KUPANG, NTT – Ketua DPD PSI Kabupaten Rote Ndao, Simson Polin, bersama Ketua Dewan Pembina PSI Rote Ndao, Apremoi Dudelusi Dethan, menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Kupang yang dihadiri Presiden ke-7 Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, di Hotel Harper Kupang, Sabtu (1/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan penegasan kepada seluruh kader PSI agar tidak hanya sibuk melengkapi struktur organisasi, tetapi memastikan struktur tersebut benar-benar hidup, bekerja, dan hadir di tengah masyarakat.
Menurut Jokowi, ukuran keberhasilan sebuah partai bukan semata-mata banyaknya papan nama kepengurusan, melainkan seberapa sering kader hadir saat masyarakat membutuhkan. Ia mencontohkan, kader partai harus hadir ketika ada warga yang menikah, berduka, sakit, maupun tertimpa musibah. Jika memungkinkan, kehadiran itu disertai bantuan nyata.
"Struktur yang hidup adalah struktur yang bekerja. Bukan hanya formalitas atau sekadar memiliki papan nama kantor. Pengurus harus dikenal masyarakat, bergaul dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan menjadi bagian dari kehidupan rakyat," tegas Jokowi.
Jokowi juga mengungkapkan perkembangan organisasi PSI secara nasional. Saat ini struktur DPW telah terbentuk 100 persen, DPD mencapai 97 persen, DPC sekitar 84 persen, sementara pembentukan DPRT di tingkat desa masih menjadi pekerjaan besar dengan capaian sekitar 28 persen. Karena itu, ia meminta seluruh kader memusatkan perhatian pada pembentukan DPRT hingga tingkat TPS sebagai fondasi "mesin besar" partai menghadapi Pemilu 2029.
Secara khusus, Jokowi memberikan apresiasi kepada PSI Nusa Tenggara Timur yang dinilai sebagai wilayah dengan pertumbuhan politik terbaik di Indonesia. Perolehan kursi legislatif meningkat signifikan dari 11 kursi pada Pemilu 2019 menjadi sekitar 40 kursi pada Pemilu 2024. Prestasi tersebut, menurut Jokowi, menjadi alasan Ketua DPW PSI NTT dr. Christian Widodo dipercaya sebagai Dewan Pembina PSI.
Usai kegiatan, Ketua DPD PSI Rote Ndao Simson Polin mengatakan pesan Jokowi menjadi penegasan bahwa membangun partai harus dimulai dari struktur yang lengkap sekaligus fungsional.
"Bapak Jokowi menegaskan bahwa partai harus memiliki misi besar. Karena itu, struktur harus dilengkapi, tetapi bukan hanya lengkap di atas kertas. Struktur harus bekerja, hadir, dan melayani masyarakat. Itulah pesan yang kami bawa pulang untuk memperkuat PSI di Rote Ndao," ujar Simson Polin.
Ia menambahkan, arahan tersebut akan menjadi semangat bagi seluruh kader PSI Rote Ndao untuk terus membangun organisasi yang dekat dengan rakyat, memperkuat kepengurusan hingga tingkat desa, serta memastikan kehadiran partai benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
✒️: kl
