Maumere, NTT — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, kembali datang dari Eropa. Donasi dari sejumlah lembaga di Belanda dan Belgia berhasil menjangkau warga di Desa Nitunglea dan Desa Kesokoja.
Bantuan kemanusiaan tersebut diserahkan pada 25 Agustus 2026 melalui Yayasan Help Flores Maumere, yang dipimpin Paulus Marthon selaku Ketua Yayasan.
Donasi tersebut mendapat dukungan dari tiga lembaga, yakni Stichting Rupingh Belanda, De Kinderen van Flores Belgia, dan Stichting Nativitas Belanda.
Kehadiran bantuan menjadi angin segar bagi masyarakat Palue yang masih berjuang menghadapi dampak gempa. Di tengah keterbatasan dan proses pemulihan yang masih berlangsung, bantuan yang datang dari jauh tersebut memiliki arti besar bagi warga.
Masyarakat Desa Nitunglea dan Desa Kesokoja menyampaikan terima kasih kepada para donatur serta Yayasan Help Flores Maumere yang telah membantu mereka.
Bagi warga, bantuan tersebut bukan sekadar dukungan materi. Lebih dari itu, bantuan menjadi bukti bahwa kondisi mereka masih diperhatikan meskipun berada jauh dari pusat perhatian.
“Di tengah situasi seperti ini, masih ada orang luar yang punya kepedulian terhadap kami. Kami sangat berterima kasih,” ungkap masyarakat penerima bantuan.
Ucapan tersebut menggambarkan besarnya arti kepedulian bagi masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit pascabencana.
Warga berharap solidaritas dan perhatian terhadap masyarakat Palue dapat terus berlanjut. Pasalnya, proses pemulihan pascagempa membutuhkan waktu serta dukungan dari berbagai pihak.
Bantuan dari Stichting Rupingh Belanda, De Kinderen van Flores Belgia, dan Stichting Nativitas Belanda menunjukkan bahwa kepedulian kemanusiaan tidak mengenal batas negara.
Meski berada ribuan kilometer dari Pulau Palue, kepedulian tersebut diteruskan melalui Yayasan Help Flores Maumere hingga sampai kepada masyarakat di Desa Nitunglea dan Desa Kesokoja.
Kondisi geografis Palue sebagai wilayah kepulauan membuat distribusi bantuan bukan perkara mudah. Karena itu, setiap bantuan yang berhasil menjangkau masyarakat memiliki arti tersendiri bagi warga terdampak.
Melalui bantuan tersebut, masyarakat tidak hanya menerima dukungan untuk memenuhi kebutuhan mereka, tetapi juga mendapatkan penguatan moral untuk terus bertahan dan bangkit dari dampak bencana.
Ketua Yayasan Help Flores Maumere, Paulus Marthon, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan dukungan bagi masyarakat terdampak gempa di Palue.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang membantu proses penyaluran hingga bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari solidaritas kemanusiaan yang terus bergerak untuk membantu warga terdampak bencana.
Dari Belanda dan Belgia untuk Palue.
Jarak boleh mencapai ribuan kilometer, tetapi kepedulian mampu menyeberangi lautan dan mengetuk hati masyarakat yang sedang membutuhkan.
Bagi warga Desa Nitunglea dan Desa Kesokoja, bantuan tersebut menjadi pesan sederhana namun kuat: mereka tidak sendirian dan tidak dilupakan.
PALUE TAK SENDIRI. Di tengah bencana, masih ada tangan-tangan yang terulur dan hati yang memilih untuk peduli.
