Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Dua SMK di Kupang Siapkan 40 Peserta untuk Bersaing di Dunia Kerja Global

Senin, 12 Oktober 2026 | Oktober 12, 2026 WIB Last Updated 2026-10-12T04:09:35Z

 



Kupang, NTT — Sebanyak 40 peserta dari SMKN 1 Kupang dan SMKN 6 Kupang mengikuti program SMK Go Global untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja internasional. Pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung selama 42 hari.


Program bertema “Tingkatkan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia, Terampil Mendunia” itu diluncurkan di Aula SMKN 1 Kupang, Senin (12/10/2026).


Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMKN 1 Kupang, Frengky Lesiangi, mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya mempersiapkan peserta agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja di luar negeri.


Pembekalan kompetensi teknis dan kemampuan berbahasa asing menjadi bagian penting dalam persiapan tersebut. Karena itu, peserta diharapkan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius.


Frengky juga berharap program SMK Go Global dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan pendidikan kejuruan yang lebih berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.


Menurut dia, kesempatan mengikuti pelatihan perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan diri sehingga peserta memiliki bekal yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja.


Kepala SMKN 6 Kupang, Asa Lahtang, dalam sambutannya menekankan pentingnya mempersiapkan lulusan SMK agar mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja.


Menurut Asa, pendidikan kejuruan tidak cukup hanya membekali peserta didik dengan pengetahuan. Mereka juga perlu memiliki keterampilan praktis, kemampuan berkomunikasi, dan kesiapan beradaptasi dengan lingkungan kerja.


Penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan, terutama bagi peserta yang ingin bekerja di luar negeri. Kemampuan tersebut perlu didukung keterampilan teknis sesuai bidang pekerjaan yang dituju.


Asa juga menekankan perlunya kerja sama antara sekolah, pemerintah, dan dunia usaha untuk memperluas kesempatan kerja bagi lulusan SMK.


Ia berharap program SMK Go Global dapat membantu peserta memahami kebutuhan dunia kerja sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang semakin terbuka.


Sementara itu, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur, Suratmi Hamida, dalam sambutannya menekankan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan sikap profesional bagi calon pekerja migran Indonesia.


Menurut pesan yang disampaikan dalam arahannya, kesiapan bekerja tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, tetapi juga oleh karakter dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.


Peserta diharapkan mengikuti pelatihan secara sungguh-sungguh dan menjadikan proses pembelajaran sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.


Suratmi juga mengingatkan pentingnya ketekunan dalam menghadapi kesulitan. Pengalaman selama pelatihan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan dan membangun sikap profesional.


Selain keterampilan kerja, empati dan kepedulian terhadap sesama juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang baik di lingkungan kerja.


Pelatihan SMK Go Global diikuti 40 peserta dari SMKN 1 Kupang dan SMKN 6 Kupang selama 42 hari.


Melalui program tersebut, peserta diharapkan dapat meningkatkan kompetensi, keterampilan teknis, dan kemampuan berbahasa asing sebagai bekal menghadapi peluang kerja internasional.


Program ini juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan lulusan pendidikan kejuruan agar mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja. Namun, kesiapan bekerja di luar negeri tetap perlu didukung pemenuhan persyaratan kompetensi dan ketentuan penempatan pekerja migran yang berlaku.

✒️: kl