Kota Kupang, NTT— Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, membuka Festival Budaya Kelurahan Naikoten II bertema Lamaholot di Aula Paroki Santo Yoseph, Kota Kupang, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini menjadi upaya melestarikan budaya daerah sekaligus memperkuat persaudaraan dan mendorong kreativitas generasi muda.
Pembukaan festival diawali dengan penampilan Tarian Henung oleh siswa SD Persitim 1. Kegiatan tersebut dihadiri Pastor Romo Jhon Rusae, Margaritha Salean, Victor Reyneer Therik, Konstanteni Adam, Hengky C. Malelak, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Christian mengatakan pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus memperhatikan manusia melalui pendidikan, kesehatan, pembentukan karakter, dan penguatan toleransi.
“Melestarikan budaya, membangun karakter, dan juga menggerakkan ekonomi,” kata Christian.
Menurut dia, Kelurahan Naikoten II merupakan gambaran kecil Kota Kupang yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan budaya. Keberagaman tersebut harus dijaga sebagai kekuatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Budaya itu bukan hanya warisan, tetapi juga pinjaman dari anak cucu kita,” ujarnya.
Christian juga menyampaikan sejumlah capaian Pemerintah Kota Kupang dalam beberapa waktu terakhir. Capaian tersebut meliputi peringkat ketiga dalam penilaian akses dan mutu pelayanan kesehatan di kawasan Indonesia Timur, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua; peringkat kedua dalam pelaksanaan program bedah rumah melalui program tiga juta rumah; serta peringkat pertama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di kawasan Indonesia Timur.
Ia menegaskan, capaian pemerintahan merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran, bukan keberhasilan satu orang.
“Tidak ada superman, yang ada itu super team,” katanya.
Pada kesempatan itu, Christian menyerahkan bantuan berupa 10 tas sekolah beserta alat tulis kepada anak-anak.
Ketua panitia, Rio Ndun, mengatakan festival tersebut bertujuan mempererat persaudaraan sekaligus menjaga keberlangsungan budaya Lamaholot di tengah masyarakat Kota Kupang.
Sejumlah kegiatan disiapkan dalam festival ini, antara lain lomba tari kreasi Lamaholot, peragaan busana anak usia 5–11 tahun, serta peragaan busana bagi peserta berusia 30 tahun ke atas.
Menurut Rio, kegiatan tersebut mendapat dukungan dana dari Pemerintah Kota Kupang sebesar Rp17.657.658. Panitia juga menjual sekitar 1.500 kupon dengan harga Rp10.000 per kupon untuk mendukung pelaksanaan kegiatan dan penyediaan hadiah.
Pembukaan festival ditandai dengan penyiraman air kelapa yang berkaitan dengan tradisi Lamaholot, yakni Bau Lolon atau Lodong Ana’. Tradisi tersebut menjadi bagian dari ungkapan adat yang makna dan pelaksanaannya dapat berbeda menurut komunitas.
Festival Budaya Naikoten II diharapkan tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni dan tradisi, tetapi juga memperkuat hubungan antarwarga serta membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan produk mereka.
Melalui kegiatan ini, pelestarian budaya diharapkan berjalan seiring dengan penguatan karakter, penghargaan terhadap keberagaman, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
✒️: kl
