Manggarai Timur,NTT, 29 September 2026 - Krisis air bersih yang melanda Desa Sisir, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, kian memprihatinkan. Warga bukan hanya harus berjalan kaki 1 hingga 3 kilometer, tapi juga harus bangun dini hari demi mendapatkan air.
Sudah empat bulan terakhir, semua sumur di sekitar permukiman warga mengering. Satu-satunya sumber yang tersisa ada di Nuling, Desa Sisir, dengan debit sangat kecil dan harus diantre berjam-jam.
Kondisi itu diperparah dengan kualitas air yang tidak layak. Untuk kebutuhan dalam jumlah banyak, warga bahkan harus mengeluarkan biaya sewa motor Rp10 ribu per jerigen.
Salah satu warga Desa Sisir, Herry Narendra, menceritakan pahitnya perjuangan mendapatkan air. Pernyataan ini ia sampaikan langsung saat dihubungi media ini.
"Kami sudah mengalami krisis air empat bulan terakhir, semua sumur kering. Untuk mendapatkan air kami harus bangun jam tiga pagi untuk mengantri sumur, itu pun airnya berbau dan kotor. Untuk mendapatkan air dalam jumlah banyak kami harus menyewa motor dengan harga sepuluh ribu per jerigen. Kondisi ini sudah kami alami selama puluhan tahun terakhir. Kami berharap perhatian pemerintah dan kondisi kami di Desa Sisir, kami butuh sumur bor, kami butuh air minum bersih," ungkap Herry.
Menurut Herry, krisis ini bukan baru terjadi tahun ini. Warga Desa Sisir sudah mengalami kondisi serupa selama puluhan tahun terakhir, terutama saat musim kemarau panjang.
140 KK Terdampak, Dusun Nganta Terparah
Krisis air di Desa Sisir saat ini berdampak pada lebih dari 140 Kepala Keluarga (KK). Wilayah terparah ada di Dusun Nganta dengan lebih dari 60 KK dan 1 fasilitas kesehatan ikut terdampak.
Setiap hari, pemandangan warga membawa jeriken dan ember menjadi hal biasa. Ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak-anak harus menuruni lembah dan mendaki kembali dengan beban air di pundak.
Jika siang tidak kebagian, mereka terpaksa kembali lagi pada pukul 01.00 hingga 02.00 dini hari, menunggu rembesan air terkumpul kembali.
Bagi warga Desa Sisir, satu jerigen air bukan sekadar air. Harganya adalah waktu, tenaga, lelah, dan bahkan uang. Mereka kini hanya berharap perhatian serius dari pemerintah untuk pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang.
✒️: kl
