Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Dari Peringkat 21, Fontein Targetkan 10 Besar Penilaian Kebersihan Kota Kupang

Rabu, 02 September 2026 | September 02, 2026 WIB Last Updated 2026-09-02T02:29:01Z

 



Kota Kupang, NTT— Kelurahan Fontein, Kota Kupang, mulai memperkuat gerakan pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar pelatihan pengelolaan dan daur ulang sampah yang melibatkan masyarakat serta berbagai pihak.


Kegiatan tersebut dibuka oleh Plt. Lurah Fontein, Iwan Taklal, pada Rabu (2/9/2026). Pelatihan ini merupakan bagian dari program yang dibiayai melalui dana kelurahan tahun 2026.


Iwan mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah kelurahan bersama masyarakat terhadap persoalan sampah dan kebersihan lingkungan.


“Dengan dana kelurahan kita bisa melakukan kegiatan ini supaya ke depannya, berangkat dari tahun 2026 sampai 2027, kita bisa lebih baik dari kemarin,” ujar Iwan.


Iwan mengungkapkan, Kelurahan Fontein sebelumnya pernah mencatat prestasi dalam penilaian kebersihan tingkat Kota Kupang.


Menurutnya, sekitar dua hingga tiga tahun lalu Fontein sempat masuk dalam enam besar penilaian kebersihan.


Namun, posisi tersebut mengalami penurunan dalam penilaian terakhir.


“Kita masuk enam besar dalam kebersihan. Tapi kali ini kita merosot jauh,” katanya.


Berdasarkan hasil yang disampaikan kepada pihak kelurahan, Fontein berada di sekitar peringkat 21 dari 51 kelurahan yang dinilai.


Penurunan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kelurahan. Iwan menilai masih banyak persoalan lingkungan yang perlu dibenahi secara bersama-sama.


Iwan menyebut salah satu persoalan yang masih ditemukan adalah keberadaan titik-titik penumpukan sampah di sejumlah lokasi.


Menurutnya, terdapat area terbuka maupun kawasan permukiman yang belum tertangani secara maksimal.


“Banyak titik-titik lokasi area permukiman terbuka itu ada titik kumpul sampah yang tidak disebarkan di TPS-TPS. Kemudian banyak ruang-ruang area terbuka itu tidak dibersihkan,” ungkapnya.


Ia mencontohkan sejumlah titik di wilayah Fontein yang dinilai membutuhkan perhatian lebih, termasuk kawasan ruang terbuka yang menjadi tempat aktivitas masyarakat.


Karena itu, persoalan kebersihan tidak cukup hanya mengandalkan petugas kebersihan. Menurut Iwan, dibutuhkan keterlibatan dan kepedulian masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.


Iwan menekankan terdapat sejumlah hal yang perlu diperkuat dalam upaya meningkatkan kebersihan di Kelurahan Fontein.


Pertama adalah kepedulian masyarakat terhadap sampah. Kedua, mendorong inovasi dalam pengelolaan sampah, termasuk pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai guna. Ketiga, memperkuat penanganan kebersihan di ruang-ruang terbuka.


Ketiga aspek tersebut, menurutnya, harus berjalan secara bersama-sama agar upaya meningkatkan kebersihan tidak hanya bersifat sementara. “Ini menjadi catatan penting,” ujarnya.


Melalui pelatihan yang digelar, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pengelolaan serta daur ulang sampah.


Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dan penggerak bank sampah yang diharapkan dapat membagikan pengalaman kepada masyarakat Fontein.


Pelatihan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengetahuan kepada warga, tetapi juga menjadi bagian dari rencana pembentukan forum bank sampah tingkat Kelurahan Fontein.


Forum tersebut diharapkan menjadi wadah bersama untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terorganisir.


Pemerintah kelurahan bersama masyarakat nantinya diharapkan dapat menentukan pola pengumpulan, pemilahan, pemanfaatan hingga pengelolaan sampah agar memiliki nilai ekonomis.


Langkah ini sekaligus diharapkan mampu mengurangi sampah yang dibuang sembarangan dan memperkuat budaya menjaga kebersihan lingkungan.


Iwan berharap gerakan pengelolaan sampah dan kebersihan yang mulai dibangun saat ini dapat memberikan dampak terhadap penilaian kebersihan Fontein ke depan.


Ia menegaskan, peringkat 21 tidak boleh menjadi titik akhir.


“Jangan lagi 21 besar. Kali ini kita harus lebih baik dari itu. 10 besar, 5 besar. Apapun yang lebih baik,” tegasnya.


Bahkan, Iwan tidak menutup kemungkinan Fontein dapat mengejar posisi terbaik dalam penilaian kebersihan tingkat Kota Kupang.


Menurutnya, target tersebut dapat dicapai apabila seluruh elemen masyarakat memiliki semangat dan komitmen yang sama.


“Bahkan impian tujuan juara satu saya rasa bisa,” katanya.


Iwan mengajak masyarakat Fontein untuk membangun kembali semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungan.


Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah kelurahan, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat.


Ia optimistis Fontein mampu memperbaiki prestasi apabila pemerintah, masyarakat, penggerak lingkungan, komunitas, serta berbagai elemen lainnya bergerak bersama.


“Kita keluarga di Fontein ini orang-orang baik. Jadi pasti kita tidak akan kalah dengan semangat dan kebersamaan kita,” ujarnya.


Dengan pelatihan pengelolaan dan daur ulang sampah serta rencana pembentukan forum bank sampah, Kelurahan Fontein kini mencoba membangun langkah baru.


Dari peringkat 21, targetnya jelas: kembali masuk 10 besar, menembus lima besar, dan bila memungkinkan merebut posisi juara kebersihan Kota Kupang.

✒️: kl