Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Kepala Boleh Hilang, Tapi Kebenaran Jangan! Hut I LBH Cinta SikkaTegaskan Komitmen Kawal Keadilan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | Agustus 29, 2026 WIB Last Updated 2026-08-29T07:51:41Z


Maumere, NTT — “Kepala boleh hilang, tetapi kebenaran jangan.” Pesan tersebut menjadi benang merah dalam peringatan HUT pertama Lembaga Bantuan Hukum Cahaya Nian Tana Sikka (LBH CINTA SIKKA), Sabtu, 29 Agustus 2026.


LBH CINTA SIKKA yang dinahkodai oleh Sherly Irawati Soesilo, S.H., M.H., menjadikan momentum satu tahun perjalanan lembaga sebagai kesempatan untuk kembali meneguhkan komitmen dalam memperjuangkan hukum, keadilan dan hak-hak masyarakat.


Peringatan tersebut diawali dengan doa bersama yang dipimpin Pembina LBH CINTA SIKKA, RD. Robertus Yan Faroka. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PERADI Sikka, Marianus Renaldy Laka, S.H., M.H., bersama keluarga besar LBH CINTA SIKKA.


Momentum tersebut terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan wafatnya Santo Yohanes Pembaptis.


Dalam renungan singkatnya, RD. Yan Faroka mengajak seluruh keluarga besar LBH CINTA SIKKA untuk meneladani keberanian Yohanes Pembaptis yang tetap menyuarakan kebenaran meskipun harus berhadapan dengan kekuasaan.


Yohanes berada di dalam penjara, tetapi batinnya tetap merdeka. Sebaliknya, Herodes memiliki kekuasaan, tetapi justru terpenjara oleh gengsi, sumpah, ketakutan, kehilangan muka dan tekanan orang-orang di sekitarnya.


“Yohanes kehilangan kepalanya, tetapi tidak kehilangan integritasnya. Herodes mempertahankan tahtanya, tetapi kehilangan kebebasan untuk mengikuti suara hatinya,” menjadi salah satu pesan kuat dalam renungan tersebut.


RD. Yan Faroka mengingatkan bahwa kisah Yohanes bukan hanya cerita masa lalu. Sikap seperti Herodes dapat terjadi ketika seseorang mengetahui sebuah ketidakadilan, tetapi memilih diam karena takut kehilangan jabatan, keuntungan, kenyamanan, teman atau nama baik.


Karena itu, keberanian menyuarakan kebenaran harus tetap dibarengi kasih.


Kebenaran harus disampaikan dengan kasih, tetapi kasih tidak boleh dijadikan alasan untuk menyembunyikan kebenaran.


Dari MATA SIKKA, Lahir Gerakan Pendampingan Hukum Perjalanan LBH CINTA SIKKA sendiri berawal dari keresahan masyarakat yang membutuhkan ruang untuk menyampaikan persoalan.


Melalui MATA SIKKA, berbagai keluhan masyarakat mendapatkan ruang, mulai dari pelayanan publik, persoalan pemerintahan, konflik sosial hingga persoalan hukum.


MATA SIKKA kemudian berkembang menjadi ruang publik yang menjadi tempat masyarakat menyampaikan suara mereka.


Namun, mendengar dan menyuarakan persoalan ternyata belum cukup.


Banyak masyarakat membutuhkan pendampingan nyata ketika harus berhadapan dengan persoalan hukum. Dari kebutuhan itulah, pada Agustus 2025, lahirlah LBH CINTA SIKKA.


Jika MATA SIKKA menjadi mata yang melihat dan telinga yang mendengarkan suara rakyat, maka LBH CINTA SIKKA menjadi tangan yang bergerak memperjuangkan hak mereka.


Di bawah kepemimpinan Sherly Irawati Soesilo, S.H., M.H., LBH CINTA SIKKA terus menjalankan peran pendampingan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan.


Salah satu perkara yang menjadi bagian penting dalam perjalanan awal lembaga ini adalah perkara Yakobus Teka, terkait dugaan TPPO dan persoalan ketenagakerjaan.



Perkara tersebut dikawal melalui berbagai tahapan proses hukum hingga persidangan di Pengadilan Negeri Maumere, dan kemudian berujung pada putusan bebas murni bagi Yakobus Teka.


Bagi LBH CINTA SIKKA, perjalanan tersebut menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan masyarakat sekaligus membuktikan bahwa usia muda sebuah lembaga bukan alasan untuk berhenti memperjuangkan keadilan.


Satu Tahun, Satu Komitmen Peringatan HUT pertama LBH CINTA SIKKA bukan sekadar seremoni pertambahan usia.


Ini adalah momentum untuk memperkuat komitmen agar lembaga tersebut tetap berada di tengah masyarakat, mendengar suara mereka, memberikan pendampingan dan mengawal proses hukum dengan menjunjung tinggi integritas.


Dari suara rakyat, lahir perjuangan.

Dari perjuangan, lahir pendampingan hukum.

Dari pendampingan, tumbuh harapan.


Dan pesan Santo Yohanes Pembaptis menjadi pengingat:


Jangan takut kehilangan sesuatu karena memilih hidup jujur dan benar. Takutlah ketika demi mempertahankan segala sesuatu, kita justru kehilangan kebenaran dan integritas.


Kepala boleh hilang. Jabatan boleh berakhir. Kekuasaan boleh berganti. Tetapi kebenaran jangan pernah dikorbankan.


Selamat HUT pertama LBH CINTA SIKKA. Di bawah nahkoda Sherly Irawati Soesilo, S.H., M.H., teruslah menjadi tangan yang bergerak ketika masyarakat membutuhkan keadilan.

✒️: Albert Cakramento