Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Kepala Sekolah SDN Bertingkat Naikoten Tekankan Nutrisi dan Peran Orangtua

Kamis, 08 Oktober 2026 | Oktober 08, 2026 WIB Last Updated 2026-10-08T07:33:04Z

 



Kota Kupang, NTT— Kesiapan anak mengikuti pembelajaran tidak hanya bergantung pada proses pendidikan di sekolah, tetapi juga pada kondisi kesehatan dan dukungan keluarga di rumah. Karena itu, pemenuhan nutrisi dan keterlibatan orangtua menjadi perhatian SDN Bertingkat Naikoten, Kota Kupang.


Hal itu disampaikan Kepala UPTD SDN Bertingkat Naikoten, Martina Amaral, S.Pd., dalam DANCOW FortiGro Seminar Nutrisi Dukung Anak Siap Sekolah di sekolah tersebut, Kamis (8/10/2026).


Martina mengatakan anak perlu berada dalam kondisi sehat agar dapat mengikuti proses belajar dengan baik. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah pemenuhan nutrisi.


"Untuk anak bisa bersekolah dengan baik, belajar dengan baik, dia harus sehat. Salah satunya nutrisinya harus bagus," kata Martina.


Menurut dia, sekolah tidak dapat bekerja sendiri dalam memastikan kesehatan dan tumbuh kembang anak. Peran orangtua sangat penting untuk meneruskan edukasi dan kebiasaan sehat yang dibangun di sekolah.


Karena itu, seminar tersebut melibatkan orangtua agar mereka memperoleh pemahaman langsung mengenai nutrisi dan pendampingan anak.


Martina mengatakan masih ada anak yang tidak terbiasa minum susu. Melalui edukasi kepada orangtua, sekolah berharap keluarga dapat membantu anak memahami pentingnya pemenuhan nutrisi bagi pertumbuhan.


Martina menjelaskan, sekolah telah melakukan sejumlah langkah konkret untuk memastikan anak datang dalam kondisi siap belajar.


Setiap pagi, guru mengecek kondisi siswa, termasuk menanyakan apakah anak sudah sarapan dan makanan apa yang dikonsumsi sebelum berangkat ke sekolah.


Sekolah juga memanfaatkan grup paguyuban kelas untuk berkomunikasi dengan orangtua. Melalui grup tersebut, orangtua diingatkan agar anak sarapan, membawa makanan, dan membawa tumbler berisi air putih.


"Setiap pagi kami mengecek. Anak-anak membawa makanan dan tumbler. Tumbler itu membawa air putih," ujarnya.


Kebiasaan membawa air minum, kata Martina, semakin penting ketika cuaca panas. Anak perlu mendapatkan asupan air yang cukup selama berada di sekolah.


Ia menilai seminar yang menghadirkan tenaga ahli menjadi penguatan bagi edukasi yang selama ini dilakukan sekolah.


"Orangtua sudah mendengar sendiri dari ahli-ahli gizi. Tentu akan lebih bagus lagi karena sudah saling mendukung," katanya.


Martina mengatakan kerja sama sekolah dengan Danone telah berlangsung selama bertahun-tahun. Sejak dirinya menjadi kepala sekolah pada 2019, berbagai kegiatan bersama telah dilaksanakan.


Jika sebelumnya kegiatan lebih banyak melibatkan siswa, tahun ini orangtua juga dilibatkan dalam seminar.


"Kami bersyukur tim Danone percaya sekolah kami untuk berkunjung memberikan susu gratis. Kerja sama ini bukan baru pertama, sudah berlangsung bertahun-tahun," katanya.


Martina berharap kegiatan edukasi mengenai nutrisi dan parenting dapat terus dilanjutkan dengan melibatkan lebih banyak orangtua.


Ia juga berharap program pemberian susu gratis bagi siswa dapat terus berlangsung.


"Kami sangat berharap kegiatan-kegiatan seperti ini tidak berakhir sampai di sini, tetapi ke depan terus berlanjut," ujar Martina.


Psikiater dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widadi, Sp.KJ(K)., MARS, mengatakan pemenuhan nutrisi perlu berjalan beriringan dengan pola asuh yang tepat.


Menurut dia, orangtua perlu memberikan pendampingan secara menyeluruh, baik secara fisik maupun emosional, agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.


"Kegiatan ini sangat positif karena membahas parenting, bagaimana pola asuh yang baik diberikan orangtua kepada anak sehingga pendampingan bisa optimal, baik secara fisik maupun emosional," kata Dewa.


Ia mengatakan pola asuh memiliki kaitan dengan kesehatan mental anak. Berdasarkan pengalamannya sebagai psikiater, ia menemukan anak dan remaja dengan berbagai persoalan kesehatan mental yang dalam sejumlah kasus berkaitan dengan pola asuh dan dinamika keluarga.


"Tanpa disadari, orangtua memberikan pengasuhan yang kurang sesuai dengan perkembangan anak," ujarnya.


Dewa mendorong edukasi mengenai pola asuh dan kesehatan mental diperluas hingga ke lingkungan sekolah dan masyarakat.


Dewa juga mengingatkan orangtua mengenai penggunaan gawai. Menurut dia, teknologi memiliki manfaat bagi pendidikan, tetapi tetap membutuhkan batasan.


Ia meminta orangtua memahami durasi penggunaan gawai dan tetap menjaga komunikasi langsung dengan anak.


"Walaupun ada gadget, gunakanlah gadget itu dengan bijaksana. Batasan waktunya juga harus dipahami dan tetap harus menjalin komunikasi yang erat antara orangtua dan anak," katanya.


Menurut Dewa, orangtua tidak cukup hanya menyediakan fasilitas bagi anak. Hubungan emosional dan komunikasi dalam keluarga tetap menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan mental anak.


Ketua Komite SDN Bertingkat Naikoten, Seraf Banunu, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga.


"Kami sebagai komite sekaligus perwakilan orangtua sangat antusias dan mendukung penuh kegiatan ini," kata Seraf.


Menurut dia, pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Orangtua perlu melanjutkan pendampingan ketika anak berada di rumah.


Seraf mengajak orangtua menciptakan suasana rumah yang aman dan nyaman serta membangun komunikasi yang baik dengan anak.


"Sebagai orangtua, kita harus punya kesadaran dan tanggung jawab yang penuh terhadap kehidupan anak-anak kita," ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya komunikasi antara orangtua dan guru sebagai pendidik.


"Yang paling penting adalah komunikasi, baik komunikasi yang baik dengan anak maupun komunikasi dengan guru," kata Seraf.


Menurut Seraf, sinergi sekolah, komite, dan orangtua diperlukan agar pendampingan anak tidak terputus antara lingkungan sekolah dan rumah.

✒️: kl