Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Ketua BPH PB PGRI NTT Tegas! Dr. Semuel Haning Larang Dosen Intimidasi Mahasiswa Kukerta UPG 1945 NTT

Rabu, 05 Agustus 2026 | Agustus 05, 2026 WIB Last Updated 2026-08-05T09:27:05Z

 



KUPANG, NTT – Ketua Badan Penyelenggara Harian (BPH) Pengurus Besar (PB) PGRI NTT, Dr. Semuel Haning, SH., MH, menegaskan bahwa tidak boleh ada dosen yang melakukan intimidasi, tekanan fisik maupun mental terhadap mahasiswa Universitas PGRI 1945 NTT. Penegasan itu disampaikan saat acara penerimaan kembali 471 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Tahun 2026 di Kampus UPG 1945 NTT, Rabu (5/8/2026).


Dalam arahannya, Dr. Semuel Haning mengapresiasi seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan program Kukerta di berbagai lokasi pengabdian. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para dosen pembimbing lapangan (DPL) dan pimpinan universitas yang telah mendampingi mahasiswa selama menjalankan tugas.


Namun di balik apresiasi tersebut, Semuel Haning memberikan peringatan keras agar lingkungan akademik UPG 1945 NTT tetap bebas dari segala bentuk kekerasan maupun intimidasi terhadap mahasiswa.


Menurutnya, pengalaman buruk yang pernah terjadi di perguruan tinggi lain tidak boleh terulang di lingkungan UPG 1945 NTT.


"Saya tidak mau ada kejadian seperti yang pernah terjadi di kampus lain. Anak-anak mahasiswa tidak boleh mendapatkan tekanan fisik maupun tekanan mental dari dosennya," tegasnya.


Di hadapan ratusan mahasiswa dan dosen, Semuel Haning bahkan meminta seluruh mahasiswa menyampaikan secara terbuka apabila pernah mengalami perlakuan yang tidak semestinya selama proses Kukerta.


"Apakah ada dosen yang melakukan tekanan fisik atau tekanan mental kepada mahasiswa?" tanyanya kepada peserta. Mahasiswa serempak menjawab, "Tidak."


Mendengar jawaban tersebut, Semuel Haning mengaku bersyukur karena suasana akademik di UPG 1945 NTT dinilai tetap kondusif dan humanis.


Ia menegaskan bahwa apabila di kemudian hari ditemukan laporan mengenai dosen yang melakukan intimidasi terhadap mahasiswa, pihak kampus tidak akan ragu mengambil tindakan.


"Kalau ada dosen yang melakukan tindakan seperti itu dan dilaporkan, pembimbingnya akan kami ganti. Kami tidak akan mentolerir perlakuan yang merugikan mahasiswa," ujarnya.


Semuel Haning juga mengingatkan seluruh dosen pembimbing agar tetap mengedepankan pembinaan yang bersifat edukatif, bukan menekan atau mempermalukan mahasiswa.


Menurutnya, tugas dosen adalah membimbing, mendidik, dan membentuk karakter mahasiswa agar siap terjun ke masyarakat.


Ia pun mengapresiasi keberhasilan 471 mahasiswa Kukerta yang telah menyelesaikan pengabdian kepada masyarakat dan berharap seluruh laporan kegiatan dapat segera diselesaikan sesuai jadwal akademik.


Di akhir sambutannya, Semuel Haning mengajak seluruh sivitas akademika menjaga nama baik Universitas PGRI 1945 NTT dengan membangun budaya kampus yang aman, nyaman, serta menghormati martabat setiap mahasiswa.


"Mahasiswa adalah anak-anak kita. Tugas kita membina mereka menjadi pribadi yang lebih baik, bukan memberi tekanan. Mari kita bersama-sama menjaga nama baik kampus ini," pungkasnya.

✒️: kl