Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Bupati Paulus Henuk Dorong Percepatan K-SIGN Rote Ndao, Bahas Infrastruktur hingga Hilirisasi Garam

Rabu, 12 Agustus 2026 | Agustus 12, 2026 WIB Last Updated 2026-08-12T01:20:22Z

 



JakartaBupati Rote Ndao Paulus Henuk mengikuti Rapat Koordinasi Rencana Aksi Dukungan Kementerian/Lembaga dalam Percepatan Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN), Selasa (11/8/2026).


Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sambit, Gedung Bina Graha Lantai 2, Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat.


Dalam rapat tersebut, Paulus Henuk bersama sejumlah pihak membahas langkah strategis untuk mempercepat pembangunan K-SIGN di Kabupaten Rote Ndao.


Salah satu agenda utama adalah memastikan implementasi Perpres Nomor 17 Tahun 2025 sebagai landasan percepatan pembangunan K-SIGN dalam mendukung target swasembada garam nasional 2027.


Selain itu, pembahasan turut mencakup kepastian hukum dalam proses Penetapan Lokasi (Penlok) Tahap I, termasuk pengadaan lahan yang transparan serta mendapat pengawalan aparat penegak hukum.


Paulus juga mendorong adanya legal opinion sebagai salah satu dasar untuk memberikan kepastian hukum dalam pengambilan keputusan strategis terkait pembangunan K-SIGN.


Dalam rapat tersebut, kesiapan infrastruktur pendukung juga menjadi perhatian.


Paulus mendorong percepatan kesiapan infrastruktur kelistrikan oleh PT PLN di Kecamatan Landu Leko. Infrastruktur energi dinilai penting untuk menunjang aktivitas kawasan industri garam di Rote Ndao.


Selain listrik, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga menyiapkan lahan untuk pembangunan Jobber BBM di Desa Ofalangga, Kecamatan Pantai Baru.


Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan energi dan logistik dalam pengembangan kawasan industri garam nasional di Rote Ndao.


Dalam rangkaian agenda di Jakarta, Paulus Henuk juga bertemu dengan Mayor Jenderal Robert Giri dari Lemhannas di Royal Padel Square.


Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mengajak Robert Giri terlibat dalam Program Rote Mengajar.


Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Rote Ndao memperluas kolaborasi dengan berbagai tokoh dan sumber daya untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.


Paulus berharap keterlibatan berbagai pihak dalam Rote Mengajar dapat memberikan inspirasi, pengalaman, serta wawasan baru bagi para pelajar di Kabupaten Rote Ndao.


Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memperkuat semangat bersama dalam membangun generasi Rote Ndao yang unggul. 


Paulus kemudian bertemu dengan Brigjen (Purn) Simon Petrus Kamlasi, selaku Staf Ahli Menko Pangan, bersama seorang pengusaha kapal tanker.


Pertemuan tersebut membahas peluang kontribusi pengusaha kapal tanker dalam mendukung pengangkutan hasil produksi garam dari Rote Ndao menuju Pulau Jawa.


Ketersediaan transportasi dan logistik menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan hasil produksi K-SIGN dapat terserap oleh pasar dan mendukung pengembangan industri garam nasional.


Menutup rangkaian agenda di Jakarta, Paulus Henuk juga bertemu dengan Anwar Pua Geno, mantan Ketua DPRD Provinsi NTT.


Keduanya berdiskusi mengenai berbagai peluang investasi, khususnya yang berkaitan dengan hilirisasi produksi garam K-SIGN di Kabupaten Rote Ndao.


Hilirisasi diharapkan tidak hanya menjadikan Rote Ndao sebagai daerah penghasil bahan baku garam, tetapi juga membuka peluang pengembangan industri turunan yang memberikan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat.


Rangkaian pertemuan tersebut menunjukkan upaya Pemerintah Kabupaten Rote Ndao membangun kolaborasi lintas kementerian/lembaga, dunia usaha, tokoh nasional dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat realisasi K-SIGN.


Dengan dukungan infrastruktur, kepastian hukum, transportasi, investasi dan hilirisasi, pembangunan kawasan industri garam di Rote Ndao diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi baru sekaligus berkontribusi terhadap target swasembada garam nasional.

✒️: kl