Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Dari Dapur Umum ke Pengobatan Gratis, PDI Perjuangan Tak Tinggalkan Warga Nangahale

Jumat, 11 September 2026 | September 11, 2026 WIB Last Updated 2026-09-11T05:06:39Z

 



Maumere, NTT, 11 September 2026 — Gempa boleh mengguncang, tetapi kepedulian tidak boleh berhenti. Pesan itulah yang tergambar dari rangkaian aksi kemanusiaan PDI Perjuangan di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Sejak masa tanggap darurat hingga memasuki fase pemulihan, masyarakat Nangahale terus mendapat perhatian melalui bantuan pangan hingga pelayanan kesehatan.


Sehari setelah gempa mengguncang Flores, tepatnya 16 Agustus 2026, Tim BAGUNA PDI Perjuangan langsung bergerak ke Nangahale dan membuka dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan masyarakat terdampak.


Langkah tersebut menjadi bentuk respons cepat PDI Perjuangan di tengah kondisi masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat pascagempa.


Namun, kepedulian itu tidak berhenti pada bantuan pangan.


Hampir sebulan kemudian, tepatnya Jumat, 11 September 2026, kepedulian tersebut kembali hadir melalui pelayanan pengobatan gratis.


Tim Medis Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati PDI Perjuangan bergerak menuju Nangahale untuk memberikan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati sebelumnya telah bersandar di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere. Dari pelabuhan, tim medis kemudian menempuh perjalanan melalui jalur darat menuju Desa Nangahale.


Pelayanan kesehatan dipusatkan di Kantor Desa Nangahale dan diselenggarakan oleh DPP PDI Perjuangan, berkolaborasi dengan Tim Kesehatan Puskesmas Watubaing, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT.


Sejak pelayanan dibuka, antusiasme masyarakat terlihat luar biasa. Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan berkonsultasi langsung dengan tenaga medis.


Kepala Desa Nangahale, Sahanudin, S.Sos, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri serta seluruh jajaran PDI Perjuangan.


“Atas nama Pemerintah Desa Nangahale, kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada PDI Perjuangan yang telah hadir bersama masyarakat Nangahale dalam rangka pengobatan gratis,” ujar Sahanudin.


Menurutnya, pelayanan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama setelah gempa.


“Di tengah kondisi pascagempa kemarin, tentunya banyak kondisi kesehatan warga Nangahale yang mengalami gangguan.


Sehingga hari ini mereka hadir bersama kita dan tim medis untuk melakukan pemeriksaan gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun,” katanya.


Sahanudin juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat.


“Antusiasme masyarakat hari ini luar biasa. Masyarakat berbondong-bondong datang untuk melakukan cek kesehatan,” ungkapnya.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Emanuel Kolfidus, Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan NTT.


Hadir pula jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka, di antaranya Sekretaris DPC Stefanus Sumandi, S.Fil., dan Alfonsus Ambrosius.


Kehadiran jajaran pengurus PDI Perjuangan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pelayanan kesehatan yang menyasar langsung masyarakat di wilayah terdampak gempa.


Rangkaian aksi di Nangahale memperlihatkan bahwa perhatian kepada masyarakat tidak berhenti ketika situasi darurat berakhir.


16 Agustus 2026 — BAGUNA PDI Perjuangan membuka dapur umum.


11 September 2026 — Tim Medis Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati memberikan pelayanan pengobatan gratis.


Dari kebutuhan pangan hingga kesehatan, masyarakat Nangahale terus mendapat pendampingan di tengah proses pemulihan pascabencana.


Rangkaian ini sekaligus menggambarkan semangat PDI Perjuangan yang selama ini dikenal dengan prinsip “tertawa bersama rakyat dan menangis bersama rakyat.”


Ketika masyarakat menghadapi kesulitan, mereka hadir. Ketika masyarakat membutuhkan makanan, dapur umum dibuka. Ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan, tim medis didatangkan.


Bukan sekadar datang membawa bantuan, tetapi hadir dan berjalan bersama rakyat dalam melewati masa sulit.


Gempa mungkin telah berlalu, tetapi proses pemulihan warga belum selesai. Dan di Nangahale, semangat “tertawa bersama rakyat dan menangis bersama rakyat” itu diwujudkan melalui aksi nyata—dari dapur umum hingga pengobatan gratis.


Media ini akan terus mengikuti rangkaian aksi kemanusiaan dan pelayanan kesehatan Tim Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati di Kabupaten Sikka.D

✒️: Albert Cakramento