Maumere, NTT — Kapal Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati tidak dapat langsung menuju Pulau Palue. Namun, pelayanan kesehatan tidak ikut berhenti.
Tim Medis RSA Laksamana Malahayati tetap bergerak menembus keterbatasan akses untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat Palue.
Memasuki hari kedua, Rabu, 23 September 2026, pelayanan kesehatan dipusatkan di Puskesmas Tuanggeo.
Sebanyak 281 warga tercatat menjalani pemeriksaan kesehatan dalam pelayanan gratis tersebut.
Pelayanan ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan PDI Perjuangan melalui Tim Medis RSA Laksamana Malahayati untuk menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan.
Kondisi akses membuat kapal RSA Laksamana Malahayati tidak dapat langsung menuju Pulau Palue.
Namun, keterbatasan tersebut tidak menghentikan pelayanan.
Tim medis tetap menempuh perjalanan menuju Palue dan memberikan pelayanan melalui fasilitas kesehatan setempat.
Pada hari pertama, Selasa, 22 September 2026, pelayanan dilaksanakan di Puskesmas Palue, wilayah Desa Maluriwu.
Kemudian pada hari kedua, Rabu, 23 September 2026, pelayanan dilanjutkan di Puskesmas Tuanggeo.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang datang memanfaatkan pelayanan kesehatan gratis.
Sebanyak 281 orang tercatat menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Tuanggeo.
Pelayanan dilakukan melalui kolaborasi Tim Medis RSA Laksamana Malahayati dengan tenaga medis Puskesmas, serta dukungan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa.
Pelayanan kesehatan yang hadir langsung di Palue mendapat apresiasi dari masyarakat.
Sejumlah warga menyampaikan terima kasih kepada PDI Perjuangan karena telah menghadirkan layanan pemeriksaan dan pengobatan secara gratis di wilayah mereka.
Menurut warga, pelayanan tersebut sangat membantu karena masyarakat tidak harus menyeberang ke Kota Maumere hanya untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan.
“Kami berterima kasih kepada PDI Perjuangan yang sudah memberikan layanan pengobatan secara gratis. Dengan adanya pelayanan ini, kami bisa berobat di sini dan tidak membutuhkan waktu untuk menyeberang ke Kota Maumere,” ungkap warga.
Bagi masyarakat Palue, pelayanan yang hadir langsung di wilayah mereka membuat akses terhadap pemeriksaan kesehatan menjadi lebih mudah.
Kepala BAGUNA DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka, Yansen Seda, kepada media ini mengatakan antusiasme masyarakat terhadap pelayanan kesehatan tersebut sangat luar biasa.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, tenaga medis RSA Laksamana Malahayati dan tenaga medis Puskesmas yang telah berkolaborasi memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Yansen juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran DPP, DPD dan PAC PDI Perjuangan atas koordinasi yang dilakukan sehingga Tim Medis RSA Laksamana Malahayati dapat menjangkau masyarakat hingga Pulau Palue.
“Terima kasih kepada kepengurusan DPP, DPD dan PAC atas koordinasi sehingga Tim Medis Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati bisa menjamah sampai ke Palue,” ujar Yansen.
Kehadiran Tim Medis RSA Laksamana Malahayati di Palue memperlihatkan bahwa keterbatasan akses tidak menghentikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Kapalnya tidak bisa langsung menuju Palue. Tetapi tim medisnya tetap datang.
Dari Puskesmas Palue pada hari pertama, kemudian berlanjut ke Puskesmas Tuanggeo pada hari kedua.
Sebanyak 281 warga menjalani pemeriksaan kesehatan.
Pelayanan kesehatan gratis PDI Perjuangan melalui Tim Medis RSA Laksamana Malahayati pun terus berjalan dan menjangkau masyarakat Pulau Palue.
