Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Isi Kemerdekaan dengan Prestasi, SMKN 3 Kupang Bangun Mental Juara Siswa dan Guru

Rabu, 12 Agustus 2026 | Agustus 12, 2026 WIB Last Updated 2026-08-12T08:44:12Z

 



Kupang, NTT — Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, SMK Negeri 3 Kupang mengisi momentum kemerdekaan dengan berbagai kegiatan perlombaan yang melibatkan siswa dan guru. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi diarahkan untuk membangun mental juara, keberanian, sportivitas, kerja sama, serta menumbuhkan semangat berprestasi di kalangan warga sekolah.


Plt. Kepala SMKN 3 Kupang, Alce Papote, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah mengajak siswa memaknai kemerdekaan dengan melakukan hal-hal positif dan produktif.


“Yang utama dari kegiatan ini adalah memberi kesadaran kepada siswa bahwa kemerdekaan ini kita isi dengan sesuatu yang lebih baik,” ujar Alce saat ditemui, Rabu (12/8/2026).

 

Menurut Alce, keterlibatan siswa dan guru dalam berbagai perlombaan diharapkan dapat mempererat persaudaraan, meningkatkan kerja sama, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa.


“Dengan kegiatan 17 Agustus ini, cinta tanah air kita semakin tinggi. Ayo kita bangun Indonesia, kita bangun NTT menjadi lebih baik,” katanya.


Alce menjelaskan, perlombaan yang digelar sekolah memiliki nilai pendidikan tersendiri. Siswa tidak hanya dituntut mengejar kemenangan, tetapi juga belajar menerima kekalahan dan memahami bahwa persaingan merupakan bagian dari kehidupan.


Menurutnya, pengalaman tersebut akan menjadi bekal bagi siswa ketika nantinya memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.


“Anak-anak menjadi lebih fokus dengan adanya perlombaan. Mereka belajar bahwa dalam perlombaan ada yang menang dan ada yang kalah,” jelasnya.

 

Ia menilai pengalaman menghadapi persaingan sejak di bangku sekolah dapat membuat siswa lebih mawas diri, berani mengambil kesempatan dan terus berusaha mencapai cita-cita.


“Persaingan itu harus ada untuk mempercepat kita lebih mawas diri. Kita harus berani untuk mencapai cita-cita dan menjadi lebih baik,” tambahnya.


Selain membangun mental juara, Alce memberikan perhatian khusus terhadap keberanian siswa untuk tampil di depan umum.


Menurutnya, masih terdapat siswa yang sebenarnya memiliki kemampuan, tetapi kurang percaya diri ketika harus berbicara di hadapan orang lain.


Karena itu, kegiatan perlombaan menjadi salah satu cara untuk melatih keberanian tersebut.


“Anak-anak kita harus lebih berani bersuara. Di mana pun mereka berada, baik di tingkat kota, sekolah maupun di tingkat lainnya, mereka harus berani berbicara dan mengatakan apa yang mereka inginkan,” ujarnya.

 

Alce berharap siswa SMKN 3 Kupang tidak hanya memiliki kemampuan akademik maupun keterampilan sesuai bidang kejuruan, tetapi juga mempunyai keberanian untuk menyampaikan gagasan.


Ia menilai keberanian tampil di depan umum merupakan modal penting bagi generasi muda ketika nantinya terjun ke masyarakat maupun dunia kerja.


“Jangan sampai anak-anak kita kalau mau tampil takut melihat orang. Kita sengaja membuat kegiatan seperti ini supaya mereka tampil berani,” katanya.

 

Menurutnya, keberanian tersebut nantinya dapat membentuk mental juara, yakni keberanian untuk tampil, mencoba, bersaing dan tidak mudah menyerah.


Tidak hanya siswa, para guru SMKN 3 Kupang juga ikut mengambil bagian dalam perlombaan.


Alce mengatakan kegiatan bersama tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarguru.


Selama ini, interaksi antarpegawai terkadang hanya sebatas hubungan pekerjaan. Melalui kegiatan bersama, para guru memiliki kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat.


“Kalau guru-guru, jangan lagi ada kotak-kotak. Dengan begini, kita semakin mengenal. Ternyata guru saya ini seperti ini, ternyata punya kemampuan seperti ini,” ujarnya.

 

Menurut Alce, kedekatan antarguru juga dapat memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran di sekolah.


Kegiatan bersama dapat menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, praktik baik dan membangun suasana kerja yang lebih harmonis.

 

“Kalau kita isinya berbagi praktik baik bersama, kita saling mengenal lebih dekat. Jurang yang selama ini ada semakin terkikis,” katanya.


Alce juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengingatkan warga sekolah agar lebih menghargai berbagai fasilitas yang telah tersedia.


Ia mengatakan SMKN 3 Kupang merupakan sekolah besar yang telah mendapatkan berbagai dukungan fasilitas untuk menunjang aktivitas pendidikan.


Karena itu, ia mengajak para guru dan siswa untuk mensyukuri fasilitas tersebut dengan menunjukkan kesungguhan dalam menjalankan tugas.


“Kita beruntung, kita dapat fasilitas. Ke mana pun sekolah memfasilitasi, memberikan transportasi dan berbagai kebutuhan. Maka kita harus bekerja sungguh-sungguh,” ujarnya.

 

Ia juga mengajak warga sekolah untuk tidak mudah mengeluh dan belajar bersyukur atas apa yang dimiliki.


Menurutnya, rasa syukur harus dibarengi dengan kemampuan mengatur dan menggunakan apa yang dimiliki secara baik.


Sementara itu, Koordinator Pembina OSIS sekaligus Ketua Panitia kegiatan, Erni Mello, mengatakan rangkaian perlombaan telah berlangsung sejak 6 Agustus dan dijadwalkan berakhir pada Jumat, 14 Agustus 2026.


Kegiatan tersebut dibagi dalam dua kategori, yakni perlombaan untuk guru dan siswa.


Untuk guru, sejumlah perlombaan yang digelar antara lain naga jaga telur, pindah sarung dan vokal grup.


Sementara bagi siswa, perlombaan yang digelar cukup beragam, mulai dari modern dance, fashion show, kuis pengetahuan umum, pidato Bahasa Indonesia hingga pidato Bahasa Inggris dan solo.


“Lomba ini sudah berlangsung dari tanggal 6 dan akan berakhir tanggal 14 Agustus. Ada dua kategori, untuk guru dan untuk siswa,” kata Erni.

 

Ia menjelaskan, beberapa cabang perlombaan yang sebelumnya direncanakan mengalami perubahan karena adanya sejumlah kendala teknis.


Namun, menurutnya, perubahan tersebut tidak mengurangi semangat peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan.


Erni menilai, perlombaan yang digelar tidak hanya bertujuan menentukan siapa yang menjadi juara.


Kegiatan tersebut justru menjadi kesempatan bagi pihak sekolah untuk melihat potensi siswa yang selama ini belum muncul dalam kegiatan pembelajaran rutin.


“Di sini baru kita lihat, ternyata cukup banyak anak yang memiliki bakat di fashion show. Ada juga yang memiliki bakat dalam pidato, kuis pengetahuan umum dan yang lain-lain,” ungkapnya.

 

Menurut Erni, kegiatan semacam ini memberikan ruang kepada siswa untuk mengekspresikan bakat dan minat mereka secara langsung.


Karena itu, ia berharap semakin banyak siswa yang berani mengambil bagian dalam kegiatan serupa.


“Pesan saya, semoga ke depan semakin banyak lagi yang berminat menyampaikan bakat dan minat mereka di ajang-ajang seperti ini,” katanya.


Bagi SMKN 3 Kupang, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan sekadar kegiatan seremonial.


Berbagai perlombaan menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang diarahkan untuk membentuk siswa agar lebih berani, disiplin, mampu bekerja sama, menghargai orang lain dan siap menghadapi persaingan.


Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi guru untuk mempererat persaudaraan dan membangun suasana kerja yang lebih positif.


Melalui semangat kemerdekaan, SMKN 3 Kupang ingin mendorong seluruh warga sekolah untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik.


Kemerdekaan, bagi sekolah, bukan hanya untuk diperingati, tetapi diisi dengan keberanian, prestasi, persaudaraan dan kerja nyata untuk membangun Indonesia serta NTT menjadi lebih baik.

✒️: kl