai dengan sangat objektif. Jadi tetap semangat,” pungkasnya.
Lomba Bertutur 2026 menjadi salah satu upaya mempertemukan budaya membaca, kecintaan terhadap cerita daerah, pembentukan karakter, dan keberanian anak tampil di ruang publik—sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus teknologi, budaya membaca tetap memiliki tempat penting dalam membangun generasi masa depan.
✒️: Eh
