Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

AHP Dorong Masyarakat Sikka Semakin Sadar Ham: Bukan Sekadar Tahu, Tetapi Berani Mengawal

Minggu, 13 September 2026 | September 13, 2026 WIB Last Updated 2026-09-13T07:10:27Z


Maumere, NTT, 13 September 2026 — Upaya memperkuat kesadaran Hak Asasi Manusia (HAM) terus didorong di Kabupaten Sikka. Melalui kegiatan “Masyarakat Sadar HAM”, masyarakat diajak tidak hanya memahami hak dan kewajibannya, tetapi juga berani ikut mengawal penghormatan dan penegakan HAM dalam kehidupan sehari-hari.


Kegiatan yang berlangsung di Kampus Universitas Muhammadiyah Maumere pada Minggu, 13 September 2026, tersebut diikuti sekitar 170 peserta.


Kegiatan mengangkat implementasi P5HAM, yakni penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan hak asasi manusia.


Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai HAM sekaligus berdialog mengenai berbagai persoalan yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.


Dr. Andreas Hugo Pareira (AHP) dalam wawancara bersama media ini menekankan bahwa sosialisasi HAM harus memiliki keterkaitan dengan apa yang dirasakan dan dibutuhkan masyarakat.


Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan pemahaman secara teoritis, tetapi juga ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka alami sehari-hari.


“Yang kita bicarakan ini nyambung dengan apa yang dirasakan dan apa yang dibutuhkan masyarakat,” ujar AHP.


Ia juga mendorong agar proses penyadaran HAM tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Salah satu gagasan yang muncul adalah mendorong keberadaan kader atau penggerak penyadaran HAM di Kabupaten Sikka.


Kader-kader tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai HAM serta membantu mendorong penyelesaian berbagai persoalan secara sesuai mekanisme dan ketentuan hukum.


Bagi AHP, kesadaran HAM harus tumbuh dari masyarakat sendiri. Masyarakat perlu memahami haknya, menghormati hak orang lain, sekaligus mengetahui saluran yang tepat ketika menemukan persoalan yang berkaitan dengan HAM.


Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa HAM bukan hanya tanggung jawab pemerintah maupun lembaga negara.


HAM adalah tanggung jawab bersama.

Ketika masyarakat semakin memahami haknya dan berani mengawal penghormatan serta penegakan HAM, maka prinsip P5HAM tidak berhenti sebagai konsep, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.


Dari Kampus Universitas Muhammadiyah Maumere, pesan itu kembali ditegaskan: masyarakat sadar HAM bukan sekadar masyarakat yang tahu haknya, tetapi masyarakat yang mampu menghormati, menjaga, dan mengawal hak sesama.

✒️: Albert Cakramento