Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Jurnalis Turun Tangan: Floresa Tembus 4 Dusun di Elar Bawa Bantuan Pascagempa

Jumat, 04 September 2026 | September 04, 2026 WIB Last Updated 2026-09-03T22:50:57Z


Manggarai Timur, NTT, 4 September 2026 — Ketika bencana meninggalkan luka, kepedulian tidak boleh berhenti di balik meja. Prinsip itu diwujudkan Floresa.co bersama Sun Spirit For Justice and Peace dengan turun langsung ke pelosok untuk memastikan bantuan menjangkau warga terdampak gempa Flores.


Kali ini, langkah kemanusiaan tersebut menembus Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur.


Jauh dari pusat keramaian dan akses bantuan, warga di empat dusun menerima paket sembako yang disalurkan langsung oleh tim relawan.


Empat dusun tersebut yakni Dusun Ledu, Dusun Tirus, Dusun Weong dan Dusun Compang.


Bagi warga, kedatangan para relawan bukan sekadar membawa bantuan. Kehadiran tersebut menjadi pesan bahwa penderitaan mereka masih dilihat, didengar dan tidak dilupakan.


Sejak gempa berkekuatan 7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026, Floresa.co mengambil keputusan untuk tidak hanya memberitakan tragedi tersebut.


Di tengah keterbatasan listrik dan jaringan komunikasi, aktivitas jurnalistik tetap berjalan. Namun, perhatian kemudian diperluas pada satu hal yang jauh lebih mendesak, yakni bagaimana ikut membantu warga yang sedang menghadapi masa sulit.


Bersama Forum Masyarakat Sipil Flores dan Sun Spirit For Justice and Peace, Floresa membuka penggalangan dana untuk membantu korban gempa dan tsunami di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur.


Hingga Selasa malam, 1 September 2026, donasi yang berhasil dihimpun telah mencapai lebih dari Rp1 miliar.


Dana solidaritas tersebut kemudian disalurkan secara bertahap ke berbagai wilayah yang membutuhkan.


Kali ini, bantuan bergerak menuju Rana Gapang.


Tim relawan yang terdiri dari Felix Tampu, Ejhi Serlenso dan Silfanus Nggala turun langsung mendatangi warga.


Mereka membawa paket sembako untuk keluarga terdampak di empat dusun di Desa Rana Gapang.


Perjalanan menuju wilayah tersebut menjadi bagian penting dari misi kemanusiaan itu. Sebab dalam situasi bencana, perhatian sering kali lebih cepat terkonsentrasi di wilayah yang mudah dijangkau.


Sementara itu, warga di pelosok harus menunggu lebih lama.


Karena itu, bagi relawan, setiap perjalanan menuju kampung-kampung terpencil memiliki arti tersendiri.


Koordinator Relawan Floresa untuk Desa Rana Gapang, Felix Tampu, menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang memungkinkan bantuan tersebut sampai kepada masyarakat.


“Terima kasih kepada Media Floresa dan Sun Spirit For Justice and Peace yang sudah peduli terhadap warga di Kecamatan Elar, khususnya warga Desa Rana Gapang yang terdampak gempa Flores. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi setiap keluarga yang kami kunjungi,” ujar Felix.


Bantuan yang diterima warga mungkin tidak besar jika dibandingkan dengan luasnya kebutuhan pascabencana.


Namun, nilai sebuah bantuan tidak selalu diukur dari jumlahnya.


Bagi keluarga yang sedang berjuang memulihkan kehidupan, sebuah paket sembako yang datang tepat ketika dibutuhkan dapat menjadi tanda bahwa masih ada orang-orang yang peduli.


Seorang warga penerima bantuan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para relawan. 


“Terima kasih Media Floresa dan Sun Spirit For Justice and Peace yang telah datang mengunjungi kami. Kepedulian ini menyembuhkan luka dan duka kami. Walaupun sedikit tetap luar biasa dan sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.


Kepala Desa Rana Gapang, Melkior Wene, juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakatnya.


Menurutnya, kehadiran tim relawan menjadi bentuk nyata perhatian terhadap warga yang tengah menghadapi dampak bencana.


“Terima kasih kepada Tim Relawan Media Floresa dan Sun Spirit For Justice and Peace yang telah mengunjungi kami di Rana Gapang. Terima kasih telah peduli dengan derita kami. Kiranya Floresa dan tim terus diberkati Tuhan dalam karya-karya kemanusiaan selanjutnya,” ujar Melkior.


Gempa Flores tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik. Bencana juga meninggalkan trauma, kehilangan dan ketidakpastian bagi banyak keluarga.


Di tengah situasi tersebut, kerja kemanusiaan menjadi bagian penting dari proses pemulihan.


Floresa.co memperlihatkan bahwa media tidak harus berhenti pada aktivitas mencari, mengolah dan menyampaikan informasi.


Ketika bencana terjadi, media juga memiliki kekuatan untuk menghubungkan suara korban dengan tangan-tangan yang ingin membantu.


Dari ruang redaksi, informasi dikumpulkan.


Dari lapangan, kebutuhan warga ditemukan.


Dan dari solidaritas masyarakat, bantuan kemudian digerakkan.


Perjalanan menuju empat dusun di Rana Gapang menjadi bukti bahwa kepedulian tidak mengenal jarak.


Sebab bagi warga yang sedang terluka oleh bencana, terkadang yang paling mereka butuhkan bukan hanya bantuan yang dibawa, tetapi juga seseorang yang bersedia datang dan berkata:


“Kami tidak melupakan kalian.”

✒️: Albert Cakramento