Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Kepala BKN Pimpin Apel di Kota Kupang, Sebut Terbaik dari 44 Kabupaten/Kota di NTT, NTB dan Bali: “Gas Terus, Jangan Kendor!”

Senin, 14 September 2026 | September 14, 2026 WIB Last Updated 2026-09-14T06:25:52Z


Kupang, NTT — Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Kota Kupang atas capaian sebagai daerah terbaik dalam implementasi kebijakan kepegawaian di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Bali.


Apresiasi tersebut disampaikan Prof. Zudan saat memimpin dan mengikuti Apel Kekuatan Gabungan bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Kupang di Lapangan Kantor Wali Kota Kupang, Senin (14/9/2026).


Dalam kesempatan itu, Prof. Zudan menyebut Kota Kupang berada di posisi nomor satu dalam penilaian BKN untuk kategori tersebut dari 44 kabupaten/kota di wilayah NTT, NTB dan Bali.


“BKN memberikan penghargaan nomor satu, terbaik. Nama penghargaannya adalah Adhi Manawa Nugraha Utama. Nomor satu, terbaik dari 44 kabupaten/kota di wilayah NTT, NTB dan Bali,” ungkap Prof. Zudan.


Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Utama tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap komitmen, dedikasi, implementasi dan kontribusi Pemerintah Kota Kupang dalam menerapkan kebijakan kepegawaian yang mendukung pengembangan karier ASN.


Prof. Zudan menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, jajaran Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), para kepala perangkat daerah serta seluruh ASN yang dinilai telah berkontribusi terhadap capaian tersebut.


“Ini terbaik atas komitmen, dedikasi dan implementasi serta kontribusi dalam implementasi kebijakan kepegawaian yang pro dengan karier ASN. Terima kasih Pak Dokter, Pak Wali Kota. Ini membanggakan bagi saya,” kata Prof. Zudan.


Menurut Prof. Zudan, keberhasilan Kota Kupang tidak terlepas dari berbagai pembenahan dalam tata kelola kepegawaian.


Beberapa praktik yang menjadi perhatian antara lain kemudahan pencantuman gelar akademik, penerapan e-kinerja harian, serta pelaksanaan kenaikan pangkat secara periodik setiap bulan.


Kebijakan tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan tertib administrasi kepegawaian, tetapi juga memberikan kepastian dan ruang yang lebih baik bagi ASN dalam mengembangkan karier.


Prof. Zudan mengingatkan agar capaian tersebut tidak berhenti sebagai penghargaan. Keberhasilan, menurutnya, harus menjadi energi untuk mendorong peningkatan kinerja birokrasi.


> “Ini semua menjadi penting bagi kita. Setiap keberhasilan harus kita rayakan. Jadi jangan hanya mengkritik, memberikan punishment. Saatnya setiap keberhasilan harus kita beritakan, kita rayakan sebagai pemacu dan penyemangat kita,” tegasnya.


“Gas Pol, Rem Tetap Pakem”


Di tengah apresiasi tersebut, Prof. Zudan meminta Pemerintah Kota Kupang tidak berpuas diri.


Ia justru mendorong agar berbagai pembenahan yang telah dilakukan terus dipertahankan dan ditingkatkan.


“Ini tolong dijaga, jangan kasih kendor. Gas pol, rem tetap pakem,” ujarnya.


Pesan tersebut menjadi penegasan agar capaian Kota Kupang dalam tata kelola ASN dapat dipertahankan sekaligus dikembangkan melalui peningkatan produktivitas, digitalisasi dan pola kerja yang lebih efektif.


Prof. Zudan juga mendorong ASN Kota Kupang untuk membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil.


Menurutnya, keberhasilan reformasi birokrasi pada akhirnya harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pelayanan publik yang lebih cepat, mudah dan fleksibel.


> “Kita berharap pelayanan publik kita juga seperti itu, lebih cepat, lebih mudah, lebih fleksibel. Kita akan semakin produktif bila bisa bergerak digital,” katanya.


Memasuki triwulan terakhir 2026, Kepala BKN juga mengingatkan jajaran Pemerintah Kota Kupang untuk memastikan berbagai target pembangunan dapat diselesaikan.


Target tersebut mencakup pendapatan dan belanja daerah, penanganan stunting, kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, pembangunan infrastruktur, pengendalian inflasi hingga peningkatan akses pendidikan.


Ia menekankan bahwa profesionalisme ASN tidak sekadar diukur dari kepatuhan terhadap jam kerja. Lebih dari itu, ASN harus memastikan pekerjaan selesai, target tercapai dan hak masyarakat mendapatkan pelayanan tepat waktu.


“Untuk naik kelas, kita harus datang sebelum waktu. Pulang setelah waktu. Rapikan semua, cek target-target kita. Persiapkan pekerjaan-pekerjaan kita,” tegas Prof. Zudan.


Ia juga menekankan pentingnya inovasi, digitalisasi dan integritas sebagai bagian dari budaya kerja ASN dalam membangun birokrasi yang semakin profesional dan produktif.


Sementara itu, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan bahwa pengakuan BKN sebagai daerah terbaik dari 44 kabupaten/kota menjadi momentum penting bagi Pemkot Kupang untuk mempertahankan konsistensi pembenahan tata kelola pemerintahan.


Menurut Christian, Adhi Manawa Nugraha Utama bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi penanda bahwa transformasi pengelolaan ASN di Kota Kupang mendapat pengakuan dari lembaga yang membidangi manajemen kepegawaian secara nasional.


Namun, capaian tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Pemkot Kupang untuk memastikan birokrasi yang semakin tertata dapat menghasilkan pelayanan publik yang semakin nyata dirasakan masyarakat.


Sebab, pada akhirnya, keberhasilan birokrasi tidak hanya diukur dari jumlah penghargaan yang diterima, tetapi dari kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.


Apel Kekuatan Gabungan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, S.H., para Staf Ahli Wali Kota, para Asisten Sekda Kota Kupang, seluruh kepala perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Kupang, Direktur RSUD S.K. Lerik, pimpinan Perusahaan Umum Daerah Kota Kupang serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.


Kehadiran Kepala BKN dalam apel tersebut sekaligus menjadi momentum bagi jajaran Pemkot Kupang untuk memperkuat komitmen dalam membangun manajemen ASN yang profesional, adaptif dan berbasis digital.


Capaian sebagai daerah terbaik di kawasan NTT, NTB dan Bali pun diharapkan menjadi pijakan untuk terus memperbaiki tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Kota Kupang.

✒️: kl