Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

“Jangan Hanya Pintar Teori!” Ketua BPH PB PGRI NTT Tantang 106 Mahasiswa UPG 1945 NTT Buktikan Diri di Dunia Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | Agustus 08, 2026 WIB Last Updated 2026-08-08T06:00:44Z

 



Kupang, NTT — Pesan tegas disampaikan Ketua BPH PB PGRI NTT, Dr. Semuel Haning, S.H., M.H., kepada 106 mahasiswa Fakultas Ekonomi UPG 1945 NTT yang akan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL). Menurut Semuel, dunia kerja tidak membutuhkan mahasiswa yang hanya pandai berbicara tentang teori. Dunia kerja membutuhkan lulusan yang mampu bekerja, mampu beradaptasi, mampu memecahkan masalah dan berani mengambil tanggung jawab.


Karena itu, ia meminta mahasiswa Program Studi Akuntansi dan Manajemen memanfaatkan PKL sebagai kesempatan untuk membuktikan kemampuan mereka secara langsung.


“Sekarang tidak terlalu banyak kita teoritis, tetapi kita harus banyak praktik. Teori sedikit, praktiknya lebih banyak.”

 

Pernyataan tersebut disampaikan Semuel saat memberikan arahan dalam kegiatan pembekalan sekaligus pelepasan mahasiswa PKL Program Studi Akuntansi dan Manajemen Fakultas Ekonomi UPG 1945 NTT, Sabtu (8/8/2026).


Semuel menggunakan perumpamaan sederhana untuk menggambarkan pentingnya praktik.


Menurutnya, seseorang tidak mungkin mahir mengendarai sepeda motor hanya dengan membaca atau menghafalkan teori.


“Kalian belajar praktik naik motor, baru bisa naik motor. Tanya teori bagaimana? Praktik dong. Sama, praktik lebih banyak.”

 

Bagi Semuel, prinsip tersebut juga berlaku dalam pendidikan tinggi.


Mahasiswa Akuntansi, misalnya, tidak cukup hanya memahami teori pembukuan, laporan keuangan maupun konsep-konsep akuntansi. Mereka harus melihat bagaimana pekerjaan tersebut dilakukan secara nyata di perusahaan atau lembaga.


Begitu pula mahasiswa Manajemen. Mereka harus mendapatkan pengalaman langsung mengenai bagaimana sebuah organisasi dikelola, bagaimana mengambil keputusan, membangun komunikasi, bekerja dalam tim hingga menjalankan kepemimpinan.


Semuel mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan PKL sekadar kewajiban untuk mendapatkan nilai atau memenuhi persyaratan akademik.


PKL, kata dia, harus menjadi “simulasi dunia kerja” sebelum mahasiswa benar-benar masuk ke dunia profesional.


Mahasiswa harus berani belajar dari kesalahan, bertanya kepada orang yang lebih berpengalaman, memahami budaya kerja dan menunjukkan sikap profesional.

“Praktik lebih banyak. Kita bisa tahu,” ujarnya.


Menurutnya, pengalaman seperti itu akan menjadi pembeda ketika mahasiswa nantinya berhadapan dengan dunia kerja yang sesungguhnya.


Semuel juga menyoroti pentingnya bukti pengalaman mahasiswa selama menjalani PKL.


Ia berharap mahasiswa memperoleh sertifikat dari perusahaan, OPD atau lembaga tempat mereka melakukan praktik.


Sertifikat tersebut, menurutnya, jangan hanya disimpan sebagai dokumen akademik. Pengalaman dan sertifikat itu dapat menjadi salah satu modal ketika mahasiswa memasuki proses perekrutan tenaga kerja.

“Ketika mereka melamar kerja bisa dipakai.”

 

Artinya, pengalaman PKL harus benar-benar memiliki nilai tambah bagi mahasiswa.


Semuel berharap perusahaan atau lembaga tempat mahasiswa melakukan praktik dapat memberikan pengalaman yang sesuai dengan bidang keilmuan mereka.


Semuel menilai mahasiswa Akuntansi memiliki peluang besar di berbagai perusahaan dan lembaga apabila mampu menguasai keterampilan praktis.


Demikian pula mahasiswa Manajemen yang harus memiliki kemampuan kepemimpinan dan pengelolaan organisasi.


Ia menekankan bahwa kualitas lulusan akan sangat ditentukan oleh sejauh mana mahasiswa mampu mengubah ilmu yang diperoleh di ruang kuliah menjadi kemampuan yang dapat digunakan di lapangan.

“Manajemen tentang kualitas kepemimpinan ke depan, ini luar biasa,” katanya.


Menurutnya, ketika perusahaan membutuhkan tenaga akuntansi maupun manajemen, lulusan yang memiliki pengalaman praktik akan lebih siap menunjukkan kemampuannya.


Lebih jauh, Semuel mendorong penguatan hubungan kemitraan antara perguruan tinggi dengan dunia usaha, pemerintah maupun lembaga lainnya.


Menurutnya, hubungan tersebut penting agar mahasiswa tidak terputus dari perkembangan dunia kerja.


Kampus tidak cukup hanya menyediakan ruang kuliah. Mahasiswa juga harus diberikan ruang untuk belajar dari lingkungan profesional.


Ia bahkan mengingatkan bahwa mahasiswa perlu diberikan kesempatan untuk mengembangkan berbagai kegiatan produktif selama berada di lingkungan kampus maupun tempat praktik.


Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.


Semuel juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa dan jajaran pimpinan agar membangun komunikasi yang terbuka selama pelaksanaan PKL.


Jika mahasiswa mengalami kendala di tempat praktik, ia meminta agar persoalan tersebut disampaikan dan tidak disembunyikan.

“Kalau ada apa-apa bilang ya. Jangan sembunyi.”

 

Menurutnya, persoalan yang muncul selama proses PKL harus menjadi bahan evaluasi bersama sehingga tidak mengganggu tujuan utama program.


Komunikasi yang baik antara mahasiswa, fakultas, lembaga dan tempat praktik dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman yang benar-benar bermanfaat.


Di hadapan mahasiswa, Semuel kemudian secara resmi melepas mereka untuk menjalankan PKL.


Namun, ia menegaskan bahwa pelepasan tersebut bukan berarti mahasiswa berjalan sendiri tanpa tanggung jawab.


Sebaliknya, mahasiswa membawa nama almamater selama berada di tempat praktik.


Karena itu, ia meminta seluruh mahasiswa menjaga sikap, nama baik lembaga, disiplin dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.


Mahasiswa juga diminta menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar lulusan yang menguasai teori, tetapi calon tenaga profesional yang mampu bekerja dan memberikan solusi.


Sebanyak 106 mahasiswa Fakultas Ekonomi UPG 1945 NTT kini bersiap menjalani pengalaman baru di luar ruang kuliah.


Mereka tidak hanya membawa buku dan teori yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga membawa harapan untuk mendapatkan pengalaman nyata sebelum memasuki dunia kerja.


Pesan Semuel Haning menjadi pengingat bahwa keberhasilan PKL tidak semata-mata diukur dari selesainya masa praktik.


Lebih jauh, keberhasilan itu akan terlihat ketika mahasiswa mampu kembali dari tempat praktik dengan pengalaman, keterampilan, keberanian, disiplin dan kesiapan menghadapi dunia kerja.


Sebab, seperti pesan Semuel: teori bisa dipelajari di ruang kuliah, tetapi kemampuan bekerja harus dibuktikan melalui praktik.

✒️: kl