Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Tak Hanya Bawa Obat, PDI Perjuangan Hadir di Tuanggeo: Saat Warga Diobati, Anak-anak Diajak Bercerita

Rabu, 23 September 2026 | September 23, 2026 WIB Last Updated 2026-09-23T08:57:29Z

 



Maumere, NTT — Pelayanan kemanusiaan PDI Perjuangan di Pulau Palue terus bergerak. Setelah pada hari pertama, Selasa (22/9/2026), Tim Medis PDI Perjuangan memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas Palue, Desa  Reruwairere, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, pada hari kedua, Rabu (23/9/2026), tim kembali turun langsung ke tengah masyarakat di Tuanggeo.


Namun, pelayanan kali ini tidak hanya membawa tenaga medis dan obat-obatan.


Di tengah kesibukan Tim Medis PDI Perjuangan melayani masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan, anak-anak di posko pengungsian juga mendapatkan perhatian secara langsung.


Melalui kolaborasi dengan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Misir Tengah, PDI Perjuangan menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak di Posko Pengungsian Tuanggeo, Kecamatan Palue.


Suasana di lokasi pengungsian pun tidak hanya diisi aktivitas pelayanan kesehatan.


Di sisi lain, anak-anak diajak mengikuti kegiatan yang dekat dengan dunia mereka.


Ada dongeng.

Ada games dan permainan.

Ada interaksi.


Dan ada ruang bagi anak-anak untuk bercerita tentang pengalaman yang mereka alami selama bencana maupun ketika berada di pengungsian.


Kegiatan tersebut dikemas secara santai agar anak-anak dapat mengikuti dengan nyaman.


Mereka tidak hanya menjadi pendengar.


Anak-anak juga diberikan kesempatan untuk berbicara, bermain dan berbagi cerita.


Pemilik Taman Bacaan Masyarakat Misir Tengah, Hubertina Afloubun, yang akrab disapa Inay, saat dihubungi media ini terkait kegiatan di Tuanggeo menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memang diarahkan untuk anak-anak.


Menurut Inay, kegiatan tidak hanya diisi dengan mendongeng.


Anak-anak juga diajak bermain, mengikuti games dan permainan, serta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman.


“Anak-anak lebih banyak diajak bermain, ada dongeng, games dan permainan. Mereka juga diberikan kesempatan untuk sharing atau bercerita tentang pengalaman yang mereka alami,” jelas Inay kepada media ini.


Menurutnya, pendekatan kegiatan dibuat sedekat mungkin dengan dunia anak.


Anak-anak diberikan ruang untuk berinteraksi dalam suasana santai dan menyenangkan.


Dalam kegiatan tersebut, TBM Misir Tengah berkolaborasi dengan Tim PDI Perjuangan untuk memberikan pendampingan kepada anak-anak di lokasi pengungsian.


Kegiatan trauma healing tersebut tidak sekadar bertujuan mengisi waktu anak-anak selama berada di pengungsian.


Anak-anak juga diberikan ruang untuk menyampaikan cerita mereka.


Pengalaman menghadapi bencana, berada di pengungsian, hingga perubahan kehidupan sehari-hari menjadi bagian dari cerita yang dapat mereka bagikan.


Melalui dongeng, permainan dan interaksi, anak-anak mendapatkan ruang untuk kembali melakukan aktivitas yang dekat dengan keseharian mereka.


Mereka bermain.

Mereka tertawa.

Mereka bercerita.

Dan mereka didengarkan.


Pemandangan di Tuanggeo memperlihatkan dua bentuk pelayanan yang berlangsung bersamaan.


Tim Medis PDI Perjuangan melayani kebutuhan kesehatan masyarakat, sementara anak-anak mendapatkan pendampingan melalui kegiatan trauma healing.


Pelayanan kesehatan menyentuh kebutuhan fisik masyarakat.


Sementara kegiatan trauma healing memberikan ruang bagi anak-anak untuk bermain, berinteraksi dan berbagi pengalaman.


Hal ini menjadi bagian dari rangkaian pelayanan PDI Perjuangan di Palue setelah sebelumnya tim memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas Maluriwu.


Dari Maluriwu, pelayanan kemudian berlanjut ke Tuanggeo.


Kehadiran Tim PDI Perjuangan di Tuanggeo tidak berhenti pada pemeriksaan dan pengobatan.


Perhatian juga diberikan kepada anak-anak yang menjalani kehidupan di tengah pengungsian.


Sebab, dampak bencana tidak selalu terlihat dalam bentuk luka atau penyakit.


Bagi anak-anak, bencana juga dapat berarti perubahan lingkungan, hilangnya rutinitas dan harus menjalani kehidupan di tempat pengungsian.


Karena itu, ruang untuk bermain dan bercerita menjadi bagian dari kegiatan pendampingan yang dilakukan.


Kolaborasi PDI Perjuangan bersama TBM Misir Tengah menghadirkan aktivitas yang memungkinkan anak-anak kembali menikmati dunia mereka.


Ada dongeng yang didengarkan. Ada permainan yang dimainkan. Ada cerita yang dibagikan. Dan ada anak-anak yang mendapatkan kesempatan untuk didengarkan.


Dari Maluriwu ke Tuanggeo, pelayanan kemanusiaan PDI Perjuangan terus bergerak.


Bukan hanya mengobati warga yang membutuhkan, tetapi juga memberikan perhatian kepada anak-anak yang sedang menjalani kehidupan di tengah pengungsian.


Saat warga mendapatkan pelayanan kesehatan, anak-anak pun mendapatkan sentuhan langsung—diajak bermain, bercerita dan kembali merasakan keceriaan di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih.

✒️: Albert Cakramento