Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Ribuan Orang Antar Gonzalo ke Peristirahatan Terakhir, Ebit: Pemimpin Seperti Almarhum Jarang Kita Dapat

Selasa, 06 Oktober 2026 | Oktober 06, 2026 WIB Last Updated 2026-10-06T11:09:28Z

 



Ngada, NTT — Ribuan orang menghadiri prosesi pemakaman Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, pada Selasa (6/10/2026). Mereka datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat.


Di antara para pelayat, Wilfridus Yons Ebit datang mengantar Gonzalo ke tempat peristirahatan terakhir. Bagi Ebit, kepergian Gonzalo bukan sekadar kehilangan seorang pejabat daerah, melainkan juga kehilangan seorang senior, kakak, dan sahabat.


“Bagi saya, beliau bukan hanya sebagai sosok Wakil Bupati. Beliau adalah senior, kakak dan sahabat yang paling baik,” kata Ebit saat ditemui awak media di sela-sela prosesi pemakaman.


Ebit mengaku langsung membatalkan sejumlah agenda ketika mendapat kabar Gonzalo meninggal dunia. Saat itu, ia sedang berada di Adonara dan Solor untuk menjalankan beberapa kegiatan.


“Saat mendengar informasi meninggalnya beliau, saya sedang berkunjung ke beberapa wilayah di Adonara dan Solor. Masih ada beberapa kegiatan, tetapi terpaksa saya batalkan dan memilih untuk berangkat ke rumah duka,” ujarnya.


Bagi Ebit, keputusan untuk datang bukan sekadar bentuk penghormatan kepada seorang pejabat. Ia ingin mengantar sahabatnya untuk terakhir kali.


“Karena sosok seperti beliau, berdosa kalau tidak didatangi saat beliau berpamitan untuk selamanya,” katanya.


Hubungan Ebit dan Gonzalo tidak hanya berlangsung dalam urusan organisasi. Keduanya juga kerap berbicara mengenai persoalan masyarakat dan pembangunan di Kabupaten Nagekeo.


Di tengah kesibukannya sebagai Wakil Bupati, Gonzalo disebut masih menyempatkan diri berkomunikasi dengan Ebit. Bahkan ketika berada di Jakarta, keduanya berusaha bertemu untuk berdiskusi.


Salah satu pertemuan yang paling diingat Ebit terjadi pada Agustus 2026 di Mauponggo. Saat itu, Gonzalo menghadiri pelantikan kepengurusan Korcam Tani Merdeka Indonesia (TMI).


Tidak ada yang menyangka pertemuan tersebut menjadi salah satu perjumpaan terakhir keduanya.


Kini, pertemuan itu menjadi kenangan bagi Ebit. Begitu pula dengan percakapan melalui telepon dan berbagai diskusi mengenai rencana yang pernah mereka bicarakan bersama.


Ebit mengatakan masih banyak gagasan yang sempat dibicarakan bersama Gonzalo, terutama berkaitan dengan masyarakat dan kerja-kerja sosial.


Sejumlah rencana tersebut belum sempat diwujudkan ketika Gonzalo meninggal dunia.


“ Kami juga merasa kehilangan seorang sosok yang luar biasa, pejuang yang selalu tidak mengenal lelah,” kata Ebit.


Bagi Ebit, sosok Gonzalo tidak mudah digantikan. Ia mengenang almarhum sebagai pemimpin yang memiliki kedekatan dengan masyarakat dan menjalankan tugas dengan penuh pengabdian.


“Menjadi pemimpin seperti almarhum, jarang kita dapat,” ujarnya.


Gonzalo meninggal dunia setelah dilaporkan jatuh saat menjalankan tugas. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Aeramo untuk mendapatkan penanganan medis.


Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Kepergian Gonzalo meninggalkan duka bagi keluarga, sahabat, jajaran pemerintahan, dan masyarakat Nagekeo.


Pada Selasa, ribuan orang mengiringi prosesi pemakamannya. Kehadiran mereka menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada Wakil Bupati Nagekeo tersebut.


Di tengah suasana duka, Ebit memilih mengenang Gonzalo bukan dari jabatannya, melainkan dari hubungan personal yang telah terjalin selama ini.


“Kakak adalah orang baik. Bagi saya, kakak bukan hanya senior, tetapi juga kakak dan sahabat,” kata Ebit.


Kini, tidak ada lagi percakapan melalui telepon dan pertemuan di Jakarta. Diskusi tentang berbagai rencana yang pernah mereka bicarakan juga berhenti sebagai kenangan.


Namun, bagi Ebit, kebaikan dan pengabdian Gonzalo akan tetap dikenang oleh orang-orang yang pernah dekat dengannya.


Selamat jalan, Kak Gonzalo.

✒️: Albert Cakramento