Maumere, NTT – Dari Maumere, sebuah perjalanan panjang kembali dimulai. Bukan sekadar perjalanan sebuah tim sepak bola, tetapi perjalanan anak-anak muda yang membawa harapan dan kebanggaan Kabupaten Sikka dan Nusa Tenggara Timur menuju panggung nasional.
Persami Maumere U-17, Juara Soeratin 2026, resmi bertolak menuju Jawa Timur, Senin 28 September 2026.
Keberangkatan tim dilepas langsung oleh Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi.
Usai dilepas, rombongan bergerak menuju Ende. Dari Ende, Persami akan melanjutkan perjalanan menggunakan kapal penyeberangan menuju Surabaya, Jawa Timur.
Di sanalah perjuangan berikutnya akan dimulai.
Persami Maumere akan tampil dalam Soeratin Cup U-17 zona nasional dan masuk dalam Zona 1. Jika mampu melewati fase tersebut, perjuangan akan berlanjut dengan harapan menembus babak delapan besar yang direncanakan berlangsung di IKN, Kalimantan Timur.
Trofi Juara Soeratin 2026 ikut dibawa dalam perjalanan.
Trofi itu bukan sekadar benda yang dibawa dari Maumere. Ia menjadi simbol dari kerja keras, keringat, latihan, perjuangan pemain, pelatih, manajemen, orang tua dan dukungan masyarakat Sikka.
Kini, setelah berhasil menjadi juara, Persami tidak lagi hanya membawa nama klub.
Di pundak para pemain melekat nama Sikka dan NTT.
Hal inilah yang ditekankan Wakil Bupati Sikka Ir. Simon Subandi Supriadi saat melepas keberangkatan tim.
Simon menyampaikan kebanggaan pemerintah daerah terhadap pencapaian Persami Maumere yang mampu meraih prestasi meski harus melalui persiapan dalam keterbatasan waktu.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras dan kebersamaan berbagai pihak.
Namun Simon mengingatkan para pemain agar tidak cepat puas.
“Perjalanan masih panjang. Jangan merasa kecil ketika berhadapan dengan tim dari daerah lain. Kalian sudah sampai di tingkat nasional karena kerja keras,” pesan Simon.
Ia meminta para pemain tampil dengan keberanian, disiplin dan sportivitas.
Setiap pertandingan, kata Simon, harus dijalani dengan semangat juang sekaligus tetap menghormati lawan dan mematuhi arahan pelatih.
Bagi Simon, prestasi tidak hanya diukur dari menang atau kalah.
Lebih dari itu, para pemain harus menunjukkan karakter, disiplin, kerendahan hati, kekompakan dan sportivitas.
Ketua PSSI Kabupaten Sikka, Yosef Nong Soni alias Tekan Tahan, menegaskan bahwa perjalanan Persami ke Jawa Timur bukan sekadar keberangkatan sebuah tim menuju pertandingan.
Ada perjuangan dan harapan besar yang ikut dibawa.
“Puji Tuhan, kita bisa sampai pada tahap ini. Ini merupakan hasil kerja keras bersama, mulai dari pemain, pelatih, manajemen, orang tua, pemerintah daerah hingga seluruh masyarakat yang memberikan dukungan,” ujar Yosef.
Yosef mengakui Persami menghadapi berbagai keterbatasan dalam persiapan.
Namun, keterbatasan tersebut dijawab dengan semangat kebersamaan.
Dukungan bahkan datang dari masyarakat NTT yang berada di Surabaya.
Mereka telah membantu menyiapkan tempat tinggal bagi rombongan Persami selama berada di Surabaya.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan masyarakat NTT yang ada di Surabaya. Mereka sudah mempersiapkan tempat bagi tim,” kata Yosef.
Ia berharap para pemain menjaga kekompakan, disiplin, kondisi fisik dan mental.
“Kita berharap anak-anak bisa bermain maksimal, menjaga nama baik Sikka dan NTT, serta memberikan yang terbaik di setiap pertandingan,” tegasnya.
Manajer Persami Maumere, Laurensius Gregorius, tidak menyembunyikan rasa bangganya.
“Saya merasa bangga karena kita bisa masuk ke zona seri nasional sampai detik ini. Kita persiapan yang begitu banyak,” ungkap Laurensius.
Namun perjuangan belum selesai.
Ia berharap langkah Persami terus berlanjut hingga mencapai delapan besar.
“Mudah-mudahan kita bisa masuk ke delapan besar sampai di tingkat IKN sana,” harapnya.
Manajemen, kata Laurensius, siap memberikan dukungan agar para pemain dapat berkonsentrasi menghadapi setiap pertandingan.
Kini, Persami Maumere meninggalkan tanah kelahiran dengan membawa satu modal yang tidak terlihat, tetapi sangat berarti: doa dan dukungan masyarakat Sikka.
Setiap langkah Laskar Nian Tana di tanah Jawa akan menjadi bagian dari harapan masyarakat yang mengikuti perjuangan mereka dari jauh.
Dukungan dan doa dari seluruh masyarakat diharapkan menjadi semangat sekaligus kekuatan bagi anak-anak Laskar Nian Tana untuk menghadapi setiap pertandingan.
Mereka mungkin hanya berjumlah sebelas pemain ketika berada di lapangan.
Namun di belakang mereka ada keluarga, pelatih, manajemen dan masyarakat Sikka yang terus memberikan dukungan.
Dari Maumere menuju Ende, menyeberang menuju Surabaya, perjuangan Laskar Nian Tana kini dimulai.
Mereka membawa trofi Juara Soeratin 2026, membawa nama Persami, membawa nama Sikka dan NTT.
Dan di setiap pertandingan nanti, doa masyarakat dari tanah kelahiran akan terus menyertai langkah mereka.
Berjuanglah, Laskar Nian Tana. Kalian tidak berjalan sendiri.
✒️: Albert Cakramento
