Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Warisan Hewokloang Bawa Cletus Beru ke Panggung Nasional: 5 Besar Local Hero dan 10 Besar Tokoh Budaya

Sabtu, 26 September 2026 | September 26, 2026 WIB Last Updated 2026-09-26T03:23:55Z

 


Maumere, NTT, 26 September 2026 — Warisan budaya Hewokloang yang terus dirawat melalui Sanggar Doka Tawa Tana kini membawa nama Cletus Beru ke panggung yang lebih luas.


Cletus Beru sebelumnya berhasil masuk 5 besar Local Hero in Tourism 2026 dan masih mengikuti proses menuju tiga besar. Tidak berhenti di sana, namanya juga masuk 10 besar nominasi Tokoh Budaya DPD RI Award 2026.


Di balik dua pencapaian tersebut, ada perjalanan panjang dalam merawat budaya, melibatkan generasi muda dan membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi melalui aktivitas budaya dan pariwisata.


Orang tua Cletus Beru berdomisili di Kampung Dokar, Desa Uma Uta, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka.


Keterikatan keluarga tersebut menjadi bagian dari perjalanan Cletus dalam mengembangkan aktivitas budaya melalui Sanggar Doka Tawa Tana.


Namun, keberadaan Cletus dan sanggar di wilayah Kecamatan Bola tidak berarti warisan Hewokloang berasal dari Bola.

Warisan Hewokloang memiliki akar sejarah dan identitas budayanya sendiri.


Melalui Sanggar Doka Tawa Tana, warisan tersebut dirawat, dikembangkan dan diperkenalkan kepada generasi muda maupun masyarakat yang lebih luas.


Di sanggar ini, anak-anak belajar tari, musik tradisional dan tenun, sekaligus mengenal nilai serta cerita yang melekat pada warisan budaya tersebut.


Sanggar Doka Tawa Tana bukan hanya tempat berlatih kesenian.


Di tempat ini, generasi muda didorong menjadi pelaku budaya. Mereka belajar menari, mengenal musik tradisional, memahami tenun dan mengenal kembali nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur.


Bagi Cletus, budaya tidak cukup hanya disimpan sebagai peninggalan.

Budaya harus dipraktikkan agar tetap hidup.


Ketika anak-anak mulai menari, memainkan musik tradisional dan mengenal tenun, sebuah mata rantai pelestarian budaya sedang dibangun.


Aktivitas Sanggar Doka Tawa Tana juga menjadi salah satu kekuatan yang memperkaya perjalanan Uma Uta sebagai desa wisata.

Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat pemandangan.


Mereka dapat menyaksikan kesenian, mengenal tradisi dan melihat karya masyarakat secara langsung.


Di sinilah budaya dan pariwisata bertemu.

Sanggar menyediakan ruang pembelajaran sekaligus pertunjukan. Sementara desa wisata memberikan panggung yang lebih luas agar budaya masyarakat dapat bertemu dengan wisatawan.


Dari hubungan tersebut, peluang ekonomi ikut terbuka.


Pelaku seni mendapatkan ruang tampil. Penenun memperoleh kesempatan memperkenalkan dan menjual karya. Produk lokal pun memiliki ruang untuk dikenal oleh pengunjung.


Perputaran ekonomi masyarakat ikut bergerak ketika budaya bertemu dengan pariwisata.


Cletus Beru memiliki keterikatan keluarga dengan Kampung Dokar, Desa Uma Uta, Kecamatan Bola.


Namun, warisan Hewokloang memiliki sejarah dan identitas budaya tersendiri.


Karena itu, keberadaan Cletus di wilayah Bola lebih tepat dilihat sebagai salah satu ruang tumbuhnya aktivitas pelestarian budaya melalui Sanggar Doka Tawa Tana.


Melalui sanggar tersebut, Cletus ikut memperkenalkan warisan Hewokloang kepada generasi muda dan masyarakat yang lebih luas.


Budaya yang diperkenalkan bukan sekadar pertunjukan.


Di dalamnya terdapat identitas, cerita, nilai dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi.


Pelestarian budaya pada akhirnya bergantung pada siapa yang akan meneruskannya.


Cletus melibatkan anak-anak dan generasi muda dalam berbagai aktivitas sanggar. 


Mereka belajar. Mereka tampil. Mereka mengenal tari, musik dan tenun.


Ketika tangan-tangan muda mulai belajar menenun dan kaki-kaki muda mulai menari, warisan budaya tidak lagi hanya berada dalam cerita generasi terdahulu.


Lebih dari itu, ketika generasi muda melihat bahwa budaya dapat menjadi ruang ekspresi sekaligus membuka peluang ekonomi, pelestarian budaya memperoleh makna yang lebih nyata.


Perjalanan tersebut kini membawa Cletus Beru ke panggung yang lebih luas.


Ia masuk 5 besar Local Hero in Tourism 2026 dan masih mengikuti proses menuju tiga besar.


Pada saat yang sama, Cletus juga masuk 10 besar nominasi Tokoh Budaya DPD RI Award 2026.


Dua capaian tersebut menjadi perhatian karena berada di belakang aktivitas yang berlangsung dari tingkat komunitas.


Ada sanggar yang terus berjalan. Ada anak-anak yang terus belajar. Ada tradisi yang terus diperkenalkan. Dan ada masyarakat yang memperoleh ruang untuk terlibat dalam kegiatan budaya dan wisata.


Bagi Cletus, penghargaan bukanlah tujuan akhir.


Yang lebih penting adalah memastikan budaya tetap hidup, dikenal generasi muda dan memberi manfaat bagi masyarakat.


Pelestarian budaya menjadi semakin kuat ketika masyarakat tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berkembang melalui potensi budaya yang mereka miliki.


Dari Kampung Dokar, Desa Uma Uta, melalui Sanggar Doka Tawa Tana, warisan Hewokloang terus bergerak.


Menghidupkan tradisi. Menyiapkan generasi penerus. Membuka ruang bagi pelaku seni dan penenun.

Sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.


Kini, dari Kecamatan Bola, perjalanan Cletus Beru membawa cerita tentang budaya lokal menuju panggung yang lebih luas.


Bukan sekadar tentang sebuah nominasi, tetapi tentang bagaimana warisan budaya dapat tetap hidup, diwariskan kepada generasi muda dan menjadi bagian dari denyut kehidupan ekonomi masyarakat.

✒️: Albert Cakramento