Rote Ndao, NTT— 9 September 2026 — Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, mengawali aktivitasnya dengan menandatangani Berita Acara Penyerahan Pengelolaan Air Bersih sekaligus Naskah Perjanjian Hibah Daerah antara Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dengan dua pemerintah desa.
Penyerahan tersebut berkaitan dengan hibah Barang Milik Daerah berupa jaringan perpipaan kepada Pemerintah Desa Holulai, Kecamatan Loaholu, dan Pemerintah Desa Kuli Aisele, Kecamatan Lobalain.
Paulus mengatakan, penyerahan pengelolaan sekaligus hibah jaringan perpipaan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Rote Ndao memastikan sarana air bersih yang telah dibangun dapat dikelola lebih dekat oleh pemerintah desa dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Ia berharap kedua pemerintah desa bersama masyarakat dapat menjaga serta mengelola jaringan perpipaan tersebut dengan baik.
Dengan demikian, keberadaan jaringan air bersih tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat secara berkelanjutan.
Setelah agenda penyerahan pengelolaan jaringan air bersih, Bupati Paulus Henuk melanjutkan kegiatan dengan berdiskusi bersama Pdt. Nugroho, salah satu tokoh agama.
Menurut Paulus, pembangunan daerah tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pembangunan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat dan tokoh agama.
Ia menyebut kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama dan tokoh adat sebagai Triangle Pembangunan Rote Ndao.
“Bagi saya, pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, termasuk para tokoh agama yang saya sebut sebagai Triangle Pembangunan Rote Ndao,” ungkap Paulus.
Ia menilai tokoh agama memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat, menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai sosial, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, rukun dan sejahtera.
Karena itu, komunikasi dan sinergi dengan para tokoh agama akan terus dibangun sebagai bagian dari kemitraan dalam mendorong pembangunan Kabupaten Rote Ndao.
Agenda Bupati Paulus Henuk kemudian dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi (monev) di sejumlah lokasi pembangunan.
Lokasi yang dipantau antara lain Lingkar Sanggaoen, ruas Baubafan–Kolobolon, serta Jembatan Oele di Desa Daleholu.
Monev dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pekerjaan di lapangan, memastikan pelaksanaan berjalan sesuai perencanaan, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih perlu ditindaklanjuti.
Paulus menegaskan bahwa pembangunan tidak cukup hanya direncanakan dan dilaksanakan, tetapi harus terus dikawal dan dievaluasi secara langsung di lapangan.
Menurutnya, pembangunan juga membutuhkan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat.
“Dengan kerja bersama, kita terus berupaya menghadirkan pembangunan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Rote Ndao,” ujarnya.
Bupati Paulus Henuk menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan melalui penguatan pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur, serta kolaborasi bersama pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat.
✒️: kl