Kupang, NTT — SMK Negeri 2 Kupang menerima bantuan satu unit kendaraan niaga Mitsubishi Fuso dari PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors melalui PT Bosowa Berlian Motor, Jumat (23/10/2026). Kendaraan tersebut akan digunakan sebagai sarana praktik siswa jurusan otomotif untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapan memasuki dunia kerja.
Bantuan ini diserahkan melalui program FUSO Vocational Education Program (FVEP), sebuah program pendidikan vokasi yang menghubungkan dunia industri dengan sekolah menengah kejuruan (SMK).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ambrosius Kodo, menyampaikan apresiasi kepada PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors dan PT Bosowa Berlian Motor yang telah memilih SMKN 2 Kupang sebagai mitra program tersebut.
Menurut Ambrosius, keberadaan kendaraan praktik memungkinkan siswa belajar secara langsung menggunakan unit kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan industri otomotif.
“Melalui kerja sama ini, kita harapkan anak-anak bisa langsung praktik menggunakan unitnya, sehingga semakin terampil dan siap masuk dunia kerja,” kata Ambrosius dalam kegiatan penyerahan bantuan di SMKN 2 Kupang.
Ia meminta pihak sekolah memastikan seluruh siswa memperoleh kesempatan praktik yang memadai. Para guru juga diharapkan terus meningkatkan kompetensi agar mampu membimbing siswa mengikuti perkembangan teknologi otomotif.
Ambrosius turut mendorong perusahaan untuk memperkuat dukungan melalui pelatihan bagi siswa dan guru dengan melibatkan instruktur dari industri.
Kepala Departemen Hubungan Masyarakat PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Suci Sitoresmi, menjelaskan bahwa bantuan kendaraan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) melalui program FUSO Vocational Education Program (FVEP).
Program ini mencakup pemberian kendaraan kepada sekolah vokasi serta pelatihan bagi siswa dan guru agar mereka memahami teknologi dan sistem kendaraan Mitsubishi Fuso.
Suci mengatakan, program tersebut tidak berhenti pada penyerahan kendaraan. Perusahaan juga ingin membekali siswa dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri sehingga lulusan SMK memiliki peluang lebih besar untuk memasuki dunia kerja.
Ia berharap siswa yang mengikuti pelatihan dapat terserap di jaringan Mitsubishi Fuso setempat.
Menurut Suci, FVEP telah menjangkau 21 SMK di berbagai wilayah Indonesia. Pada 2026, perusahaan memprioritaskan pengembangan program di kawasan Indonesia timur, termasuk di Kupang, Sorong, Ambon, dan Lombok.
Ia berharap kemitraan tersebut turut meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya lulusan pendidikan vokasi di NTT.
Kepala Cabang PT Bosowa Berlian Motor Kupang, Bardi Eka Agus Santoso, mengatakan kolaborasi antara industri dan dunia pendidikan merupakan langkah penting untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan mampu bersaing.
Menurut Bardi, pembelajaran di kelas akan lebih optimal apabila didukung fasilitas praktik yang sesuai dengan perkembangan teknologi kendaraan niaga.
Karena itu, PT Bosowa Berlian Motor Kupang berkomitmen membuka kesempatan magang bagi siswa SMKN 2 Kupang di jaringan bengkel resminya. Perusahaan juga membuka peluang rekrutmen bagi lulusan yang memenuhi kebutuhan dan standar kompetensi perusahaan.
“Kalian harus membuktikan bahwa SMK Negeri 2 Kupang bisa lebih hebat. Saya harap adik-adik bisa menguasai unit ini, dan Bosowa akan menjemput kalian untuk bekerja,” kata Bardi di hadapan para siswa.
Pernyataan tersebut menjadi dorongan bagi siswa untuk memanfaatkan fasilitas praktik dan pelatihan secara maksimal agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha dan industri.
Perkuat Keterhubungan Sekolah dan Industri
Kerja sama antara SMKN 2 Kupang dan industri otomotif ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja atau link and match.
Melalui fasilitas praktik, pelatihan teknis, serta peluang magang dan rekrutmen, siswa diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan sesuai standar industri.
Pemerintah Provinsi NTT berharap kemitraan serupa terus dikembangkan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan vokasi dan menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki daya saing di pasar kerja.
✒️: kl
